oleh

Hadirkan Berbagai Tokoh Marketing Dunia, WMF Bahas UMKM Hingga Marketing 5.0

Siarandepok.com- Indonesia,– World Marketing Forum perdana yang diadakan oleh Asia Marketing Federation (AMF) dan dipelopori oleh Indonesia Marketing Association (IMA) yang berkolaborasi dengan Asia Productivity Organization (APO) ini akan mengajak para undangan untuk berdiskusi tentang topik-topik pemasaran terbaru dengan menghadirkan berbagai tokoh marketing profesional dari berbagai penjuru dunia pada 22 Oktober 2021.

Pada hari kedua forum ini yakni tanggal 22 Oktober 2021, berbagai topik yang didiskusikan akan dibagi menjadi 6 sesi yang masing-masing sesinya akan fokus membahas tiap-tiap topik yang telah ditentukan dan sesuai dengan tema forum yakni Technology for Humanity, Productivity for Happiness.

Sesi 7 di hari kedua forum ini akan membahas topik Marketing 5.0 : Teknologi untuk Kemanusiaan yang akan dibawakan oleh tokoh dari Indonesia yakni Iwan Setiawan (Co-author buku Marketing 5.0 bersama dengan Philip Kotler dan Hermawan Kertajaya). “Marketing 5.0 pada hakikatnya merupakan perpaduan antara marketing 3.0 yang bersifat kemanusiaan dan marketing 4.0 yang bersifat teknologi” ujar Iwan Setiawan.

Lalu dilanjutkan ke sesi 8 juga akan dibawakan oleh tokoh dari Indonesia yaitu Astri Wahyuni (VP Public Policy and Government Relations Tokopedia) dan Helianti Javara (Pendiri dan Ketua Eksekutif Javara Indonesia) yang akan mendiskusikan topik Masa Depan Usaha Kecil Menengah (UKM) : Mendorong Transformasi Digital UKM. Sedangkan sesi ke 3 akan dibawakan oleh tokoh dari berbagai negara yaitu Dr. Sukit Uarmahacharoen dari Thailand (Kepala Petugas Strategi World Franchise Network Co., Ltd.,), Jack Yao dari China (Sekretaris Jendral CCPIT Commercial Sub-Council) dan Prof. Kiyoshi Hori dari Jepang (Wakil Presiden Universitas Oberlin) dimana mereka akan membahas mengenai New, Next and Post Normal : Pergeseran Pemasaran Profesional ke Pemasaran Wirausaha.

Diah Yusuf mengatakan bahwa “Bisnis harus mengeksplorasi dan mencoba ide bisnis dan melihat apa yang terbaik untuk mereka, harus berpikir sebagai pemecah masalah & memposisikan produk mereka sebagai solusi, konsisten mengelola produk dan merek mereka, menghindari penjualan hanya pada tren, kebutuhan tim sehingga bisa mendapatkan banyak perspektif dan keterampilan yang berbeda untuk naik ke tingkat berikutnya, melatih keterampilan kepemimpinan, mengembangkan tim”. Prof. Kiyoshi Hori dari Jepang juga mengatakan bahwa “Krisis mendadak adalah alasan terakhir bisnis mereka tutup. Pemilik bisnis harus memiliki perspektif jangka panjang dari bisnis mereka, menemukan pasar baru atau meningkatkan produktivitas mereka. Dengan menggunakan teknologi, seperti AI, perusahaan dapat meningkatkan penjualan usaha, mengurangi kerugian, dan beban karyawan”.

Lalu dilanjutkan kepada sesi selanjutnya yang akan membahas tema Keterlibatan Pelanggan : dari Kesadaran ke Advokasi yang akan dibawakan oleh tokoh dari Indonesia Mars Ega Legowo (Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga), Prof. Xiong Wei dari Tiongkok (Associate Professor Pemasaran, Wakil Direktur Pusat Pemasaran Global, Sekolah Bisnis, Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional (UIBE) Beijing) dan Annie Dow dari Selandia Baru (Pendiri dan Pemilik Agensi Merek dan Desain Dow Goodfolk dan Brother Design). Hingga sesi 5 akan membahas Marketing 5.0 : Berbagai Cerita di Dunia Digital yang akan dibahas oleh MK Kim (Pembicara Motivasi, Penulis Terlaris, Pengusaha dan Kreator Youtube) dari Korea dan Vasil Rusinov dari Bulgaria yang merupakan Kepala Operasi mClinica Health Solution. Terakhir, pada sesi 6 akan membahas Deklarasi Roadmap Strategis 2030 : Menciptakan Nilai dengan Nilai oleh tokoh dari Indonesia Y.W Junardy (Presiden Indonesia Global Compact Network (IGCN)) dan Suparno Djasmin (Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)) dan kemudian ditutup dengan menyambut World Marketing Forum kedua di Tahun 2022. Prof Hooi Den Huan menyebutkan bahwa “Kebahagiaan adalah aset terpenting di atas produktivitas yang mengarah pada kemanusiaan.”

Salah satu topik yang sangat menarik dari serangkaian topik dibahas sesuai penjelasan diatas ialah Marketing 5.0. Iwan Setiawan mengatakan bahwa “Marketing 5.0 merupakan elevasi teknologi dari marketing 4.0, menyelam lebih dalam di balik layar digital marketing, melampaui media sosial dan e-commerce”. Topik ini bahkan dibahas pada 2 sesi forum yakni sesi 7 dan sesi 11 yang masing-masing sesinya diisi oleh tokoh-tokoh dari bidang dan negara yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa Marketing 5.0 menjadi salah satu isu penting dalam dunia pemasaran walaupun di berbagai daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Serta perlunya pemahaman dan pembahasan yang lebih mendalam tentang Marketing 5.0.

Sandiaga Uno, selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia turut memaparkan pemikirannya tentang bisnis kecil menengah. “Kami juga melakukan akselerasi untuk pemulihan lewat optimalisasi momentum ekonomi kreatif dan digital, dimana data konsumsi produk digital di negara ini termasuk tinggi.”. Selain itu, Sandiaga juga secara resmi mengumumkan bahwa WMF tahun 2022 akan dilaksanakan di Indonesia.

Dilanjut oleh Tjokorda Gde Putra Sukawati selaku Penglingsir Puri Agung Ubud and Owner Museum of Puri Lukisan yang juga memberikan pemaparannya tentang pariwisata dan bisnis. Terakhir ditutup oleh Hermawan Kartajaya selaku Founder and Chairman of MarkPlus, Inc. dengan bahasan mengenai Marketing 5.0 dan pembahasan mengenai hubungan antara Jepang dan Indonesia yang akan diwujudkannya dalam World Marketing Forum 2.0 yang akan diadakan di Ubud, Bali. Sesi ini ditutup dengan kalimat dari Pak Hermawan Kertajaya, “Ada pemasaran digital, tetapi tidak ada kewirausahaan digital” dimana hal tersebut berkaitan dengan intinya yaitu, “Mesin bisa menggantikan manusia tapi tidak manusia”.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru