Tempat Karantina di Wisma Makara Universitas Indonesia ditutup Pemkot Depok.

- Reporter

Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menutup tempat karantina mandiri Wisma Makara Univesitas Indonesia (UI) kemarin (19/10/2021). Tempat yang sebelumnya diperuntukan bagi pasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) ini ditutup sesuai instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021. Saat ini Kota Depok masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2, yang sebelumnya ada di Level 3.

“Alhamdulillah, Kota Depok berada di zona kuning dan terjadi penurunan kasus Covid-19, sehingga masuk PPKM level 2. Oleh karena itu, dilakukan penutupan Wisma Makara UI dan pelepasan tenaga kesehatan (nakes)-nya,” tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris usai menutup Wisma Makara UI, Selasa (19/10/2021).

Mohammad Idris mengatakan, ada 16 Nakes yang bertugas di Wisma Makara UI , diantaranya enam dokter dan 10 perawat, dan juga terdapat 10 relawan administrasi , 10 relawan disinfektan dan satu sopir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beliau melamjutkan, hingga saat ini tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Depok alias nol kasus. Dan secara umum Bad Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit juga sudah menurun, membuat Kota Depok masuk pada Zona Kuning dan turun ke Level 2.

Namun, untuk menantisipasi jika ada penambahan kasus baru Guest House Pusat Studi Jepang (PSJ) UI saat ini masih tetap dibuka.

“Kami berharap tidak ada lagi kasus Covid-19 di Kota Depok, tapi tetap mengantisipasi dengan tempat isolasi di PSJ UI,” ungkapnya.

Wali Kota Depok berpesan kepada semua warga agar tetap waspada penyebaran Covid-19. Melihat masih tingginy tambahan kasus Covid-19 di beberapa wilayah Indonesia.

“Antisipasi tetap harus dilakukan oleh masyarakat agar tidak terjadi peningkatan kasus di Kota Depok,” tutup Mohammad Idris.

<

Berita Terkait

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru