Tidak Ada Anak Yang Bodoh

- Reporter

Selasa, 14 September 2021 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Khairunnas*

Dalam keseharian, baik di sekolah maupun di lingkungan, kita masih sering mendengar kata-kata, “Dasar anak bodoh” atau “Anak itu bodoh, wajar saja ia tidak lulus.” Padahal, sadarkah Anda bahwa, setiap anak sesungguhnya adalah cerdas. Namun, terkadang mereka tidak memperoleh akses pembelajaran yang memadai sehingga kemampuan mereka tidak berkembang secara maksimal.

Pendiri Asian Physiscs Olympiad, Yohanes Surya, menceritakan pengalamannya saat mendidik anak-anak dari Indonesia Timur pada tahun 2000-an. Meski anak-anak itu mempunyai motivasi belajar yang bagus, tetapi rata-rata mereka tidak menguasai mata pelajaran Matematika dengan baik. Mereka kemudian diajak untuk mengikuti pembelajaran intensif di Surya Institute. Setelah tiga sampai lima bulan belajar, anak-anak itu dapat berhitung dengan baik dan memperoleh nilai ujian Matematika di atas 80. Bahkan, beberapa diantaranya juga bisa memenangi kompetisi  sains mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Pengalaman Yohanes Surya ini hendaknya menjadi pelajaran bagi setiap guru dan orang tua. Setiap orang, terutama guru perlu memiliki sudut pandang bahwa semua anak adalah cerdas. Tidak ada anak bodoh. Jika sudut pandang ini dimiliki oleh semua orang, maka anak-anak akan tumbuh sesuai dengan potensinya masing-masing, karena setiap anak diberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya.

Konsep yang memandang bahwa setiap anak itu cerdas, sejatinya sejalan dengan pandangan Islam. Allah Swt menciptakan manusia dengan sempurna. Dalam Surat At-Tin ayat 4 Allah Swt berfirman, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Allah Swt menyebut penciptaan manusia dengan kata ahsan bukan hasan. Keduanya memiliki makna yang berbeda. Dalam bahasa Arab hasan digunakan untuk menyebut baik, sedangkan ahsan untuk yang terbaik. Artinya penggunaan kata ahsan dalam hal ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang terbaik (the best). Manusia bukan sekedar makhluk yang baik, tetapi makhluk yang terbaik atau the best.

Jika Allah Swt saja menyebut manusia the best, pantaskah ada yang menyebut “anak bodoh”? Semua anak adalah pintar. Oleh karena itu tidak boleh ada anak yang merasa rendah diri dan merasa tidak sempurna akibat sering disematkan prediket-prediket negatif kepadanya.  Allah Swt menciptakan manusia, menciptakan setiap anak, menciptakan Anda, menciptakan kita semua dengan bentuk yang terbaik.

Sebagai makhluk yang terbaik, Allah Swt menciptakan manusia dari sumber yang terbaik. Tidak hanya sumbernya, tetapi prosesnya juga terbaik. Nabi Adam As diciptakan oleh Allah Swt dari tanah liat. Tanah yang digunakan adalah tanah yang terbaik. Penggunaan tanah sesungguhnya memiliki pesan simbolik, yaitu setelah mati manusia akan kembali ke tanah. Namun yang kembali ke tanah hanyalah jasad fisiknya, sedangkan ruhnya akan kembali ke Yang Maha Suci Allah Swt.

Ruh manusia sesungguhnya bersumber dari Allah Swt. Ruh itu kemudian ditiupkan ke dalam tubuh manusia. Maka lahirlah manusia yang tidak hanya memiliki jasad atau tubuh tetapi juga ruh yang suci. Oleh sebab itu, Islam tidak hanya melihat manusia semata-mata dari sisi fisiologis saja, tetapi juga dari aspek spiritualitas.

Manusia tersusun dari dua unsur, yaitu jasmani dan ruhani. Jasad manusia berasal dari saripati tanah, sementara ruh atau jiwa berasal dari substansi imateri. Para ulama menyebut substansi imateri itu adalah Allah Swt. Oleh sebab itu, setelah manusia meninggal, maka jasadnya akan kembali ke tanah, sedangkan ruhnya kembali kepada Allah Swt.

Secara jasmani manusia dilengkapi dengan berbagai kemampuan seperti mendengar, melihat, merasa, meraba, mencium, bergerak dan pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan secara ruhani manusia memiliki kemampuan untuk berpikir dengan otaknya dan ‘merasa’ dengan hati atau kalbunya.

Kekuatan rasa yang bersumber dari kalbu dipertajam dengan ibadah, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Semakin banyak dan ikhlas seseorang dalam menjalankan ibadah maka semakin suci ruh atau jiwanya. Sedangkan kemampuan otak atau akal manusia semakin terasah dengan belajar dan meneliti alam sekitarnya. Pembelajaran atau penelitian yang dilakukan manusia terhadap alam sekitarnya inilah yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan yang berkembang sampai sekarang.

Oleh karena itu, setiap anak yang lahir harus dididik sesuai dengan potensi yang telah diberikan Allah Swt kepadanya. Tidak ada anak bodoh, yang ada hanya anak yang belum mendapat kesempatan untuk memperoleh pembelajaran yang baik. Tugas guru dan orang tua lah untuk memberikan pendidikan, pengasuhan, dan pembalajaran yang terbaik, yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan anak. Pola pikir guru dan orang tua harus berubah. Setiap anak adalah cerdas dan pengasuhan serta pembelajaran yang diberikan kepadanya harus fokus kepada anak.* Bekerja di BKKBN

 

Berita Terkait

Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok
Perkuat Branding & Promosi Kampus, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Gandeng Primago Consulting Depok
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui Amazing Build Fest 2 di MARGOCITY
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:39 WIB

54 Warga Pondokjaya Dapat Sertifikat di PTSL

Kamis, 5 November 2026 - 17:35 WIB

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 November 2026 - 17:23 WIB

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 17:17 WIB

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 November 2026 - 09:53 WIB

Wajah Baru Stasiun Depok Baru: Lebih Modern dan Terintegrasi!

Kamis, 5 November 2026 - 08:46 WIB

Tingkatkan Pelayanan Penumpang, Penataan Stasiun Depok Baru Ditargetkan Rampung Akhir Desember

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Berita Terbaru

Lurah Pondok Jaya, Marbawi menyerahkan 54 sertifikat tanah kepada warga Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung. (Sumber foto: Istimewa)

Berita Depok

54 Warga Pondokjaya Dapat Sertifikat di PTSL

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:39 WIB

Depok Fashion Forward sekaligus Dekranasda Goes to Mall resmi dibuka di Margo City, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Siaran Depok/AN Rafi)

Berita Depok

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:35 WIB

Petugas dari DPUPR dan Polres Metro Depok menggelar inspeksi langsung ke lokasi di Jalan Raya Sawangan, persis di area depan Sungai Elok Cantik dan Menawan (SeCawan), Kecamatan Pancoran Mas, pada Kamis (05/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:31 WIB

Pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor di Halaman Kantor PBB, Balai Kota Depok, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB

Penertiban kabel udara digelar oleh Dinas PUPR di kawasan Jalan Pemuda serta Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (14/04/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:17 WIB