oleh

Berikut Cara Bedakan Surat Hasil Swab Antigen Asli dan Palsu

Siarandepok.com– Polres Metro Depok berhasil menangkap kelompok pemalsu surat hasil swab antigen di kawasan Tapos pada pekan lalu.

Bukan kali ini saja, sejumlah kasus serupa juga marak terjadi. Pengungkapan kasus serupa di beberapa wilayah tidak terlepas dari tingginya permintaan surat hasil swab antigen tersebut.

Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar menyampaikan sejumlah perbedaan yang bisa diliat antara surat hasil swab yang asli dengan yang palsu.

Berikut informasi cara melihat surat swab asli:

1.Surat hasil swab asli memiliki barcode di dalamnya. Bila discan, barcode itu akan menunjukan data hasil swab antigen pemilik yang tertaut ke link.

2.Bisa cek ke klinik atau rumah sakit yang mengeluarkan hasil swab tersebut. Konfirmasi ini kata Imran penting dilakukan untuk memastikan apakah surat dengan data yang ada dikeluarkan oleh pihak bersangkutan.

Dari berbagai sumber yang berhasil dirangkum, selain hasil swab antigen pengguna, terdapat sejumlah data yang tertera dalam surat hasil swab antigen:

1.Surat asli memiliki stampel klinik atau fasilitas yang mengeluarkan surat

2.Memiliki tanda tangan dokter di dalamnya

3.Adanya alamat klinik atau faskes yang mengeluarkan hasil swab

Imran mewanti-wanti kepada masyarakat atau pihak yang membutuhkan surat hasil swab antigen ini tidak sampai tertipu “Saya pesan kepada masyarakat tolong dicek Hasil rapid itu harus ada barcode ya. Jadi hasil seperti ini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mendapat keuntungan,” kata dia dikutip Rabu 28 Juli 2021.

Sebagai informasi, Polres Metro Depok merilis enam orang tersangka jaringan pemalsu surat hasil Swab Antigen. Mereka yang diamankan merupakan warga Tapos yang mengaku baru sepekan ini melancarkan aksinya tersebut.

Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar mengungkapkan, penangkapan para tersangka berinisial AS, ME, AK, RR, NN, dan MA ini  berdasarkan dengan laporan masyarakat yang masuk ke Kepolisian pada pekan lalu. Dari sana, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Mereka menawarkan kepada pengguna jasa yang membutuhkan surat tersebut tapi malas untuk melakukan prosedur tersebut.

“Modusnya si pengguna ini membutuhkan surat swab antigen, tetapi harus dinyatakan negatif. Itu syarat dari perusahaannya, dan dengan berbagai cara dia paksakan membuat surat ini kepada tersangka yang dibelakang. Dibuat lah surat itu tapi berdasarkan dari salah satu klinik,” kata Imran di Mapolrestro Depok Selasa 27 Juli 2021.

(Rohmat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru