Sedikitnya 10 Persen Tenaga Puskesmas di Depok yang Terpapar Covid-19

- Reporter

Jumat, 16 Juli 2021 - 13:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– Dinas Kesehatan Kota Depok, Jawa Barat, mengatakan bahwa tenaga kesehatan puskesmas mulai kewalahan di tengah pandemi Covid-19. Selain pasien Covid-19 yang terlampau banyak dan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk, puskesmas juga keteteran karena sebagian petugasnya terpapar Covid-19.

“Setiap puskesmas ada saja yang kena,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, Kamis (15/7/2021).

“Akhirnya banyak yang bergantian karena harus diatur tenaganya,” lanjut dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Novarita tak memberikan jumlah pasti tenaga kesehatan di puskesmas yang saat ini terpapar Covid-19. Ia hanya memperkirakan bahwa sedikitnya 10 persen tenaga kesehatan di 38 puskesmas yang tersebar di Depok terpapar Covid-19 saat ini.

Jumlah ini lebih dari cukup untuk membuat kerja puskesmas terhambat. Padahal, puskesmas harus mengurusi pasien Covid-19, memantau mereka yang isolasi mandiri, meresepkan obat, sampai mencari RS rujukan dan mengurus vaksinasi Covid-19 yang sedang digencarkan.

Itu baru urusan penyakit Covid-19. Masih ada layanan lain yang tak serta-merta libur karena pandemi.

“Makanya jadi puskesmas agak-agak kewalahan karena melayani banyak kegiatan,” kata Novarita.

“Kalau ada yang sedang terkena Covid-19, poli harus tutup dulu, misalnya poli ibu hamil yang tadinya buka seminggu dua kali, hanya jadi satu kali. Atau layanan imunisasi sekali saja bukanya, tidak setiap hari,” ujar dia.

Camat Pancoran Mas, Utang Wardaya, juga pernah mengungkapkan  situasi itu ketika dikonfirmasi soal salah satu warganya yang mengalami disabilitas tak kunjung disambangi untuk dites PCR meskipun kontak erat dengan pasien Covid-19.

Warga itu akhirnya wafat di rumah dengan status suspek dan keluarga mengaku tak pernah dikirimi obat. Di sisi lain, Pancoran Mas merupakan salah satu kecamatan episentrum Covid-19 di Depok, selain Beji, Cimanggis, dan Sukmajaya.

“Itu (menjemput pasien Covid-19 disabilitas) pernah saya lakukan sebelum kondisi darurat sekarang. Sekarang tim tenaga kesehatannya banyak yang terpapar,” kata Utang pekan lalu.

<

Berita Terkait

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru