oleh

Sri Mulyani: Pentingnya Literasi Digital untuk Mendukung UMKM

siarandepok.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya literasi digital guna mendukung UMKM. Hal tersebut dikhususkan pula untuk pelaku UMKM perempuan yang turut berpartisipasi terhadap perekonomian Indonesia.

“Literasi digital yang dilakukan atau dalam hal ini membimbing usaha kecil menengah yang mayoritas perempuan itu dibimbing atau dibina untuk bisa memiliki literasi digital. Umpamanya program UMI dari Ultra mikro yang pinjamannya di bawah Rp10 juta,” ucap Sri Mulyani dalam diskusi Tempodotco “Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi”, Jumat (23/4).

Dilansir dari liputan6.com, Sri Mulyani mengatakan, apabila literasi digital diterapkan dengan serius kepada para pelaku UMKM terkhusus bagi pelaku UMKM perempuan maka inklusi keuangan akan berjalan dengan baik.

Oleh sebab itu, pemerintah saat ini bersama Bank Indonesia dan OJK terus berupaya mengedukasi terkait literasi keuangan kepada para pelaku UMKM terutama usaha ultra mikro.

Sementara itu, apabila seluruh aktivitas perekonomian Indonesia pindah ke digital dan akselerasi inklusi keuangan, maka program pemerintah akan berpindah ke digital secara bertahap.

“Umpamanya pembayaran Program Keluarga Harapan yaitu untuk hampir 10 juta keluarga paling miskin, maka pembayarannya tidak dalam bentuk cash, tapi harus dalam bentuk transfer dan digital,” ucapnya.

Hal tersebut juga berlaku pembelian untuk sembako. Keluarga yang mendapat bantuan akan diarahkan membeli melalui warung digital. Selain itu, untuk transaksi-transaksi untuk berbagai program serta pembayaran gaji pemerintah akan dilakukan secara digital.

Transformasi digital bagi kelompok usaha ultra mikro, serta seluruh belanja-belanja pemerintah pun akan ditransformasikan secara digital, subsidi umpanya untuk pupuk, dan yang lain-lain.

“Transformasi digital menjadi keharusan diakselerasi. Pemerintah pembangunan infrastrukturnya itu menggunakan semua uang negara, uang pajak, uang utang semuanya dipakai untuk membangun infrastruktur menyiapkan sampai mereka bisa connect dengan internet untuk sekolah, pesantren, Puskesmas, desa semuanya,” jelasnya.

 

(S)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru