BPK Beri Saran Agar Pendidikan di Indonesia Berkualitas

- Reporter

Rabu, 27 Februari 2019 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Untuk membuat pendidikan di Indonesia semakin berkualitas, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berharap agar pemerintah melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan baik. Peningkatan kualitas itu ditandai dengan terwujudnya Wajib Belajar 12 Tahun dan meningkatnya manajemen guru serta pendidikan keguruan.

Juska Meidy Enyke Sjam yang merupakan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Internasional (Humas dan KSI) BPK mengatakan, terdapat empat upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. Pertama, pemenuhan akses sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen) berkualitas. Kedua, penyediaan dan distribusi serta peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan.

“Kemudian peningkatan mutu sistem pembelajaran dikdasmen serta yang terakhir efektivitas pengelolaan bantuan pendanaan peserta didik,” ujarnya, Selasa (26/2).

BPK menilai terkait anggaran pendidikan tersebut sudah dikelola dengan baik. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan keuangan atas laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama lima tahun terakhir. Hasil pemeriksaan itu menunjukkan Kemendikbud masuk kategori Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Pencapaian tertinggi dalam pemeriksaan keuangan terdapat pada opini WTP. Tepat di bawah WTP ada opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Disclaimer (Tidak Memberi Pendapat), dan Adverse (Tidak Wajar).

“Pemeriksaan kinerja yang telah dilakukan BPK atas program pendidikan selama ini adalah untuk menilai efektivitas pelaksanaan program pendidikan,” ucapnya.

Menurutnya, dari pemeriksaan pihaknya menyusun laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang kemudian diserahkan kepada legislatif dan eksekutif sesuai kewenangannya. LHP tersebut mencakup laporan keuangan, rekomendasi dan temuan berupa permasalahan atas pengelolaan keuangan.

BPK juga memiliki wewenang untuk menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pejabat yang bersangkutan untuk ditindak lanjuti. Hal ini dapat dilakukan jika terdapat penyalahgunaan dana pendidikan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, tepatnya pada Pasal 20 Ayat 2 dan 3, pejabat yang bersangkutan wajib memberi jawaban atau tanggapan kepada BPK tentang tindak lanjut rekomendasi dalam LHP. Harus dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP diterima.

Jika lewat 60 hari pejabat tidak memberikan jawaban, maka harus memberikan alasan sah sehingga BPK dapat melaporkannya kepada instansi berwenang. Kalau pada akhirnya rekomendasi tidak dilaksanakan, pejabat tersebut dapat diancam pidana satu tahun enam bulan atau denda sekitar Rp500 juta.

Kemudian jika hasil pemeriksaan menemukan adanya unsur pidana, BPK melaporkannya kepada instansi berwenang sesuai peraturan perundangan yang ada. Pelaporan dilakukan paling lama satu bulan setelah diketahuinya unsur pidana tersebut.

 

Penulis: Nia RS

Editor: Muhammad Rafi Hanif

 

Berita Terkait

WORKSHOP EXCLUSIVE CARA UNIK PROMOSI SEKOLAH BERSAMA PRIMAGO CONSULTING TAHUN 2026
Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:43 WIB

Depok UMKM Expo 2026: Wadah Kreasi & Peluang Usaha Lokal

Jumat, 6 November 2026 - 19:43 WIB

Kolaborasi UI Hadirkan Program Peduli Lansia di Depok

Jumat, 6 November 2026 - 19:40 WIB

Solusi Gedung Mangkrak, RKAI Depok Banjir Dukungan Warga

Jumat, 6 November 2026 - 17:10 WIB

Pilah Sampah dari Rumah, Bikin Depok Makin Bersih!

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Pemkot Depok Gratiskan BPHTB untuk Rumah MBR, Ini Syaratnya!

Jumat, 6 November 2026 - 16:46 WIB

Rampung 100%, Warga Bojongsari Kini Nikmati Jalan Rotan yang Mulus

Jumat, 6 November 2026 - 16:44 WIB

124 Kendaraan di Depok Lolos Uji Emisi Gratis, Ini Rahasianya!

Jumat, 6 November 2026 - 16:41 WIB

BisKita Bojongsari–Terminal Depok Segera Beroperasi, Langsung Konek LRT!

Berita Terbaru

Sambutan dalam acara Depok UMKM Expo 2026 disampaikan oleh Diah Sadiah selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Setda Kota Depok di Halaman Balai Kota Depok pada Sabtu (7/11/2026). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Depok UMKM Expo 2026: Wadah Kreasi & Peluang Usaha Lokal

Sabtu, 7 Nov 2026 - 16:43 WIB

Pekan lalu, Auditorium Gedung 1 Kampus FIB UI menjadi lokasi pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi lansia yang digagas oleh dosen FKG UI. (Dok. Humas UI)

Berita Depok

Kolaborasi UI Hadirkan Program Peduli Lansia di Depok

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:43 WIB

Progres pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) di kawasan Pondok Cina, Kota Depok. (Foto: Disrumkim)

Berita Depok

Solusi Gedung Mangkrak, RKAI Depok Banjir Dukungan Warga

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:40 WIB

Wakil Ketua Sanggar Ayodya Pala Depok, Denta Mandra Pradipta Budiastomo saat membawakan materi pada kegiatan *Workshop*

Berita

Seni dan Budaya Miliki Kekuatan Hidupkan Potensi Desa

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:30 WIB