oleh

Peresmian RSUI Oleh Menristekdikti

Siarandepok.com – Rabu (13/2) siang. Mohamad Nasir, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat. Mulai dibangun pada tahun 2009, RSUI akhirnya siap dioperasikan untuk umum.

“Mereka (dokter) yang ada untuk melayani publik atau masyarakat ini jangan sampai terjadi gap, baik gap kemampuan maupun gap pelayanan. Dengan demikian, ketersediaan rumah sakit dapat menjadikan dokter profesional,” ucap Nasir saat peresmian.

Nasir berharap melalui kehadiran rumah sakit ini, anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan untuk menjadi dokter dapat melakukan pembelajaran yang baik untuk menjadi dokter yang profesional.

Terdapat 24 rumah sakit pendidikan di Indonesia yang tengah dibangun oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. RSUI merupakan salah satunya, dari 12 rumah sakit pendidikan yang dioperasikan.

Mengenai fasilitas yang tersedia antara rumah sakit pendidikan satu dengan yang lainnya sangat bervariatif, tergantung kondisi perguruan tinggi masing-masing. Untuk saat ini, Nasir menilai RSUI memiliki fasilitas yang jauh lebih besar dari rumah sakit pendidikan lainnya.

Nasir menilai, dengan adanya fasilitas pelayanan yang canggih, layanan harus ditunjang dengan pembiayaan yang murah agar seluruh masyarakat tidak kesulitan untuk berobat.

“Harus terafiliasi dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, agar masyarakat tidak terlalu terbebani untuk berobat, khususnya yang tidak mampu. Oleh karena itu, dengan konsep layanan canggih, rumah sakit agar melayani masyarakat primer, parsial, dan sekunder. Semua digabung,” terang Nasir.

Julianto Witjaksono yang merupakan Direktur RSUI mengatakan RSUI telah mengangkat teknologi baru, di mana bantalan di setiap tiang pondasi dirancang agar bisa tahan gempa hingga 9,0 SR, dengan bangunan yang tahan gempa, akan membuat pasien aman dan nyaman ketika berada di ruangan rumah sakit.

Menurut Julianto, RSUI merupakan rumah sakit pendidikan kelas B yang menerapkan konsep kendali infeksi komprehensif, yang memadukan layanan paripurna terintegrasi berbasis rumah sakit primer, sekunder, dan tersier untuk pendidikan, pelayanan dan penelitian berkelas internasional.

 

Penulis: Nia

Editor: Muhammad Rafi Hanif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru