Sarapan Terlambat dan Makan Malam Lebih Awal Agar Langsing

- Reporter

Kamis, 31 Januari 2019 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey terkait mengubah waktu makan bisa jadi solusi untuk mengurangi lemak didalam tubuh. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita. Dalam kegiatan penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu. Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa. Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya. Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap sebesar 57 persen dari peserta secara alami mengalami pengurangan porsi dalam konsumsi makanan mereka. Hal ini terjadi karena dua hal, yaitu penurunan nafsu makan dan berkurangnya kebiasaan makan camilan sebagai efek pembatasan jam makan. Setelah penelitian, periset memeriksa efek puasa intermiten ini secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Hasil menunjukkan 57 persen peserta yang melakukan puasa merasa tidak akan dapat mempertahankan pegaturan jam makan karena tidak sesuai dengan keluarga dan kehidupan sosial mereka. Namun, 43 persen mengatakan akan mempertimbangkan untuk mempertahankan rencana jika waktu makan tersebut lebih fleksibel. “Meskipun penelitian ini kecil, itu telah memberi kita wawasan yang sangat berharga tentang bagaimana perubahan kecil terhadap waktu makan kita dapat memiliki manfaat bagi tubuh,” papar Dr Jonathan Johnston, selaku pemimpin riset. Menurutnya, pengurangan lemak tubuh dapat mengurangi risiko obesitas dan penyakit terkait. Jadi, sangat penting meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. “Namun, seperti hasil riset ini, diet puasa sulit untuk diikuti dan mungkin tidak selalu cocok dengan keluarga dan kehidupan sosial,” tambahnya. Oleh karena itu , ia mengatakan masih perlu memastikan fleksibilitas diet ini untuk kehidupan nyata, karena manfaat potensial dalam pola makan ini sangat besar. “Kami akan menggunakan temuan awal ini untuk merancang penelitian yang lebih besar dan lebih komprehensif tentang pembatasan waktu jam makan,” paparnya.

Berita Terkait

Cegah Mabuk Udara, Dinas Kesehatan Kota Depok Imbau CJH Jaga Kondisi Selama Penerbangan
Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Anugerah Sehat Afiat Jadi Harapan Warga Luar Daerah
Dinkes Depok Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Door to Door, Warga Pengasinan Sambut Antusias
Aspirasi Terwujud! Warga Depok Jaya Kini Miliki Ambulans Siaga untuk Layanan Darurat
Kunjungi Ibu Melahirkan Tepat Di Hari Keluarga, Menteri Wihaji Ingin Tradisi Ini Terus Terjaga
DP3AKB Jawa Barat Siap Wujudkan Keinginan Gubernur, Jawa Barat Bebas Stunting
Meriahnya CFD Perdana di Depok, Warga Padati Jalan Margonda
2 Menteri Pantau Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Didampingi Wali-Wakil Wali Kota Depok

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:22 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:48 WIB

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:17 WIB

Liburan Berkesan, Akhlak Terbentuk, Waktu Produktif dan Bermanfaat dengan Quranic Camp Bimbel Primago 2026

Berita Terbaru