Eddy Ganefo Berharap Dana Desa Lebih Ke Arah Pemberdayaan Ekonomi

- Reporter

Selasa, 6 November 2018 - 18:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dana desa harus dikelola untuk menggerakkan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Dengan mengambil langkah tersebut diharapkan dana tersebut bisa membuat desa berkembang dan mensejahterakan masyarakat.

Sebagaimana telah diatur dalam Permendesa Nomor 5 tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa. Salah satu program diprioritaskan adalah capacity building atau peningkatan kapasitas masyarakat desa sebagai bagian penting dari program pemberdayaan masyarakat.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo berharap dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Tetapi, Eddy berharap, mulai dimanfaatkan untuk pemberdayaan manusia, dan inovasi ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin dana desa tidak hanya urusan infrastruktur saja, tapi ke pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, menggeser ‘grek’ masuk ke pemberdayaan ekonomi dan inovasi desa,” kata Eddy, di Kadin Indonesia, Selasa (6/11).

Menurut Eddy, penggunaan dana desa bertujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan di desa hingga dua kali lipat dibandingkan di kota. Harapannya, sekitar 1,2 juta orang desa terhindar dari kemiskinan.

“Itu apa artinya? Artinya Pemerintah memberi perhatian sangat besar kepada desa,” Eddy menegaskan.

Dia memaparkan dana desa bisa dimaksimalkan dengan berbagai inovasi, salah satunya bekerja sama dengan pelaku industri. Dengan begitu, masyarakat desa akan terhindar dari persoalan ekonomi.

Ia mencontohkan, keluarganya pernah tinggal di desa dan kala itu seluruh warga desa menanam pepaya di waktu yang sama. Permasalahan terjadi ketika seluruh warga desa memanen pepaya, sehingga pasokan berlebih dan di saat bersamaan tak ada permintaan. Alhasil, pepaya tidak bisa terjual semua hingga membusuk, dan terbuang sia-sia. Persoalan seperti itu, kata dia, bisa diselesaikan oleh pendamping desa.

“Pak Menteri (Eko Putro Sandjojo) telah bekerja sama dengan industri-industri, perusahaan-perusahaan, sehingga produksi dari desa dapat terserap,” ucapnya.

Selama ini, dana desa memang difokuskan pada peningkatan infrastruktur desa. Sekitar 95 ribu kilometer jalan dan 914 jembatan dibangun di Indonesia dari dana desa. Sekitar 2.200 perahu bagi warga desa dekat laut.

Tak hanya itu, dana desa juga membantu mengurangi tingkat stunting atau kekurangan gizi anak. Dana desa diharapkan dapat mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di setiap desa. Sehingga, kualitas generasi mendatang semakin baik.

Sejak 2015, pemerintah pusat selalu meningkatkan anggaran dana desa setiap tahunnya. Tahun pertama dianggarkan senilai RpRp20 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp40 triliun pada 2016. Lalu, Rp60 triliun pada 2017-2018, dan akan ditambah menjadi Rp70 triliun tahun depan. (FKV)

<

Berita Terkait

Pemadanan KJMU, Sebanyak 624 Orang Perlu Dicek Kembali
Bhabinkamtibmas Pulau Untung Jawa Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Aman Selama Bulan Puasa Ramadhan
Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan dan Bhabinkamtibmas Memastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Beras di Wilayah
Kapolsek Kepulauan Seribu Utara dan Bhabinkamtibmas Lakukan Pengecekan Harga dan Ketersediaan Beras: Stok Aman, Harga Stabil
Harga Sembako naik? Ini Cara Belanja Cerdas Dibulan Ramadhan
Pantauan Harga Beras di Jakarta, Ini Harganya di Sejumlah Pasar
Harga Beras Turun di Sejumlah Pasar, Begini Faktanya
Pj. Gubernur Heru Sebut Sembako Murah sebagai Upaya Pemprov DKI Menekan Panic Buying Jelang Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:19

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:31

Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terbaru