Masyarakat Kota Depok Peduli Rohingya

- Reporter

Jumat, 8 September 2017 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Berbagai elemen masyarakat kota Depok yang tergabung dalam Komite Kemanusiaan Kota Depok (3K-D) seperti, NU, Muhamadiyah, MUI, FPI,Baznas Depok, BKPRMI, DMI, IKADI, Karang taruna, LPM, IMM, AMK, APPI, Yayasan Furtune, Patriot Bela Bangsa,Paguyuban Satria Nusantara, FKT, BM -PAN, dan lainnya melakukan aksi Damai Depok peduli Rohingya di Pertigaan lampu merah Ramanda, Jalan Margonda, Jum’at (08/09/2017).

Dalam aksinya 3K-D mengajak seluruh elemen masyarakat sekaligus mengalang dana dalam bentuk materi dan lainnya untuk etnis Rohingya. 3K-D sangat memahami bahwa saat ini diperlukan tindakan nyata, tidak hanya sekedar membuat kecaman-kecaman atas kejadian itu.

Aksi Teatrikal oleh Tim Ilustrasi dalam Aksi Damai Depok Peduli Rohingya

Aksi Ini merupakan wujud kepedulian secara nyata dan lahir secara spontanitas dari hati masyarakat kota Depok.

“Dengan aksi Ini Komite Kemanusiaan Kota Depok (3k-D) meminta Perserikatan Bangsa -Bangsa( PBB) melalui Dewan keamanan PBB agar memberikan Tekanan kepada pemimpin de-facto Myanmar sekaligus peraih hadiah Nobel,Aung San Suu Kyi, krisis Di Utara Rakhine yang berujung pada kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya dan menghentikan Operasi Militer pemerintahanya, ” Jelas Para Orasi di depan jalan Raya Margonda depan bundaran Pertokohan Alamanda.

Ada beberapa hal yang menjadi sikap dari 3K-D ini, yakni pertama, menghentikan kekerasan, pembantaian dan diskriminasi kepada etnis Rohingya dengan alasan apapun sekarang juga;

kedua, mengakui etnis Rohingya sebagai bagian dari warga negara Myanmar untuk mendapatkan hak dan kewajiban seperti warga Myanmar lainnya.

Ketiga, 3K-D menuntut untuk tegakkan keadilan, memproses hukum yang adil dan tegas bagi para penjahat kemanusiaan.

Keempat, perlu melakukan upaya repatriasi para manusia perahu dan pencari suaka yang terserak di berbagai negara ketika kondisi sudah kondusif.

Terakhir, Myanmar perlu melakukan rehabilitasi, restorasi, dan juga rekonstruksi aspek-aspek fisik maupun non fisik.

Berita Terkait

Memanfaatkan Lahan Sempit, Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga di Depok
Mendorong Budaya Sensor Mandiri: Langkah Pemkot Depok Membangun Generasi Bijak Tontonan
Turnamen Lurah Limo Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pererat Silaturahmi Antarwarga
KLH Pantau TPA Cipayung Pascakebakaran, Titik Panas Bawah Permukaan Masih Diwaspadai
Proyek Pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda Capai Progres 15 Persen
LSF Dorong Kesadaran Publik Memilih Tontonan Melalui Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri
Santunan Anak Yatim Warnai Kegiatan Wisata Keberagaman RW 07 Limo
Dishub Depok Segera Luncurkan Angkot Listrik, Siap Layani Trayek Terminal Depok–Jatijajar

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:42 WIB

Memanfaatkan Lahan Sempit, Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga di Depok

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:35 WIB

Mendorong Budaya Sensor Mandiri: Langkah Pemkot Depok Membangun Generasi Bijak Tontonan

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:54 WIB

Cegah Stunting di Jakarta Utara, PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa Edukasi Warga Rorotan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:55 WIB

Turnamen Lurah Limo Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pererat Silaturahmi Antarwarga

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:52 WIB

KLH Pantau TPA Cipayung Pascakebakaran, Titik Panas Bawah Permukaan Masih Diwaspadai

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:56 WIB

LSF Dorong Kesadaran Publik Memilih Tontonan Melalui Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:46 WIB

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Wakil Wali Kota Depok Rayakan Kemenangan Tim Jagoannya

Senin, 20 Juli 2026 - 21:27 WIB

Santunan Anak Yatim Warnai Kegiatan Wisata Keberagaman RW 07 Limo

Berita Terbaru