oleh

Visioning Workshop Pembangunan Bidang Air Bersih Dan Sanitasi Kota Depok

Siarandepok.com– Walikota Depok, KH. Dr. Mohammad Idris, dan Chief of Party USAID lUWASH PLUS, LouisO’ Brien hari ini Kamis, 13 Juli 2017, telah menandatangani program kerja lima tahun pembangunan sektor air minum dan sanitasi kota Depok dalam rangka percepatan pencapaian target Akses Universal 2019, pecapaian target RPJMD Kota Depok 2016-2021, dan SDGs 2030.

Acara tersebut dihadiri Pemerintah Pusat, yaitu dari Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian kesehatan, dan Kementerian Keuangan serta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan USAID Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Ibu Tri Dewi Virgiyanti, ST, MEM, selaku Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bidang Pengembangan Regional Bappenas memberikan kata sambutan dan arahan tentang salah satu amanat RPJPN 2005-2025, yaitu pembangunan dan penyediaan air minum dan sanitasi yang diarahkan untuk mewujudkan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Target universal akses 2019 merupakan upaya percepatan untuk memenuhi amanat tersebut

USAID lUWASH PLUS merupakan program kerjasama teknis bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam pencapaian target akses universal dan sDGs 2030 tersebut. Kota Depok terpilih menjadi salah satu dari lima daerah dampingan program di wilayah Jawa Barat.

Rencana Program 5 Tahun ini disusun berdasarkan hasil kajian bersama terhadap permasalahan dan kondisi terkini sektor air minum dan sanitasi dan rencana kerja pemerintah daerah yang akan didukung oleh Program USAID IUWASH PLUS dan program-program dari donor/lembaga lain. Laju perkembangan perkotaan Kota Depok yang terbilang pesat memunculkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar warganya, termasuk dalam pelayanan air minum dan Sanitasi.

Cakupan pelayanan air minum aman di Kota Depok pada 2016 mencapai 73,52%, dimana sebanyak 16,34% dilayani oleh PDAM, 0,63% oleh SPAM komunal masyarakat, dan 56,55% dengan sistem individual (sumur, dll) yang terlindungi. Sedangkan cakupan pelayanan sanitasi 2016 sebesar 75,39 yang dilayani melalui sistem individual (tangki septik) IPAL komunal, dan jamban sehat. Selebihnya masih melakukan praktek Buang Air Besar sembarangan (BABs).

Dengan gambaran tersebut, maka masih ada tantangan yang cukup besar bagi Pemerintah Kota untuk memenuhi target akses universal 100% layanan air minum yang aman dan 100% layanan Sanitasi layak.

Acara Workshop visioning Pembangunan Bidang Ar Minum dan sanitasi ini merupakan ajang untuk mendapatkan pemahaman bersama tentang kondisi dan tantangan Kota Depok dalam bidang tersebut dan sekaligus menyatukan komitmen antara Pemerintah Kota dan DPRD untuk memberikan dukungan kebijakan dan priiritas anggaran bagi program dan kegiatan yang mempercepat pencapaian target tersebut diatas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru