Keluarga Bertakwa Keluarga Bahagia

- Reporter

Senin, 5 Juni 2017 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, MA
Dosen Pascasarjana FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Adakah pengaruh positif ibadah puasa bagi pembentukan keluarga bahagia? Jelas ada. Ibadah puasa dapat meningkatkan disiplin, semangat kerjasama, saling menyayangi, dan yang paling penting adalah terpadunya cita-cita, yakni kehendak untuk menjadi manusia yang bertakwa.

Keinginan kuat untuk meraih gelar muttaqin inilah yang menjadi modal berharga untuk membangun keluarga bahagia. Pendek kata, puasa yang saat ini kita jalani sebenarnya tengah mengajarkan kepada kita bagaimana mengelola keluarga sesuai dengan karakteristik sifat takwa itu sendiri. Masalahnya, seperti apakah karakteristik takwa itu sendiri yang dapat dijadikan sebagai pedoman pengelolaan keluarga bahagia?

Untuk mengelola keluarga bahagia melalui momentum Ramadhan, kita bisa menelusuri masing-masing huruf pembentuk kata “taqwaa” dalam bahasa Arab.

Pertama, semua anggota keluarga harus menanamkan sikap tawadhu. Artinya tidak sombong, sopan santun, tidak bertingkah yang membuat orang lain resah, merasa terhina, dirugikan, tertindas, dan terzalimi. Bila Allah menganugerahkan kekayaan, maka sedianya kekayaan yang kita miliki tidak membuat orang lain minder, jatuh miskin, atau membuat mereka bernafsu untuk merebutnya dari kita.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa di dalam kekayaan yang kita miliki terdapat bagian mereka yang tak berpunya. Bila orang lain bersikap tidak baik dan sinis, maka serta merta kita mengoreksi diri. Kita sadar diri, pasti ada yang tidak benar pada diri kita sehingga ada orang lain yang bersikap seperti itu. Bukan sebaliknya, menyuruh orang lain untuk memperbaiki sikapnya kepada kita.

Tawadhu ini bisa kita terapkan dalam hubungan internal keluarga, baik kepada ayah, ibu, kakak, adik, bahkan pembantu di rumah kita maupun dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Mengelola keluarga bahagia, dengan demikian, berpangkal dari sikap tawadhu ini. Benar kiranya pernyataan orang bijak yang menyatakan bahwa kesombongan itu akan membawa malapetaka.

Bila selama ini keluarga kita belum merasa bahagia, bisa jadi, lantaran kita lebih suka berkata-kata nista, mengedepankan keangkuhan, dan kerap-kali memancing permusuhan. Kini saatnya, puasa mengoreksi disharmonis yang terjadi dalam keluarga kita. Mari bersama-sama kita terapkan sikap tawadhu sebagai karakteristik pertama insan bertakwa.
Kedua, kebahagiaan keluarga akan kian sempurna bila semua anggota kelurga bersikap qana’ah. Maksudnya, hidup hemat dan sederhana, serta merasa cukup atas rezeki yang dianugerahkan Allah. Semua anggota keluarga tidak pernah memikirkan apa yang belum diberikan Tuhan, tetapi menyukuri semua yang telah Allah berikan, kendati kecil dan sedikit.

Seisi keluarga tak bergeming, kendati keluarga lain hidup berlebihan dan memiliki kekayaan, mereka tetap merasa qana’ah atas rezeki yang telah Allah kasih. Keluarga model ini memahami benar makna firman Allah: “Dan janganlah kamu tergiur oleh kesenangan yang Kami berikan kepada beberapa keluarga di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia. Kami hendak menguji mereka dengan kesenangan itu” (QS. Thaha/20: 131).

Ketiga, bila kita mendambakan keluarga bahagia maka peliharalah diri dari semua perbuatan dan makanan yang tidak halal. Inilah karakteristik ketiga dari takwa yaitu sikap wara’. Keluarga yang dihuni oleh pribadi-pribadi yang bertakwa tidak akan sudi menyeleweng. Kendati sang ayah adalah seorang pejabat tinggi pemerintah, maka ia sediktipun tidak akan membawa pulang harta hasil korupsi.

Begitu pula ibu, tidak akan menguntit sumbangan untuk aktivitas sosial yang disampaikan kepadanya. Masing-masing berusaha untuk menjadi manusia bersih dan selektif, bagai lebah yang tidak pernah bersentuhan dengan kotoran sepanjang hidupnya.

Inilah sikap wara’ yang menjadikan seseorang tidak saja dicintai sesamanya tetapi juga dicintai oleh Allah SWT. Diriwayatkan, seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: “Perbuatan apakah yang menyebabkan seseorang dicintai Allah dan dicintai sesama manusia?” Rasulullah SAW menjawab: “Jangan serakah terhadap harta, engkau akan dicintai Allah. Jangan tamak terhadap hak-hak orang lain, engkau akan dicintai sesama manusia” (HR. Ibnu Majah).

Keempat, untuk mengelola keluarga menjadi bahagia, damai dan penuh kasih sayang seyogianya seluruh anggota keluarga memiliki ciri takwa yang terakhir yaitu yaqin (yakin, percaya). Percaya bahwa Allah begitu dekat, hadir, dan tak akan membiarkan hamba-Nya terlunta-lunta dan menderita. Keyakinan yang teguh bahwa pertolongan Allah begitu dekat dan rahmat Allah pasti akan datang membuat keluarga semakin optimis. Optimis bahwa dengan berbekal takwa dan menjalani semua karakteristiknya keluarga yang bahagia bakal menjadi kenyataan.

Karena itu, di bulan suci ini, mari perkuat keyakinan kita kepada-Nya. Yakin Allah Maha Penolong. Yakin bahwa Allah selalu bersama, seperti pesan Rasulullah dalam sebuah hadits qudsi: “Aku bersama hamba-Ku jika ia mengingat-Ku dan (bersama) orang yang bibirnya bergerak karena (mengingat) Aku” (HR. Bukhari).*⁠⁠⁠⁠

Berita Terkait

Fatijja Qur’an Gelar Kegiatan Fatijja Talk 9.0 Bahas Rahasia Membangun Sekolah Islam yang Diingat dan Dipercaya Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd Konsultan Sekolah Islam Alumni Gontor
KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow
Persatuan Unit-Unit Sukamaju Gelar Donor Darah, Gebyar UMKM, dan Cek Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Masyarakat
Telah Dibuka! Penerimaan Santri Baru Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027
Awali Tahun Baru Islam, MUI Kecamatan Pancoran Mas Gelar Subuh Keliling di Masjid Taman Firdaus Depok Jaya
Usai Musim Haji, KIAS Travel Adakan Umroh Awal Musim 1447 H:Catat Tanggalnya!
Telah Dibuka Pendaftaran Bimbel Persiapan Masuk Ma’had Al-Azhar Cairo Tahun 2025 Bersama Bimbel Primago
SMP Tirtajaya Gelar Isra Mi’raj, Sambut Kemenangan Palestina Dengan Imani Sejarah Isra’ Mi’raj

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Ciptakan Momen Seru Keluarga di Family Fun Run 2.5K Depok!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Imbas Susu Menggumpal, SPPG Bojong Pondok Terong 4 Dihentikan Sementara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pembangunan Daerah, Lurah Serua Ajak Warga Disiplin Bayar Pajak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Sulap Posyandu Bandeng Beji, Dana RW Rp300 Juta Terbukti Nyata

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:53 WIB

H. Iman Yuniawan Layak Pimpin Demokrat Depok

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:50 WIB

KONI Depok Gelar Doa Bersama Jelang Porprov Jabar 2026, Targetkan 30 Medali Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Bangkitkan Percaya Diri, 80 Anak Istimewa Depok Ikut Pelatihan RKAI

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Wajah Baru Jalan Cinere Raya, Bebas Macet Akhir 2026!

Berita Terbaru

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Depok Tahun 2026 digelar oleh DP3AP2KB yang bertempat di Gedung Baleka 2 lantai 10, Kamis (15/10/26). (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Headline

Suara Anak Depok, Arah Kebijakan Kota

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:35 WIB

Depok Kids Run Festival hadirkan kategori lomba lari bareng keluarga (Family Fun Run 2,5K). (Foto: dok. Narasumber)

Berita Depok

Ciptakan Momen Seru Keluarga di Family Fun Run 2.5K Depok!

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:31 WIB

Lurah Beji, Samsu Sadikin. (Foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita Depok

Sulap Posyandu Bandeng Beji, Dana RW Rp300 Juta Terbukti Nyata

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:24 WIB