
Ingin menunjukkan empati merupakan reaksi wajar tiap berhadapan dengan penyintas kanker. Reaksi serupa sebetulnya selalu didapati tiap kali menemui pasien dengan penyakit akut atau kronis.
Dikutip dari situs medium.com, ternyata ada cara-cara tertentu menunjukkan empati pada pasien. Cara ini memungkinkan empati bisa tersampaikan dengan baik, tanpa ada kesan sekadar basa-basi. Berikut caranya.
1. Menyadari sakit yang dirasakan pasien
Ini adalah tahap pertama dan terbaik dalam menyampaikan empati pada pasien. Kesadaran memungkinkan munculnya perasaan terhubung antara pasien dengan orang lain. Hasilnya pasien merasakan dukungan dan pengertian selama menghadapi penyakitnya dari lingkungan sekitar.
Kalimat yang bisa digunakan adalah, “Saya menyesal kamu harus mengalami ini,” “Wow, ini sangat menyebalkan,” “Aku benci ini terjadi pada kamu,” dan “Saya bisa memperkirakan penyakit ini akan sulit.”
2. Katakan perasaan pribadi
Pasien sebetulnya sangat ingin didengar dan punya validasi atas kesulitan yang sedang dialami. Menghadapi situasi ini, tak ada salahnya mengaku jika tidak tahu yang harus dikatakan atau tak bisa membayangkan kesusahan yang dialami pasien. Ekspresi apa pun yang dipilih pastikan tidak membicarakan kondisi pribadi, namun tetap fokus pada pasien.
Kalimat yang bisa digunakan dalam tahap ini adalah, “Saya nggak tahu harus bilang apa,” Gue nggak bisa bayangin yang elo rasain sekarang,” “Sedih banget waktu dengar kamu sakit,” atau “Rasanya jadi ikut sakit.”
3. Ucapkan terima kasih karena pasien bersedia bercerita
Beberapa pasien enggan berbagi cerita perjuangan karena khawatir tidak menerima respon empati, apalagi jika pernah merasa kecewa sebelumnya. Karena itu, tunjukkan rasa terima kasih karena berbagi menunjukkan rasa percaya. Selanjutnya jangan ragu untuk menunjukkan ekspresi terima kasih.
Beberapa kalimat yang bisa digunakan adalah, “Terima kasih sudah mau berbagi,” “Saya senang kamu cerita,” “Terima kasih sudah percaya karena ini artinya besar,” dan “Ini pasti sulit dibicarakan, terima kasih mau terbuka.”















