Meneladani Kedermawanan Utsman Bin Affan

- Reporter

Jumat, 15 Februari 2019 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nurizal Ismail (Direktur Pusat Studi Kitab Islami STEI Tazkia & Peneliti ISEFID)

Dalam sebuah kuliah umum di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia bertajuk Muslim Youth Contribution in Islamic Economic History: Past and Present, Ustadz Bachtiar Natsir (UBN), yang didaulat sebagai salah satu pembicara, menjelaskan bagaimana sosok kedermawanan salah satu Khulafāu al-Rāshīdin, Utsman bin ‘Affan Raḍiyallāhu ‘Anhu yang sering membantu serta memperjuangkan Islam dan Muslimin di zaman Rasulullah SAW.

Sontak, kami pun bertanya dalam hati, apa yang dilakukan oleh Utsman bin ‘Affan sehingga kita tidak mengetahui kenapa beliau dikategorikan sebagai seorang dermawan? Peran besar apa yang pernah dirinya lakukan terhadap Islam? Seberapa kaya Utsman bin Affan sehingga ia bisa sebegitu dermawannya terhadap Islam?

Belum selesai kami bergumam, UBN menjelaskan bahwa figur kedermawanan Ustman bin Affan adalah ketika ia memberikan pinjaman terbaik kepada Allah SWT. UBN lantas merujuk ucapannya tentang ‘Utsman bin ‘Affan tersebut dengan membaca surat Al-Baqarah ayat 245 yang memiliki terjemahan sebagai berikut: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Qs Al-Baqarah: 245).

Ahmad Muṣṭafā bin Muhammad bin Abdul Mun’im Al-Maraghi dalam karya monumentalnya, Tafsir Al-Marāghī, menjelaskan bahwa pinjaman terbaik yang dimaksud adalah berinfaq di jalan Allah SWT sesuai dengan kebutuhan dan niat yang baik untuk dapat dimanfaatkan bagi seluruh Muslim dan dilakukan dengan cara-cara yang disyariatkan Islam. Sedangkan Imam Al-Qurṭūbī dalam karyanya, Jāmi’ li Aḥkāmi al-qur’ān, menjelaskan jika ayat tersebut merupakan perintah Allah SWT kepada umatnya untuk senantiasan berinfaq di jalan Allah SWT.

Fakta sejarah pun berkata demikian. Utsman bin ‘Affan disebut-sebut sebagai sosok di belakang pembangunan Sumur Rumata, mendanai pasukan ‘Usrah serta sosok di balik perluasan Masjid Nabawi. Kesemuanya, ‘Utsman bin ‘Affan lakukan bukan atas perintah Rasulullah secara langsung melainkan keyakinannya kepada apa yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Karena keyakinannya dalam memberikan pinjaman yang terbaik kepada Allah SWT beliau ‘dinobatkan’ oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu sahabat yang dijanjikan oleh Allah SWT masuk ke dalam Surga.

Dalam riwayat yang berhasil kami himpun dikisahkan bahwa Rasulullah telah bersabda: “Siapa saja yang menggali Sumur Rumata maka untuknya surga.” Maka sumur tersebut digali oleh Utsman.

Rasulullah SAW kembali bersabda: “Barangsiapa yang mendanai pasukan ‘Usrah maka untuknya surga.” Maka menurut penuturan Abdurrahman bin ‘Auf, Utsman bin ‘Affan mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa 700 gantang emas yang diperuntukkan bagi pasukan ‘Usrah.

Pun ketika kapasitas Masjid Nabawi tidak mampu menampung lagi jamaah Muslim yang semakin bertambah, Rasulullah SWT bersabda: ““Barangsiapa membeli lokasi milik keluarga fulan lalu menambahkan untuk perluasan masjid dengan kebaikan maka ia kelak di surga.” Lagi-lagi, Utsman membeli lokasi tersebut dengan uang pribadi dan lantas diwakafkan kepada pihak masjid.

Teladan yang diberikan ‘Utsman bin ‘Affan seharusnya menjadi pelecut semangat setiap umat Muslim di seluruh dunia. Karena apa yang diperagakan oleh ‘Utsman bin Affan hadir dengan semangat kedermawanan hati untuk terus berinfaq di jalan Allah SWT. Dengan kedermawanan, anasir pemahaman kapitalis seperti sikap materialistis, hedonis, boros, berlebih-lebihan akan terkikis dan hilang dengan sendirinya.

Selain itu, untuk menjadi seorang dermawan, Anda tidak perlu menunggu untuk kaya terlebih dahulu. Al-Mawardī dalam kitabnya Adabu al-dunyā wa al-dīn menjelaskan bahwa kedermawanan dapat lahir dari pemberian sesuatu kebutuhan yang diperlukan oleh mereka yang berhak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Artinya, jika Anda mampu melaksanakan instrumen-instrumen seperti zakat, infaq, sedekah dan wakaf, maka Anda sudah dapat dikategorikan sebagai seorang yang dermawan.

Andai sikap kedermawanan ‘Utsman bin ‘Affan sudah terlaksana, saya yakin ekonomi keumatan berbasis kedermawanan ‘Utsman akan terbentuk. Dalam skala makro, andai sebuah negara bersikap dermawan, maka Allah SWT berjanji akan menjadikan negara tersebut sebagai negara yang baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr. Wallāhu a’lam bi al-ṣawāb.

Berita Terkait

Menyala!! Adam dan Hendra Siap Menjadi Agen Perubahan RT 003 dan RT 004 Sukatani
Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen
KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow
BNN Cup 7 Digelar di Depok, 2.282 Atlet dari 16 Provinsi Ikuti Kejuaraan Pencak Silat
Dokter Karlina Resmi Pimpin KADIN Kota Depok Masa Bakti 2026–2031
120 Bangunan Liar di Jalan Pasir Putih Sawangan Ditertibkan, Pospol Ikut Direlokasi
Pemkot Depok Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
BNN Cup 7 Digelar di Depok, Diikuti Lebih dari 2.000 Atlet dari 16 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:10 WIB

KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

BNN Cup 7 Digelar di Depok, 2.282 Atlet dari 16 Provinsi Ikuti Kejuaraan Pencak Silat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Dokter Karlina Resmi Pimpin KADIN Kota Depok Masa Bakti 2026–2031

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:45 WIB

120 Bangunan Liar di Jalan Pasir Putih Sawangan Ditertibkan, Pospol Ikut Direlokasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Pemkot Depok Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:39 WIB

BNN Cup 7 Digelar di Depok, Diikuti Lebih dari 2.000 Atlet dari 16 Provinsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:35 WIB

dr. Karlina Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KADIN Kota Depok Periode 2026-2031

Berita Terbaru

Artikel

2 Praktisi Talent Mapping Minat Bakat di Indonesia

Sabtu, 22 Agu 2026 - 21:07 WIB