RI-Afghanistan Dorong Pelaku Industri Tingkatkan Kerja Sama B2B

- Reporter

Kamis, 4 Oktober 2018 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dan Afghanistan mendorong peningkatan kerja sama business to business (B2B) antara pelaku industri kedua negara. Kemitraan ini diyakini mampu memacu pertumbuhan ekonomi yang sama-sama menguntungkan sehingga membawa dampak kepada kesejahteraan masyarakat.

“Yang paling penting kami dorong B2B untuk saling melihat potensinya. Namun, mereka melihat bahwa pengembangan industri di Indonesia relatif lebih unggul dibandingkan mereka. Mereka pun ingin belajar membuat kebijakan industri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Kepala Eksekutif Pemerintahan Afghanistan Abdullah Abdullah di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (4/10).

Menurut Menperin, dari pertemuan tersebut, Pemerintah Afghanistan mengharapkan perlakuan khusus terhadap komoditas mereka yang diekspor ke Indonesia. “Mereka merasa kalau produknya masuk ke Indonesia tidak mendapat treatment khusus, itu menjadi sulit bersaing,” ujarnya.

Airlangga menyebutkan, Afghanistan mempunyai potensi bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industri farmasi di Indonesia. “Jadi, melalui hilirisasi, industri kita meningkatkan nilai tambah bahan baku tersebut. Selain itu, Afghanistan juga merupakan produsen essential oil yang cukup besar,” tuturnya

Di samping itu, Pemerintah Afghanistan juga berharap kepada investor Indonesia dapat meningkatkan investasi di sana. “Dalam waktu dekat, kedua negara akan melakukan capacity building terlebih dahulu. Kemudian, nanti ditingkatkan ke level investasi dan kunjungan ke Afghanistan,” imbuhnya.

Menurut Airlangga, Pemerintah Afghanistan telah mengambil langkah reformasi untuk meciptakan iklim usaha yang kondusif. Oleh karenanya, pelaku bisnis Indonesia perlu melihat peluang ekspansi ke negara tersebut. “Yang masih potensial, antara lain sektor agrikultur, proyek infrastruktur, eksplorasi mineral, tekstil dan aneka, serta sektor industri kecil dan menengah,” ungkapnya.

Sebaliknya, Menperin mengundang pelaku bisnis Afghanistan agar meningkatkan penanaman modal di Indonesia khususnya di industri manufaktur. “Selain itu termasuk jasa perawatan untuk mendukung proyek infrastruktur di dalam negeri. Kerja sama ini akan menempatkan Indonesia sebagai partner utama di Asia Tenggara untuk memenuhi kebutuhan pembangunan ekonomi Afghanistan,” paparnya.

Dalam bidang perdagangan, Afghanistan menempati urutan ke-113 dalam statistik ekspor Indonesia ke dunia dengan total nilai ekspor pada tahun 2016 sebesar USD16,22 juta, meningkat menjadi USD20,18 juta pada tahun 2017. Sementara itu, Afghanistan telah berinvestasi di Indonesia untuk sektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, logam dasar, barang logam, mesin, serta elektronika dengan 16 proyek senilai USD90,5 ribu.

Berkembang progresif

Pada kesempatan berbeda, Menperin menyampaikan, kemitraan Indonesia dan Korea Selatan terus berkembang secara progresif dan semakin luas ruang lingkupnya. Kerja sama khusus di sektor strategis, termasuk industri, telah disepakati oleh kedua pemimpin negara pada November 2017 guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kedua negara.

“Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Seoul bulan lalu, juga membuka peluang yang lebih besar untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak di berbagai bidang, seperti penerapan industri 4.0,” ujarnya ketika mewakili Pemerintah Indonesia pada National Day & Armed Forces Republic of Korea di Jakarta, Selasa (2/10).

Airlangga menjelaskan, Korsel merupakan mitra utama bagi Indonesia dalam berkolaborasi di sektor industri, investasi dan perdagangan. “Kerja sama yang terjalin dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri melalui hilirisasi sekaligus penambahan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Nilai investasi Korsel terus meningkat sehingga menempati peringkat ketiga terbesar di Indonesia. Hingga pertengahan tahun ini, nilainya telah mencapai USD1,15 miliar, sementara tahun 2017 sebesar USD2,2 miliar. Perusahaan-perusahaan Korsel di Indonesia telah menyerap sebanyak 900 ribu tenaga kerja lokal.

Potensi perdagangan kedua negara juga masih cukup besar. Tahun 2017, neraca perdagangan RI-Korsel mengalami surplus sebesar USD78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai USD17 miliar. Diproyeksi nilai perdagangan kedua negara semakin meningkat dengan target sebesar USD30 miliar tahun 2022.

“Walaupun kerja sama perdagangan telah kuat, namun perlu ditingkatkan lagi dalam upaya untuk mengurangi hambatan dan mengeksplorasi lebih banyak peluang khususnya aksi kolaborasi di sektor manufaktur untuk memperkuat struktur industri yang berkesinambungan dan kokoh,” paparnya.

Airlangga menyebutkan, beberapa sektor industri manufaktur yang prospektif untuk dijajaki kerja sama di antara pelaku usaha RI-Korsel, antara lain industri logam, otomotif, kimia, perkapalan, elektronika, tesktil dan produk tesktil, alas kaki, kabel listrik, energi, serta industri kecil dan menengah. “Selain itu, guna mendukung industri 4.0, kedua negara sepakat bersinergi dalam pengembangan SDM,” imbuhnya.

Pada kegiatan Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 di Seoul, September lalu, terdapat enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah menyatakan minatnya segera berinvestasi di Indonesia. Total komitmen investasi tersebut mencapai USD446 juta.

Pertama, LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel listrik senilai USD50 juta di Karawang, Jawa Barat. Kedua, Parkland yang menggelontorkan dananya sebesar USD75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa Tengah. Ketiga, Sae-A Trading menanamkan modal hingga USD36 juta untuk sektor tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Selanjutnya, keempat, Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai USD100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat. Kelima, World Power Tech dengan mitra lokalnya PT NW Industries yang berinvestasi sebesar USD85 juta untuk pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat. Serta keenam, InterVest dengan Kejora Ventures yang menamamkan modalnya USD100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta.

“Sejumlah perusahaan lainnya, seperti Cheil Jedang, Lotte Group, Posco, dan Hyundai Group juga komit untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia,” ungkap Airlangga. Apalagi, industri otomotif, kimia serta tekstil dan pakaian merupakan sektor yang diprioritaskan pengembanggannya agar menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri keempat sesuai Making Indonesia 4.0.

“Indonesia juga menyambut hasil positif dari the 3rd Inter-Korean Summit di Pyongyang baru-baru ini. Kami berharap momentum penting tersebut dapat membawa era baru untuk kedamaian, stabilitas, kemakmuran dan mendukung semenanjung Korea agar bebas dari ancaman senjata nuklir,” ujarnya. Indonesia juga siap berkontribusi untuk penegakan kedamaian dan kemakmuran di wilayah tersebut.

Berita Terkait

SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor.
Pantau KDKMP Grogol, Supian Suri Pastikan Program Kebutuhan Pokok Murah Berjalan
SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor.
SMP Mumtaza Islamic School Gelar Fieldtrip 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terpadu Al Ikhwan Tasikmalaya Gandeng PRIMAGO Consulting dalam Pengembangan Sekolah
Mustika Ratu Perkuat Transformasi Bisnis, Dua Direksi Raih Penghargaan  CEO dan CFO Award 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Wakil Wali Kota Depok Buka Kejuaraan Voli Muda: Fokus Sportivitas & Bakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:08 WIB

SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:04 WIB

KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:58 WIB

LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Praktisi Hukum Andi Tatang Supriyadi: “Polemik Pembelian Buku Istri Walikota Depok, Jangan Asal Menuduh Korupsi Tanpa Pembuktian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Intip Fasilitas Bermain Baru TKIT Arafah Depok Hasil Revitalisasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pantau KDKMP Grogol, Supian Suri Pastikan Program Kebutuhan Pokok Murah Berjalan

Berita Terbaru

Penyaluran bantuan sembako untuk warga kurang mampu dan anak yatim diselenggarakan oleh Koramil 02/Beji lewat agenda Jumat Berkah di Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (23/10/26). (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Peringati HUT Korem 051, Koramil Beji Sebar Bantuan Sembako

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:22 WIB

Guna meningkatkan kesiapsiagaan, SDN Anyelir 1 Depok memberikan pelatihan P3K bagi guru dan menggelar simulasi bencana untuk para muridnya pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

SDN Anyelir 1 Siap Siaga: Murid dan Guru Belajar Tanggap Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:14 WIB

Momen Wali Kota Depok, Supian Suri, saat melepas kontingen Kota Depok untuk berkompetisi dalam ajang Porprov XV Jawa Barat 2026. (Foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Depok Bidik Posisi 5 Besar di Porprov Jabar 2026

Sabtu, 24 Okt 2026 - 07:25 WIB