SIARANDEPOK.COM – Animo masyarakat, khususnya lanjut usia, untuk mengikuti program Sekolah Lanjut Usia di Provinsi Jawa Barat, termasuk di Depok, dinilai tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Provinsi Jawa Barat, Adang Syamsul Hadi, dalam kegiatan Sosialisasi Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja BKKBN-Kemendukbangga dan Komisi IX DPR RI di Kota Depok. Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan yang berpihak pada lansia agar mereka tidak terasingkan, salah satunya dengan mendukung dan memfasilitasi Sekolah Lansia.
Sekolah Lansia hadir sebagai wadah kegiatan dengan kurikulum yang disesuaikan untuk kehidupan sehari-hari, mencakup kesehatan fisik, kondisi emosional, spiritual, keterampilan, hingga peran dalam keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini umumnya diselenggarakan satu sampai dua kali dalam sebulan dengan durasi singkat sekitar satu hingga dua jam per pertemuan agar tidak melelahkan. Selain materi di kelas, peserta diajak mengikuti senam, berkebun, membuat kerajinan tangan, serta menjalani pemeriksaan kesehatan rutin oleh tenaga medis.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebagian besar lansia rentan mengalami kesepian atau depresi. Sekolah Lansia menjadi sarana penting untuk memperluas pergaulan, mengobrol, dan bertemu teman sebaya. Interaksi sosial yang terjalin di tempat ini mampu membuat para peserta merasa lebih ceria, bersemangat, serta terhindar dari rasa jenuh selama berada di rumah.
Melihat antusiasme peserta yang tinggi di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, pemerintah berencana memperluas berbagai kebijakan pro-lansia, seperti pembangunan fasilitas umum ramah lansia. Ke depan, program seperti potongan harga, penyediaan lapangan kerja, hingga lansia kewirausahaan akan terangkum dalam program Lansia Berdaya. Program ini bertujuan agar lansia tetap aman, nyaman, dan produktif sesuai dengan Tujuh Dimensi Lansia Tangguh, yaitu dimensi spiritual, emosional, intelektual, fisik, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan.
Adang menambahkan bahwa sosialisasi yang bekerja sama dengan anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada pemangku kepentingan di tingkat kabupaten dan kota terkait program BKKBN-Kemendukbangga. Pada kesempatan yang sama, Nuroji menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga, pengasuhan anak, keterlibatan ayah, dan pemberdayaan lansia demi mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan sejahtera.
Nuroji juga memaparkan transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kemendukbangga/BKKBN sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024. Perubahan ini menjadi langkah adaptasi terhadap dinamika kependudukan dan pembangunan keluarga, sekaligus memperkuat pelaksanaan program untuk mendukung pencapaian Generasi Emas Indonesia 2045.