
SIARANDEPOK.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kota Depok di kancah nasional, di mana Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Miftahul Ulum yang berlokasi di Kecamatan Cinere sukses menyabet peringkat ketiga nasional kategori pembudayaan keamanan pangan tingkat SD/MI. Berdasarkan laporan dari portal resmi berita.depok.go.id, pencapaian gemilang ini diraih dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Oktober 2026 melalui keikutsertaan sekolah dalam program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) yang digagas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, didampingi Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Devi Maryori dalam kegiatan Apel Pagi yang berlangsung di Lapangan Balai Kota Depok, Senin (26/10/2026). Keberhasilan ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses kompetisi berjenjang yang ketat, mulai dari tingkat kecamatan hingga kota, di mana sekolah ini konsisten menjadi yang terbaik sebelum akhirnya melaju dan berjaya di tingkat nasional dengan pendampingan intensif dari BPOM Jawa Barat.
Kepala SDIT Miftahul Ulum Cinere, Dedi Setiawan, mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam program ini memberikan dampak positif yang sangat besar dalam membentuk kesadaran siswa terhadap konsumsi makanan yang higienis. Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar para pelajar memiliki kepekaan terhadap produk pangan yang beredar di lingkungan sekitar mereka. “Program ini sangat baik untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang jajanan yang aman dan sehat. Mereka diajarkan mengenali makanan yang perlu diwaspadai, seperti yang warnanya terlalu mencolok, berbau menyengat, atau sudah berubah kondisi,” ujar Dedi.
Sebagai langkah konkret pembudayaan di lingkungan sekolah, pihak manajemen tidak hanya mengandalkan teori di kelas saja, tetapi juga membentuk duta pangan aman serta menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) untuk mengedukasi siswa mengenai pemahaman gizi pada kemasan produk makanan. Selain itu, para siswa juga dibiasakan untuk menerapkan metode Cek KLIK secara mandiri sebelum membeli maupun mengonsumsi jajanan sehari-hari.
Penerapan pengawasan ketat di sekolah ini mencakup berbagai aspek hulu hingga hilir, mulai dari kantin sekolah, katering penyedia makanan, hingga bekal harian yang dibawa oleh masing-masing siswa dari rumah. Efektivitas edukasi tersebut juga diukur secara berkala melalui metode evaluasi berupa tes awal dan tes akhir guna memastikan pemahaman anak-anak benar-benar terserap dengan baik dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Menutup keterangannya, Dedi Setiawan berharap pencapaian ini dapat memotivasi instansi pendidikan lainnya di Kota Depok untuk turut serta membangun budaya keamanan pangan sejak usia dini demi mewujudkan generasi bangsa yang unggul dan berkualitas. “Harapannya, kebiasaan memilih makanan yang aman dan sehat ini terus diterapkan oleh anak-anak. Program ini bukan hanya soal prestasi sekolah, tetapi juga upaya mempersiapkan generasi yang sehat,” pungkasnya.














