
SIARANDEPOK.COM — Proyek pelebaran Simpang Parung Bingung beserta sejumlah titik jalan di sekitarnya dijadwalkan bakal segera dimulai pada pekan depan. Berdasarkan laporan resmi dari portal berita berita.depok.go.id, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok melalui Bidang Bina Marga kini tengah mematangkan langkah eksekusi di lapangan.
Untuk memastikan proyek berjalan tanpa kendala, DPUPR bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok serta jajaran terkait telah meninjau langsung area konstruksi. Langkah peninjauan dan pemetaan ini turut memuat survei teknis bersama para pemilik utilitas demi meminimalkan potensi gangguan saat proses pengerjaan.
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menyampaikan bahwa cakupan penanganan meliputi pembuatan jalur jalan baru dan dua jembatan yang melintasi Kali Angsana serta Kali Pesanggrahan. Selain kawasan persimpangan utama, pengerjaan penataan jalan ini juga menyasar tiga akses penghubung penting, yaitu Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, dan Jalan Meruyung Raya.
Fokus pembangunan pada tahun ini ditargetkan pada sisi timur Jalan Raya Muchtar sepanjang 424 meter mulai dari kawasan Simpang Parung Bingung. Skema pekerjaan dilakukan dengan membuat jalur lintasan baru di area lahan yang telah dibebaskan, diserta penambahan duplikasi jembatan untuk menambah kapasitas daya tampung kendaraan.
Sebelum konstruksi dimulai, Pemerintah Kota Depok telah menyelesaikan pembebasan lahan dalam empat tahapan segmen. Masing-masing mencakup segmen 1 seluas 2.145 meter persegi, segmen 2 seluas 5.307 meter persegi, segmen 3 seluas 2.401 meter persegi, hingga segmen 4 seluas 184 meter persegi.
Yodi memastikan bahwa selama pengerjaan jalur baru berlangsung, ruas jalan utama eksisting tetap dapat dilintasi kendaraan pengendara secara normal. Proyek penataan ini diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas serta meningkatkan kelancaran konektivitas di kawasan Parung Bingung dan sekitarnya.














