
SIARANDEPOK.COM – Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menyelenggarakan Dies Natalis ke-18 pada Rabu (7/10/2026) di Hall Tower, Kampus Polimedia Jakarta.
Mengusung tema “18 Tahun Polimedia Menguatkan Talenta Industri Kreatif yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berdampak”,
Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Polimedia menuju kampus berdampak secara global dalam mencetak generasi yang berdaya saing di era industri kreatif.
Mencapai perjalanannya yang ke-18 tahun, perayaan Dies Natalis Polimedia diwarnai dengan berbagai kegiatan, kompetisi karya mahasiswa, talkshow inspiratif, hingga peluncuran buku kolaborasi Polimedia dengan para pemangku kepentingan.
Direktur Polimedia, Dwi Riyono, menyampaikan bahwa perjalanan ke-18 tahun Polimedia menekankan pada tiga kata kunci yakni Unggul, Berdaya Saing, dan Berdampak.
Unggul ialah membangun budaya mutu, pembelajaran, riset, dan unggul dalam pelayanan.
Berdaya Saing yakni lulusan Polimedia memiliki kompetensi, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi agar mampu bersaing di dunia secara global.
Terakhir ialah Berdampak, yakni Polimedia menjadi kampus yang dapat menghasilkan perubahan bagi mahasiswa.
“Rangkaian Dies Natalis ke-18 Polimedia ini kami ingin memperlihatkan Polimedia semakin terbuka terhadap kolaborasi,”katanya.
Dia menambahkan, wajah Polimedia yang ingin bangun ialah kampus yang belajar dari industri, bekerja sama dengan industri, dan kampus yang menghasilkan solusi untuk industri.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Dies Natalis, Ari Supriyatna mengatakan, perayaan Dies Natalis menghadirkan semangat kolaboratif seluruh Sivitas Polimedia.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis dimulai pada awal oktober yang dilaksanakan di PSDKU Medan, PSDKU Makassar, dan terakhir kegiatan puncak di Kampus Jakarta pada 7 Oktober s.d 8 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis antara lain penandatangan MoU dan PKS bersama 12 mitra industri, Pameran Karya Inovasi, Pameran Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Career and Education Expo, pagelaran musik, dan penghargaan untuk Sivitas Akademika.
Adapun di momentum ini juga terdapat peluncuran buku berjudul
“Bahasa Indonesia Terapan untuk Industri Kreatif” dan “Pendidikan Agama Islam: Perspektif Keilmuan, Kebangsaan, dan Peradaban” yang merupakan hasil kerja sama antara Polimedia dan Penerbit Erlangga dalam mewujudkan ruang dunia professional dan masyarakat luas.
Ari menambahkan, Polimedia juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai stakeholder di lingkungan sekitar dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.
“Kami ingin menjadi bagian dari ekosistem masyarakat sekitar. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan sekitar untuk ikut memperkenalkan, mengembangkan, dan melestarikan budaya Betawi,”katanya.
Dia mengatakan, Kolaborasi ini melibatkan kelurahan, kecamata, dan pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, untuk memberikan dampak ekonomi pada masyarakat sekitar.
Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika, mitra industri, lembaga pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan orasi ilmiah dengan turut mengundang Entertainer dan Musisi Indonesia, Yosi Mokalu, dengan materi orasi bertemakan “Dari Ide Menjadi Dampak”.
Di lokasi sama, Dalam orasi ilmiahnya, Yosi Mokalu menegaskan bahwa ada tiga hal yang perlu direfleksikan dalam memperkuat talenta di industri kreatif.
Adapun tiga hal itu ialah kreativitas, kolaborasi, dan identitas.
Yosi menyampaikan, kreativitas, kolaborasi, dan identitas harus berjalan beriringan dalam menciptakan dan memperkuat talenta-talenta generasi unggul.
Karena itulah pentingnya sinergi antara kampus, komunitas, alumni, pemerintah, dan masyarakat dalam menentukan apakah sebuah karya memiliki relevansi atau tidak.
“Kreativitas memuat kita mempunyai ide dan membutuhkan manusia lain. Karena itulah kemampuan kolaborasi hari ini sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Bayangkan kalau seluruh kekuatan itu bertemu, kampus tidak lagi menjadi tempat menyelesaikan tugas namun menjadi tempat sebuah ide diuji,” ujarnya.
Terakhir, Yosi juga menekankan pentingnya identitas bagi para calon kreator di industri kreatif tanpa bergantung pada algoritma.
“Di Dies Natalis ke-18 Polimedia ini, saya ingin meninggalkan beberapa kalimat, yakni kenali siapa dirimu, kembangkan apa yang sudah dipercayakan, berani mencoba, belajar membaca perubahan dan beradaptasi, serta bangun kepercayaan,”katanya.
Pastikan karya membawa manfaat karena industri kreatif Indonesia tak hanya membutuhkan banyak orang kreatif, namun Indonesia membutuhkan kreator yang kompeten.
Seperti diketahui, Politeknik Negeri Media Kreatif merupakan perguruan tinggi yang fokus pada industri kreatif. Saat ini Polimedia memiliki 16 Program Studi baik jenjang D3 dan D4 di Kampus Jakarta, 4 Program Studi di PSDKU Medan, dan 4 Program Studi di PSDKU Makassar.
Tahun 2025, Polimedia juga resmi membuka Magister Terapan (S2) program studi Pemasaran, Inovasi, dan Teknologi.















