
SIARANDEPOK.COM – Kota Depok masuk dalam pertimbangan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menjadi lokasi proyek percontohan (pilot project) penerapan Sistem Komunikasi Radio Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Siskomrad PMPB) berbasis broadband. Langkah koordinasi ini dibahas melalui kunjungan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok pada Kamis (1/10/2026), sebagaimana dilansir dari Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok.
Ketua Tim Kerja Akselerasi Infrastruktur Sistem Komunikasi PMPB Komdigi, Indra Siswoyo, menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur Kota Depok menjadi alasan utama wilayah ini dipertimbangkan. Keberadaan layanan Call Center 112 Kota Depok yang berprestasi dan beroperasi dengan baik dinilai sangat relevan untuk dipadukan dengan jaringan radio broadband.
Selain Kota Depok, Komdigi juga tengah menjajaki kesiapan daerah tetangga seperti Bogor dan Jakarta sebagai calon lokasi pilot project. Komdigi telah mendistribusikan kuesioner kesediaan serta kesiapan infrastruktur kepada ketiga wilayah tersebut untuk menentukan lokasi uji coba secara pasti.
Pengembangan Siskomrad PMPB berbasis broadband ini bertujuan untuk menyempurnakan sistem komunikasi darurat yang selama ini digunakan. Komdigi menilai jejaring komunikasi lama masih memiliki keterbatasan interoperabilitas saat mengordinasikan penanganan darurat antarperangkat daerah dan instansi lintas sektor.
Hadirnya teknologi radio broadband diharapkan mampu mengintegrasikan komunikasi berbagai instansi secara real-time dan terhubung langsung. Integrasi ini dinilai penting agar hambatan teknis antarsistem komunikasi dapat diatasi sehingga alur koordinasi kedaruratan menjadi lebih cepat dan presisi.
Pemerintah Kota Depok menyambut positif penjajakan ini. Dengan sistem komunikasi yang terintegrasi, efektivitas penanggulangan bencana dan penanganan situasi darurat di Kota Depok diharapkan dapat meningkat signifikan demi keselamatan masyarakat.














