SIARANDEPOK.COM – Pemerintah Kota Depok meminta para pengguna jalan untuk bersabar menjelang dimulainya proyek pelebaran di kawasan Pertigaan Parung Bingung. Pengerjaan fisik proyek penataan lalu lintas ini ditargetkan segera berjalan setelah proses administrasi selesai. Berdasarkan laporan dari JurnalDepok, pelaksanaan pekerjaan pelebaran jalan tersebut dijadwalkan mulai terealisasi pada pertengahan Oktober 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menjelaskan bahwa proses pengadaan proyek saat ini sudah memasuki tahap mini kompetisi. Pihaknya optimistis penandatanganan kontrak kerja dengan pemenang lelang dapat dilakukan sesuai jadwal pada pertengahan bulan ini.
Proyek pembangunan ini mencakup kawasan RW 03 dan RW 10 di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, hingga tersambung ke Jalan Pemuda di Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan. Selain pelebaran badan jalan, pengerjaan infrastruktur ini juga mencakup pembangunan dua unit jembatan di wilayah perbatasan tersebut.
Mengenai kebutuhan dana, Pemkot Depok mengalokasikan anggaran total sebesar Rp19 miliar untuk merealisasikan seluruh rangkaian pekerjaan. Anggaran ini tercatat lebih efisien dibandingkan penetapan awal yang mencapai Rp24 miliar. Penghematan sebesar Rp5 miliar berhasil dilakukan setelah tim teknis melakukan evaluasi ulang terhadap efisiensi perencanaan proyek.
Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan parah selama masa konstruksi, Dinas PUPR Kota Depok terus berkonsolidasi dengan Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya. Langkah koordinasi ini difokuskan pada penyusunan skema rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan di sekitar lokasi pengerjaan tetap terkendali.
Yodi menegaskan bahwa seluruh aspek pengerjaan, baik metode teknis konstruksi maupun skema pengalihan arus kendaraan, telah melewati tahap kajian yang matang. Pemkot Depok berharap pelebaran jalan ini kelak dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai titik kemacetan di kawasan Parung Bingung dan sekitarnya.