
SIARANDEPOK.COM — Pemerintah Kota Depok tengah menjajaki kerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memperluas jaringan layanan bus Transjakarta yang terintegrasi. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi serta mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan Sawangan. Berita ini dihimpun dari laporan JurnalDepok.id.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan pihak DKI Jakarta telah berjalan. Ia menyebut penambahan trayek Transjakarta akan menjadi alternatif moda transportasi massal bagi warga. Menurut data Dishub, sekitar 60 hingga 70 persen pergerakan masyarakat Depok pada pagi dan sore hari mengarah ke Jakarta.
Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi tercermin dari padatnya arus lalu lintas di jalur utama. Sebagai gambaran, volume kendaraan di Simpang Kodim tercatat mencapai 1.662 unit pada jam sibuk sore hari kerja. Meski kondisi melandai saat akhir pekan, titik-titik kemacetan tetap terjadi di waktu-waktu tertentu.
Guna menampung tingginya mobilitas harian warga yang bekerja maupun menempuh pendidikan di Jakarta, Pemkot Depok telah mengusulkan empat rute baru. Rute tersebut meliputi Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, dan Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan.
Selain pembukaan rute baru, skema penyesuaian (rerouting) juga disiapkan untuk layanan yang sudah ada. Trayek D21 yang sebelumnya melayani rute Terminal Jatijajar–Manggarai diusulkan dialihkan menjadi Universitas Indonesia–Manggarai. Rencana perubahan ini diharapkan dapat mengoptimalkan jangkauan armada Transjabodetabek.
Di samping penyiapan rute terintegrasi, penanganan kemacetan di lapangan terus dilakukan secara intensif. Personel Dishub Kota Depok bersinergi dengan Satlantas Polres Metro Depok rutin ditempatkan di titik-titik rawan jam sibuk untuk mengurai arus kendaraan. Langkah ini berjalan seiring dengan upaya mendorong pemanfaatan transportasi publik secara masif.















