
SIARAN DEPOK – Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari mengatakan, upaya menjaga kebersihan Ciliwung sejalan dengan semangat Gerakan Indonesia ASRI yang digencarkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau tidak mulai dari masyarakat yang berada di pinggir sungai untuk melakukan pembuangan sampah pada tempatnya, pastinya ini tidak bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Kegiatan ini sejalan dengan yang digencarkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, Indonesia Asri,” ujar dia setelah mengikuti aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung yang dimulai dari Dermaga Perahu Beji, Kota Depok, Minggu (27/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dia bersama peserta lainnya menyusuri aliran sungai untuk mengumpulkan sampah. Material yang ditemukan didominasi sampah plastik.
“Alhamdulillah ini hasil kita setelah menyusuri Sungai Ciliwung, alhamdulillah kita bisa mendapatkan sampah 40 kilogram,” ungkap Yeti.
Yeti menyebutkan, temuan tersebut menunjukkan persoalan sampah di Ciliwung masih membutuhkan perhatian. Sebab, di sejumlah titik sepanjang sungai masih terlihat sampah yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar bantaran.
Menurut politikus Gerindra itu, kegiatan bersih-bersih yang dilakukan komunitas lingkungan perlu dibarengi edukasi kepada masyarakat.
Kesadaran untuk memilah dan membuang sampah pada tempatnya, kata dia, harus dimulai dari masing-masing individu.
“Memang tadi sepanjang menyusuri Sungai Ciliwung, kita harus banyak memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa dengan adanya kita mulai dari diri sendiri bertanggung jawab untuk memilah sampah, untuk membuang sampah pada tempatnya,” tutur Yeti.
Yeti juga mengungkapkan, sampah plastik menjadi salah satu perhatian dalam aksi tersebut. Dari sekitar 40 kilogram sampah yang dikumpulkan, plastik menjadi material yang banyak ditemukan.
Dia menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada komunitas yang selama ini aktif melakukan aksi pembersihan sungai.
Yeti pun mendorong adanya kerja sama antara Pemerintah Kota Depok, komunitas lingkungan, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan Ciliwung secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Wakil Rakyat Dapil Cimanggis itu melihat kebersihan Ciliwung dapat membuka peluang lain bagi Kota Depok.
Yeti bilang, sungai tersebut tidak hanya memiliki fungsi sebagai sumber air dan kawasan resapan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata.
“Insya Allah bila kerja sama ini dilaksanakan setiap minggu, nantinya Sungai Ciliwung kita bisa menjadi bukan hanya menjadi sumber air, tapi menjadi pariwisata di Kota Depok. Dan kita akan bisa mewujudkan ekowisata di Kota Depok,” ucap dia.
Yeti menyampaikan bahwa Depok memang tidak memiliki banyak sumber daya alam. Namun, kota tersebut memiliki Sungai Ciliwung dan sejumlah situ yang dapat dioptimalkan.
Dia menambahkan, potensi tersebut dapat dikembangkan apabila kawasan sungai ditata dengan baik. Keberadaan komunitas-komunitas Ciliwung juga dinilai dapat mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Yeti bahkan membandingkan potensi wisata susur sungai di Ciliwung dengan kawasan lain yang telah lebih dulu dikenal masyarakat.
“Kalau selama ini mungkin menyusuri sungai, kita lari ke Citarik Sukabumi, kenapa enggak? Kita bisa dioptimalkan di Sungai Ciliwung,” papar dia.
Lebih lanjut, Yeti berharap kegiatan bersih-bersih Ciliwung dapat dilakukan secara rutin.
Menutup pernyataannya, Yeti menekankan pentingnya kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk dapat menjaga fungsi sungai sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata di Kota Depok.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri LH, Diaz Hendropriyono, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni.















