
Siarandepok.com – DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana memasang pompa air di Situ Pengarengan dan satu lokasi lainnya sebagai upaya mengurangi banjir yang kerap melanda Perumahan Taman Duta, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yeti Wulandari, mendukung langkah Pemkot Depok tersebut. Menurutnya, penanganan banjir perlu dilakukan melalui revitalisasi saluran air di Jalan Raya Taman Duta yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pompa dari hulu hingga hilir.
“Jika tidak ada halangan, pada tahun 2027 akan dipasang pompa air di dua lokasi dari hulu hingga hilir,” kata Yeti saat menghadiri kegiatan lomba mancing warga RW 09 Taman Duta Cisalak, Minggu (23/8/2026).
Yeti menegaskan, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial berdasarkan batas administratif wilayah. Penanganannya harus melihat sistem aliran air secara menyeluruh agar solusi yang diterapkan dapat lebih efektif.
Selain persoalan infrastruktur, Yeti juga mengapresiasi kegiatan warga Taman Duta yang menggelar lomba mancing. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri karena kawasan Taman Duta selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir saat musim hujan.
Meski demikian, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi sarana relaksasi sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
“Selama ini masyarakat selalu mengalami problematika terkait banjir. Dengan kegiatan ini, setidaknya masyarakat bisa melakukan relaksasi, bertemu tetangga, bersosialisasi, dan mudah-mudahan semakin kompak,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga mengapresiasi pelaksanaan Lomba Mancing Mania dan JUSS (Jualan UMKM Sama-sama) yang digelar warga RT 04 RW 09, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya.
Menurut Yeti, kegiatan tersebut menjadi contoh pemanfaatan anggaran kelurahan berbasis RW untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM.
“Yang pertama kami memberikan apresiasi bagi kegiatan lomba memancing dan UMKM di lingkungan RW 9 di Perumahan Taman Duta karena ternyata ini mempergunakan anggaran kelurahan berbasis RW,” ucapnya.















