

Siarandepok.com – DEPOK — Tampuk kepemimpinan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok kini tengah mengalami kekosongan. Posisi tertinggi di instansi yang mengatur urusan lalu lintas dan transportasi publik ini resmi tak bertuan setelah kepala dinas sebelumnya menyelesaikan masa baktinya.
Kekosongan ini terjadi menyusul pensiunnya M. Zamrowi per tanggal 1 Juli 2026. Pria yang telah mengabdi selama puluhan tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut resmi memasuki masa purna bakti setelah menyelesaikan berbagai program strategis di lingkup perhubungan kota.
Selama menjabat, Zamrowi dikenal cukup aktif dalam merancang strategi penguraian kemacetan dan penguatan moda transportasi umum terintegrasi di Depok. Kepergiannya dari kursi kepemimpinan tentu menyisakan pekerjaan rumah besar terkait penataan transportasi yang harus terus berjalan tanpa hambatan.
Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan publik mengenai siapa sosok yang akan menggantikan posisinya. Sejumlah pihak mulai berspekulasi tentang nama-nama potensial yang dianggap mumpuni untuk menakhodai dinas krusial ini agar program kerja yang telah direncanakan tidak mandek.
Peluang untuk mengisi posisi strategis ini kini terbuka lebar bagi para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Depok. Kandidat yang berminat dan dinilai layak harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat, mulai dari kesesuaian pangkat, golongan, hingga rekam jejak manajerial yang bersih.
Proses seleksi diprediksi akan berjalan dinamis guna menemukan figur yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga responsif terhadap keluhan mobilitas warga urban. Langkah pengisian jabatan ini sepenuhnya akan mengikuti mekanisme mutasi ataupun lelang jabatan terbuka sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sumber Berita Utama: Jurnal Depok (jurnaldepok.id)














