31 Siswa Dianulir Kelulusannya Karena Langgar Aturan Domisili

- Reporter

Sabtu, 29 Juni 2024 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Siarandepok.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah membatalkan kelulusan 31 siswa atau calon peserta didik (CPD) pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 karena melanggar aturan domisili.

Dari 31 siswa yang dianulir kelulusannya, 25 siswa mendaftar ke SMAN 3 Bandung dan 6 siswa mendaftar ke SMAN 5 Bandung. Tim verifikasi lapangan menemukan bahwa siswa atau orang tua tidak berdomisili di alamat yang sesuai dengan kartu keluarga mereka, sehingga melanggar Peraturan Gubernur Nomor 9 tahun 2024.

Keputusan ini diperkuat dengan adanya Surat Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh orang tua CPD serta surat dari Ombudsman Nomor T/237/LM.21-12/VI/2024 tanggal 13 Juni 2024 tentang Temuan dan Saran Penyelenggaraan PPDB Jawa Barat Tahap 1. Rapat Dewan Guru memutuskan untuk mendiskualifikasi siswa-siswa tersebut dari status diterima menjadi tidak diterima.

Kuota PPDB Tahap 1/Zonasi yang terkena perubahan status siswa ini akan dialihkan ke Jalur Prestasi Rapor PPDB Tahap 2.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan keseriusan pihaknya dalam menegakkan aturan PPDB 2024. Meskipun siswa sudah dinyatakan lulus, jika terbukti ada pelanggaran, keputusan tersebut masih bisa dianulir.

“Kami sangat serius dalam PPDB ini. Walaupun sudah ada pengumuman kelulusan, tetap bisa dianulir jika terbukti ada pelanggaran, termasuk pelanggaran domisili. Hari ini, kami harus menganulir karena ditemukan kecurangan domisili,” kata Bey Machmudin saat ditemui di kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (24/6/2024).

Setelah pembatalan kelulusan ini, Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Masyarakat diminta untuk mematuhi aturan PPDB yang berlaku dan tidak mencoba mengakali sistem.

“Kami akan menganulir terlebih dahulu, kemudian berkoordinasi dengan Disdukcapil agar kejadian ini tidak terulang. Masyarakat juga jangan mencoba mengakali, jika memang tidak berdomisili di situ, jangan membuat KK di situ,” ujar Bey.

Bey menjelaskan bahwa aturan zonasi menghitung jarak dari rumah ke sekolah secara garis lurus, bukan berdasarkan rute jalan yang berputar. Jadi, meskipun jalur dari rumah ke sekolah harus melewati jalan yang berputar, jarak yang dihitung tetap lebih dekat karena menggunakan garis lurus.

“Ada orang tua yang merasa rumahnya sudah dekat, tapi ada yang lebih dekat lagi. Aturan zonasi ini benar-benar kami hitung berdasarkan garis lurus dari sekolah ke rumah, jadi walaupun rumahnya bersebelahan tapi berputar karena tidak ada jalan, tetap yang lebih dekat karena dihitung garis lurus,” jelasnya.

Menanggapi pelanggaran domisili PPDB yang terjadi di sekolah favorit, Bey mengatakan akan melaporkannya ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai pembuat kebijakan sistem zonasi.

Sistem zonasi bertujuan untuk pemerataan sekolah dan mengubah paradigma tentang sekolah favorit.

“Kami akan melaporkan semua ini ke Kemendikbud karena sistem zonasi adalah keputusan dari Pemerintah Pusat. Sebenarnya, tujuan zonasi itu untuk meratakan sekolah, tapi ternyata paradigma sekolah favorit masih ada, jadi orang tua masih ingin anak-anaknya sekolah di sekolah favorit,” tutur Bey.

Berita Terkait

Donasi Buku “Sejuta Buku Sejuta Impian”, LKSA Primago melalui Gerakan Ayo Peduli Sesama Dukung Literasi Siswa SDN Cibereum 1 Bogor
Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tampil dan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al Muhajirin Depok
Wakil Wali Kota Depok Buka Kejuaraan Voli Muda: Fokus Sportivitas & Bakat
Di Kementerian Ekonomi Kreatif, Denta Berbagi Perspektif Mengenai Harmoni Seni Pertunjukan
SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Polres Metro Depok Intensifkan Program “Polisi Peduli di Citra Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Rayya dan Fairuz Resmi Dinobatkan Sebagai Juara 1 Duta GenRe Depok 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Siap-siap! Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar di Depok

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Ada Program RSSG, Siswa Yang Mendaftar di SMP Islam Al Hasanah Meningkat

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Wawalkot Depok Minta ASN Resapi Makna Panca Prasetya KORPRI

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Aksi Bersih dan Parade Pemuda Depok Warnai Car Free Day Margonda Raya

Berita Terbaru

Suasana Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 yang berlangsung pada Senin (26/10/2026), diisi dengan sambutan dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra. (Foto: Humas Polres Depok)

Berita Depok

Siap-siap! Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar di Depok

Senin, 26 Okt 2026 - 13:53 WIB

Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Devi Maryori menyerahkan penghargaan Juara 3 Pembudayaan Keamanan Pangan dari BPOM saat pimpin Apel Pagi di Lapangan Balai Kota Depok pada Senin (26/10/2026). (Foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Okt 2026 - 13:49 WIB

Momen keseruan gowes bersama PRNU Tapos yang berlangsung di Buperta Cibubur, Minggu (25/10/2026). (Dok. PCNU Depok)

Berita Depok

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Okt 2026 - 13:46 WIB