Hadiri Harganas 2025 di Kota Depok, Kemendukbangga Kembali Tegaskan Pentingnya Implementasi Quickwins di Jawa Barat

- Reporter

Kamis, 26 Juni 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Lima _quick wins_ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi pesan utama peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025. _Quick wins_ terdiri atas lima program prioritas, meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah _Stunting_ (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Lansia Berdaya (Sidaya), dan Super Aplikasi Keluarga Indonesia.

“Pada momentum peringatan Harganas ke-32 ini, program _quick wins_ menjadi pesan utama yang akan terus disosialisasikan kepada masyarakat dan semua _stakeholders._ Pembangunan keluarga harus dimulai dari keluarga untuk mewujudkan keluarga yang tenteram, mandiri, bahagia untuk Indonesia Maju,” ungkap Staf Ahli Bidang Hukum Kelembagaan dan Reformasi Birokrasi Kemendukbangga Viktor Hasiholan Siburian pada puncak peringatan Harganas ke-32 di Alun-alun Kota Depok, kawasan Grand Depok City, Kota Depok, pada Rabu (25/6/2025).

Peringatan Harganas ke-32 Jawa Barat dihadiri sekitar 2.500 orang, terdiri atas perwakilan penyuluh KB dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, pos KB, TPK, kader Generasi Berencana (Genre) Jawa Barat, dan masyarakat umum. Hadir di tengah ribuan warga antara lain Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Farabi el Fouza A Rafiq, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Sekretaris sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat Kukuh Dwi Setiawan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Depok Siti Barkah Hasanah, dan sejumlah undangan lainnya.

Viktor menegaskan, momentum Harganas bukan sekadar seremonial yang dirayakan setiap tahun. Dia berharap Harganas menjadi daya ungkit strategis dalam mempercepat capaian program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). Dalam hal ini, Harganas merupakan penguatan komitmen bersama dalam membangun keluarga yang berkualitas, mendorong kesadaran masyarakat untuk berencana serta menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan manusia Indonesia.

Menurutnya, saat ini Kemendukbangga dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih besar. Lebih dari sekadar nama, perubahan menandai arah baru pembangunan nasional yang berbasis kepada keluarga. Karena itu, seluruh jajaran baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus bergerak bersama-sama dalam pelaksanaan program Bangga Kencana.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan yang utama. Tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan untuk penerapan nilai-nilai agama, nilai-nilai kemanusiaan, nilai kebangsaan, nilai keadilan sosial dan nilai-nilai moral,” papar Viktor.

“Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang sehat, harmonis, dan penuh kasih sayang akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi individu yang cerdas, tangguh dan berakhlak mulia. Keluarga akan menentukan arah sosial dan moral bangsa kita,” Viktor menambahkan.

Viktor mengingatkan, saat ini keluarga Indoensia dihadapkan pada sejumlah tantangan besar. Pertama, masih tingginya angka _stunting_ di Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan kuat. Kedua, belum optimalnya pengetahuan orang tua mengenai pola pengasuhan serta pembinaan tumbuh kembang anak. Di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang semakin dinamis, pola pengasuhan anak memerlukan penyesuaian terhadap realitas kehidupan keluarga masa kini.

Ketiga, rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak turut menjadi kendala di dalam rumah tangga atau keluarga. Data Unicef pada 2021 menunjukkan bahwa 20,9 persen anak-anak di Indonesia kehilangan kehadiran ayah, baik karena disebabkan perceraian, kematian atau pekerjaan ayah yang jauh dari keluarga. “Fenomena ketidakhadiran figur ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis dikenal dengan istilah _fatherless_,” imbuh Viktor.

Keempat, lemah kualitas hidup lansia dan keterbatasan kemampuan keluarga dalam memberikan pendampingan serta perawatan jangka panjang bagi orang tua.

“Untuk menjawaban tantangan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menyusun _quick wins_ yang terdiri dari lima program. Pertama, Genting menjadi program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian sebagai upaya gotong-royong lintas sektoral untuk mempercepat penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia,” ungkap Viktor.

Menurutnya, penyelesaian masalah stunting tidak bisa diserahkan hanya satu kepada satu institusi baik itu di pemerintah pusat maupun di tingkat provinsi maupun kabupaten kota. Penyelesaian persoalan masalah stunting tidak bisa hanya diserahkan ke salah satu dinas saja di provinsi maupun di kabupaten kota.

Kedua, Tamasya menjadikan program inovasi strategis untuk menciptakan kemandirian keluarga dengan menyediakan tempat penitipan anak (TPA) yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui quick wins ini diharapkan semua warga negara dalam siap produksi kerja, itu dapat bekerja termasuk para wanita dan perempuan yang mempunyai anak.

Ketiga, GATI muncul sebagai respons terhadap permasalahan fatherless yang mengkhawatirkan di Indonesia. Melalui program ini, Kemendukbangga mendorong keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak serta pendampingan remaja yang akan memasuki usia pranikah. Pihaknya berharap ayah hadir di setiap proses tahapan tumbuh kembangnya anak dari mulai balita hingga dia memasuki usia jenjang pernikahannya.

Keempat, Sidaya merupakan integrasi kebijakan layanan terhadap kelompok lansia. Melalui Sidaya, Kemendukbangga berharap ada pendampingan bagi keluarga lansia dan lansia itu sendiri melalui kepedulian dan peran serta dari multisektor.

Kelima, Super Aplikasi Keluarga Indonesia mencoba menyajikan data secara terintegrasi berdasarkan kecerdasan buatan. Melalui Super App ini akan memudahkan akan masyarakat mengakses layanan seputar kependudukan dan keluarga.

Viktor secara khusus mengapresiasi Perwakilan Kemendukbangga Jawa Barat yang mengemas konsep Harganas dalam empat pilah bakti Bangga Kencana. Viktor berharap hal ini menjadi inspirasi dan contoh bagi provinsi dan juga kabupaten kota yang ada di Indonesia. Dengan begitu, apa yang menjadi tujuan dapat tercapai, yakni menciptakan keluarga yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kami juga ingin mengajak seluruh unsur untuk secara pentahelix meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholders dalam menjadi orang tua asuh untuk penurunan dan pencegahan stunting. Kami mengajak seluruh unsur untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dengan tetap memberikan pengasuhan yang layak bagi anak,” harap Viktor.

Berita Terkait

SMP Mumtaza Islamic School Gelar Fieldtrip 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Suara Anak Depok, Arah Kebijakan Kota
Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
Perkuat Pendampingan Keluarga, Wihaji Pastikan Komitmen Penurunan Angka Stunting
HUT ke 18, PIRA Depok Peduli Kompak Bergerak dan Berdampak
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
Dana RW Rp300 Juta Bukan Sekadar Bangun Jalan! RW 10 Kelurahan RJB Pancoran Mas Kota Depok Depok Pilih Mobil Siaga, Ini Alasannya
PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Nekat Bakar Sampah di Pinggir Kali, Pelaku Terciduk Tim Maung ASRI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Kemiri Muka Masuk 6 Besar Depok, Realisasi PBB-P2 Capai 99,82%

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Jangan Lewatkan! 264 Peserta Siap Unjuk Gigi di Depok Padel Cup 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Babat Bangunan Liar di Tugu, Satpol PP Depok Pulihkan Fungsi Drainase

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Dinkes Depok Gercep Usut Kasus Susu MBG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Ngedeprok Lebih Asik, Wajah Baru Depok Open Space 3 Resmi Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Bagi-Bagi 85 Teko, Trik Kelurahan Serua Bikin RT-RW Makin Guyub!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Green Policing di Depok: Saat Polisi & Warga Turun Tangan Bikin Asri Lingkungan

Berita Terbaru

Aksi Tim Maung ASRI saat menindak kegiatan pembakaran sampah liar di area tepi Kali Sugutamu, kawasan Perumahan Taman Cipayung, Jalan Proklamasi, Abadijaya, Sukmajaya, Jumat (16/10/26). (Foto: Dok. Tim Maung ASRI)

Berita Depok

Nekat Bakar Sampah di Pinggir Kali, Pelaku Terciduk Tim Maung ASRI

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:30 WIB

Lurah Kemiri Muka, Bahrul Ulum (kedua dari kanan). (Foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita Depok

Kemiri Muka Masuk 6 Besar Depok, Realisasi PBB-P2 Capai 99,82%

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:27 WIB