Mitos atau Fakta? Diabetes Sebabkan Disfungsi Ereksi, Ini yang dikatakan Dokter Ahli RSUI

- Reporter

Selasa, 14 Maret 2023 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com– Disfungsi ereksi (DE) merupakan gangguan seksual berupa kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. DE merupakan gangguan seksual yang paling umum pada pria.

Namun, DE sering dianggap remeh dan dianggap tabu untuk dibicarakan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa prevalensi DE pada penderita diabetes melitus lebih tinggi. Mengapa hal ini bisa berhubungan?

Selain diabetes melitus, kegiatan bersepeda juga banyak dikaitkan dengan terjadinya disfungsi ereksi.

Beberapa orang beranggapan bahwa tekanan pada area sekitar alat kelamin laki-laki saat bersepeda bisa merusak saraf dan pembuluh darah dan dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi.

Apakah hal tersebut benar atau hanya sekedar mitos?

Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD* yakni seorang guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes di RSUI mengatakan pada keadaan disfungsi ereksi, seseorang mengalami ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang memadai untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan.

“Gangguan seksual (sexual dysfunction) bisa terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan dan jenis gangguan ini tidak hanya disfungsi ereksi,” ujar Prof Pradana.

Dikatakannya Gangguan tersebut bisa terjadi pada libidonya (keinginannya), bisa pada arousal-nya (terangsangnya) dalam hal ini pada laki-laki yaitu fungsi ereksinya terganggu, dan bisa juga gangguan pada orgasmenya (ejakulasi lebih awal, tidak bisa ejakulasi, atau ejakulasi tidak keluar dan baru keluar pada saat berkemih).

“Pasien diabetes melitus dapat mengalami disfungsi ereksi karena dua faktor, (1) faktor organik yaitu terjadi karena gangguan pada alat kelamin atau pada jaringan sarafnya,”Tambah Prof. Pradana.

Menurut Prof. Pradana Pasien yang sudah lama mengidap diabetes melitus misalnya sudah sekitar 10 tahun atau gula darahnya tidak terkontrol berisiko mengalami neuropati yang menyebabkan jaringan saraf terluka.

Kondisi ini membuat rangsangan dari otak tidak bisa tersalurkan dengan baik ke alat kelamin.

Kondisi disfungsi ereksi juga bisa terjadi karena adanya gangguan pada pembuluh darah yang kaku atau tertimbunnya plak lemak kolesterol sehingga alirah darah tidak lancar; (2) faktor gangguan psikis, misalnya adanya rasa cemas karena mengidap penyakit kronis, kurang percaya diri dan kurangnya komunikasi antar pasangan.

Prof. Pradana mengatakan bahkan kedua faktor ini kadang sulit dipisahkan.

Pasien disfungsi ereksi yang usianya masih dibawah 40 tahun seringkali diakibatkan oleh faktor psikis, sementara pada pasien yang sudah berusia 40 tahun ke atas biasanya akibat faktor organik.

Kemudian jika diakibatkan oleh faktor organik, disfungsi ereksi ini terjadi secara perlahan-lahan, sementara jika diakibatkan oleh faktor psikis, kejadian disfungsi ini terjadi mendadak, misalnya minggu kemarin masih sehat-sehat saja, lalu minggu ini tidak bisa.

Prof. Pradana mengatakan bahwa ada baiknya untuk membedakan kedua faktor ini (organik atau psikis) pasien berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

(Hanny)

 

Berita Terkait

PRIMAGEN Buka Stand di Festival Batu Akik KOOD Berbudaya, Hadirkan Edukasi Pemetaan Potensi Anak
Hujan Abu Diduga Erupsi Gunung Marapi Turun Saat Festival Musik di Bukittinggi
Mau Masuk Gontor 2027, Yuk ikuti Kegiatan Try Out Masuk Gontor 2027 Bersama Bimbel Primago
Gelar Kegiatan LDKS 2026, SMK Kebon Jeruk Jakbar Gandeng Dirgantara Outbond Training
PKBM PRIMAGO INDONESIA Raih 4 PIALA dan Menjadi Kontingen Terbaik di Ajang Gema Tunas PKBM V Se Jawa Barat Tahun 2026
Petugas Pajak Sering Hadapi Penolakan Warga, Sosialisasi Jadi Kunci Penelusuran di Depok
Kejar Pajak di Tengah Tantangan Warga, Petugas Penelusur Sumbang PAD Rp6,5 Miliar
Bimbel PRIMAGO Depok Buka Program Konsultasi Persiapan Masuk ke Gontor dan Pesantren Modern Se Jabodetabek Tahun 2026

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:03 WIB

Kapolres Metro Depok Sambangi Sekolah, Ajak Pelajar Jaga Kamtibmas dan Hindari Unjuk Rasa

Selasa, 29 September 2026 - 15:42 WIB

Tingkatkan Kebersamaan, Warga RT 06/15 Pancoran Mas Gotong Royong Perbaiki Akses Jalan

Selasa, 29 September 2026 - 15:38 WIB

Miftah Sunandar Persoalkan Legal Standing Gugatan Edmon Johan di PN Depok

Selasa, 29 September 2026 - 15:36 WIB

ALZI Depok Gelar ’30 Hari, 30 Aksi’ Peringati Hari Alzheimer Sedunia 2026 di UI

Selasa, 29 September 2026 - 15:33 WIB

Warga Sawangan Padati Nobar FIFA ASEAN Cup 2026, Dukungan untuk Timnas Indonesia Tetap Mengalir

Selasa, 29 September 2026 - 13:16 WIB

Sinergi Warga dan Aparat Cinere Gelar Opsih Depok ASRI di Jalan Andara Ujung

Selasa, 29 September 2026 - 12:15 WIB

Depok Saber Hoaks Ingatkan 4 Kebiasaan yang Bisa Buka Celah Kejahatan Digital

Selasa, 29 September 2026 - 10:58 WIB

Kasus Influenza A Melonjak, Wakil Wali Kota Depok Minta ASN Waspada dan Menjaga Kesehatan

Berita Terbaru