Bersepeda dan Disfungsi Ereksi, Apakah Berkaitan? Ini Kata Dokter Ahli RSUI

- Reporter

Selasa, 14 Maret 2023 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com-Bersepeda termasuk dalam jenis olahraga yang low impact sehingga tidak menyebabkan tekanan berlebih pada sendi atau jaringan otot.

Mudah untuk dilakukan karena tidak memerlukan keahlian khusus, serta intensitas dan durasinya bisa disesuaikan dengan kemampuan tiap orang.

Banyak manfaat dari segi kesehatan yang bisa didapatkan dengan rutin.

Bersepeda diantaranya dapat meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas, meningkatkan kesehatan jantung dan kapasitas paru, mengurangi rasa cemas dan depresi, serta membantu untuk menurunkan kadar lemak tubuh.

dr.Widi Atmoko, Sp.U(K)-FICS seorang Dokter Spesialis Urologi Konsultan Andrologi Urologi di RSUI menjelaskan bagaimana bersepeda dapat memengaruhi organ seksual pria.

Menurutnya banyak sekali info yang beredar bahwa bersepeda dapat berdampak negatif terhadap hal tersebut.

Dikatakannya saat bersepeda, terjadi penekanan area perineum oleh saddle sepeda, dan diperberat dengan getaran saat bersepeda. Hal ini membuat arteri dan saraf pudendus terhimpit menyebabkan  penurunan oksigen sementara,

“Alhasil terjadilah mati rasa/kebas di area perineum dan ini sering dihubungkan dengan risiko impotensi yang meningkat sebesar 1,4 kali,” ujar dokter Widi.

Kemudian dokter Widi menyampaikan sebuah penelitian yang menunjukkan prevalensi disfungsi ereksi pada pesepeda dan non-pesepeda.

Ternyata didapatkan hasil bahwa kejadian DE pada pesepeda (n=2774) yaitu 56,4% dan kejadian pada non-pesepeda (pelari dan perenang) (n=1158) yaitu 65,2%.

“Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa bersepeda tidak berhubungan dengan peningkatan insidensi impotensi dan terdapat temuan lain adanya kejadian struktur uretra yang lebih tinggi pada pesepeda (risiko trauma),” jelas dokter widi.

Kemudian dokter Widi juga memaparkan hasil penelitian lain yaitu penelitian terhadap 5282 pesepeda pria di Inggris.

Hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bersepeda dengan disfungsi ereksi maupun infertilitas pria.

Prediktor terkuat terjadinya DE justru adalah hipertensi (meningkat 1,94 kali), merokok (meningkat 2,34 kali), dan usia yang lebih dari 60 tahun (meningkat 8,7 kali).

Selain itu, penelitian dari MMAS Study (Massachusetts Male Aging Study) menunjukkan bahwa risiko DE tertinggi terjadi pada pasien yang memiliki gaya hidup sedenter (duduk selama ≥9 jam per hari).

Dokter Widi kemudian menjelaskan beberapa langkah untuk meminimalisir risiko DE pada saat bersepeda, diantaranya (1) menyesuaikan sepeda dengan tubuh (bike fitting), (2) memilih saddle yang lebar dan no-nose, (3) menggunakan padding (pada sepeda atau padded short), (4) beristirahat secara berkala untuk mengurangi risiko baal.

Bersepeda sangat baik untuk kesehatan secara umum, dapat mencegah risiko kematian akibat masalah kardiovaskular (yang juga merupakan risiko DE derajat berat).

“Potensi DE akibat bersepeda dapat diminimalisir atau dicegah, selain itu sebagian besar rasa baal akibat bersepeda hanya bersifat sementara,”kata dokter Widi.

Dokter Widi berpesan agar masyarakat jangan khawatir untuk bersepeda. Bersepeda aman dilakukan dengan keuntungan yang lebih banyak untuk kesehatan.

Faktor risiko kardiovaskular lebih erat kaitannya dengan disfungsi ereksi dibanding bersepeda.

dokter Widi juga berpesan jika ada masyarakat yang mengalami DE, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lengkap untuk memastikan ada tidaknya masalah kardiovaskular yang belum terdiagnosis sebelumnya.

Penatalaksanaan DE sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah atau memperbaiki kondisi jantung pembuluh darah, begitu pula sebaliknya (skrining DE untuk penderita penyakit kardiovaskular).

“Saat ini tersedia banyak pilihan terapi disfungsi ereksi yang dapat disesuaikan dengan kondisi tiap pasien,”pungkas dokter widi.

(Hanny)

 

Berita Terkait

Lima RW di Rangkapan Jaya Baru Gunakan Dana RW untuk Pengadaan Ambulans
Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Bakal Dibangun, Terhubung hingga BORR
Minat Lansia Ikuti Sekolah Lansia di Duser Terus Meningkat, Kini Capai 167 Peserta
CPH Laporkan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara, Minta KPK Gunakan Kewenangan Supervisi
Pemkot Depok Imbau Peringatan HUT ke-81 RI Digelar Sederhana dan Bebas Kepentingan Politik
Wali Kota Depok: Job Fair 2026 Jadi Ruang Belajar dan Peluang Raih Pekerjaan
Job Fair Depok 2026 Masih Dipadati Pencari Kerja, Ribuan Pelamar Berburu Lowongan
DLHK Depok Pastikan Pengangkutan Sampah ke TPA Cipayung Tetap Normal

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Lima RW di Rangkapan Jaya Baru Gunakan Dana RW untuk Pengadaan Ambulans

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Bakal Dibangun, Terhubung hingga BORR

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Minat Lansia Ikuti Sekolah Lansia di Duser Terus Meningkat, Kini Capai 167 Peserta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:49 WIB

DLHK Depok Buka Suara Soal Isu Penutupan TPA Cipayung, Pastikan Operasional Tetap Normal

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Cegah Tawuran Pelajar, Polsek Beji Minta Orang Tua dan Pihak Sekolah Memperketat Pengawasan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:59 WIB

DLHK Depok Gandeng Komunitas Lokal Perkuat Konservasi Lingkungan Lewat Forum ‘Suara Lingkungan’

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:55 WIB

U-Turn Pemuda Depok Ditutup Setiap Sore Mulai Jumat untuk Urai Kemacetan Jalan Kartini

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Pemkot Depok Imbau Peringatan HUT ke-81 RI Digelar Sederhana dan Bebas Kepentingan Politik

Berita Terbaru