oleh

Silaturahmi ke Kantor PWI Depok, P3AP2KB Sosialisasikan Ketahanan Keluarga

Siarandepok.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pemkot Depok melakukan kunjungan silahturahmi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Kamis (12/01/2022).

Kepala DP3AP2KB Pemkot Depok, Nessi Annisa Handari beserta jajarannya diterima langsung Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah dan puluhan awak media anggota PWI Kota Depok.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah menjelaskan peran dan fungsi PWI Kota Depok serta UU Pers No 40 Tahun 1999. Rusdy juga mengapresiasi kinerja DP3AP2KB Pemkot Depok yang cukup berprestasi dan itu terlihat dari keberhasilan menjadikan Kota Depok meriah Kota Layak Anak (KLA) Nindya kelima kalinya secara berturut-turut.

“Cukup banyak prestasi yang diraih, selain itu juga programnya cukup banyak dan sangat mengakar, seperti rutin gelar sosialisasi pencegahan kekerasan perempuan dan anak serta ketahanan keluarga. Ada juga program Sekolah Ayah Bunda, Sekolah Pra Nikah dan Lomba Kampung KB, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Kepala DP3AP2KB Pemkot Depok, Nessi Annisa Handari memaparkan kinerja dan juga memaparkan program dari dinas yang dipimpinnya. “Selain sosialisasi pencegahan, juga kami berikan edukasi ke masyarakat. Kami berharap warga harus berani melaporkan kejadian kekerasan dalam rumah tangga sehingga dapat segera diatasi penangganannya. Kami akan membantu pemulihan korban kekerasan anak dan perempuan sehingga dapat mengurangi trauma,” paparnya.

Menurut Nessi, bahwa ada sejumlah faktor yang memicu terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Diantaranya faktor, ekonomi, lemahnya penerapan nilai-nilai agama, ketahanan keluarga, dan dampak negatif sosial media (medsos).

“Artinya, semua kasus kekerasan terhadap anak yang diketahui, baik melalui pelaporan hotline maupun yang didapatkan di lapangan, akan ditangani secara serius oleh DP3AP2KB Pemkot Depok. Termasuk keluarga maupun orang-orang yang terdampak, yang berada di sekitar korban,” tutur Nessi.

Dia menambahkan, bahwa dari semua kasus kami tangani dengan serius. Tidak hanya korban, keluarga yang terdampak secara psikologis juga kami bantu dan kita tangani. Secara komprehensif semua yang terdampak dari kasus yang terjadi, semua kita tangani dengan serius.

“Kendati, mengalami peningkatan kasus lantaran semakin banyaknya masyarakat yang berani melapor, berbagai upaya terus dilakukan DP3AP2KB Pemkot Depok untuk terus menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah Kota Depok,” papar Nessi.

Nessi menegaskan, bahwa pihaknya berusaha terus menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Sekolah Ayah dan Bunda, program Sekolah Pra Nikah dan program RW Ramah Anak.

Nessi menjelaskan, sepanjang tahun 2022, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Depok mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Dengan perinciannya, sebanyak 138 kasus kekerasan terhadap anak dan 119 kekerasan terhadap perempuan dilaporkan masyarakat ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).Pemkot Depok.

“Periode Januari hingga Desember 2021, jumlah kekerasan yang menimpa anak dan perempuan di Kota Depok tercatat sebanyak 107 dan 99 kasus.
Kemudian, untuk tahun 2022 (kasus kekerasan terhadap anak), itu ada sebanyak 138 kasus. Tahun sebelumnya (2021) ada 107 kasus,” jelas Nessi.
(Diana Hanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru