Bicara Sehat Sebagai Langkah Pencegahan Demensia Alzheimer’s

- Reporter

Minggu, 2 Oktober 2022 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com -RSUI kembali menggelar seminar awam dengan tajuk utama: “Jangan Maklum dengan Pikun” yang bekerja sama dengan Alzheimer’s Indonesia (ALZI) Chapter Depok.

Seminar awam Bicara Sehat kali ini diselenggarakan spesial memperingati Bulan Alzheimer Sedunia (World Alzheimer’s Month 2022).

Acara yang diselenggarakan secara daring dan luring ini diikuti oleh peserta umum dan relawan ALZI Chapter Depok.

Seminar ini dimoderatori oleh dr. Wahyu Ika Wardhani, M.Biomed, M.Gizi, Sp.GK(K) yang merupakan Dokter Spesialis Klinik RSUI.

Acara diawali dengan dilakukannya senam otak, PHBS dan cerdik yang dipimpin oleh Ibu Ida, salah satu relawan ALZI Chapter Depok dan tim.

Diakhir senam, mereka melakukan senam dengan diiringi lagu Berkibarlah Benderaku yang bertujuan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Narasumber pertama dalam Seminar Bicara Sehat ini yaitu dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.S(K), Ph.D yang merupakan seorang Dokter Spesialis Saraf di RSUI. Dokter Pukovisa membawakan materi dengan tema “Demensia, Lalu Bagaimana?”.

Dokter Pukovisa mengawali materi dengan mengenalkan Formula 4-4-2 kepada peserta, yaitu suatu istilah untuk persyaratan otak tetap sehat.

Formula 4-4-2 terdiri dari: Kiper (Modal awal yaitu berupa otak), Bek (4 Bebas Pengganggu yaitu 4 hal yang yang dapat mengganggu kesehatan otak di antaranya: Zat neurotoksik dan adiktif, penyakit karidovaskular dan neurotoksik, pengalaman yang merusak otak, serta penyakit otak), Gelandang (4 Bahan Baku Optimal yaitu 4 hal yang dapat menjaga kesehatan otak di antaranya: Nutrisi, Istirahat yang cukup, Olahraga dan aktivitas seni, serta koleksi memori yang bernilai), serta Penyerang (2 Karakter Mulia yaitu berupa kecerdasan dan kreativitas).

Beliau menjelaskan bahwa pikun juga bisa menyerang orang yang masih berusia muda. Biasanya terjadi akibat trauma otak setelah kecelakaan, penggunaan NAPZA, atau akibat HIV.

Beliau juga membuat singkatan “LALILULELO” untuk mempermudah peserta dalam mengenal gejala dini pikun/demensia, yang memiliki arti Labil, Linglung, Lupa, Lemot, dan Logika menurun.

dr. Pukovisa memberikan beberapa strategi untuk menanggulangi pikun, diantaranya menerapkan formula 4-4-2, melakukan deteksi dini demensia, jangan termakan isu hoax, dan sebaiknya langsung mengonsultasikannya kepada dokter yang ahli.

Lebih lanjut, beliau juga mengenalkan aplikasi e-Memory Screening (EMS) yang dapat didownload melalui Google Play Store atau App Store.

Aplikasi ini dibuat oleh PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) yang berisi artikel-artikel edukasi seputar demensia, skrining demensia, serta daftar nama rumah sakit dan dokter spesialis neurologis terdekat.

Di akhir, dr.Pukovisa memberi pesan agar masyarakat tidak menyepelekan lupa serta aktif melakukan deteksi dini keluhan lupa, lupa dapat ditangani ahli, semakin dini semakin baik.

Narasumber kedua yaitu Ns. Hesti Rahayu, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.M.B yakni seorang Ners RSUI.

Ners Hesti membawakan materi dengan tema “Peran Caregiver dalam Penanganan Orang dengan Demensia”.

Dikesempatan kedua ini, Ns. Hesti menjelaskan sampai dengan tahun 2050 diperkirakan ada peningkatan jumlah penderita demensia.

Ns. Hesti mengatakan “setiap 3 detik, 1 orang di dunia terdiagnosa demensia”. Proyeksi jumlah penderita demensia di Indonesia sendiri, lansia Wanita memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan lansia pria, hal ini diperkirakan akan terus meningkatkan sampai dengan tahun 2030.

Untuk itu, sangat penting untuk mengenali 10 gejala umum demensia Alzheimer dari sekarang.
Kualitas hidup ODD (Orang Dengen Demensia) dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu kondisi demensia, caregiver, dan pelayanan medis professional. Ns. Hesti mengatakan, “caregiver sangat berpengaruh pada kualitas hidup ODD, apakah itu pasangan atau orang tua kita, sangat berperan penting”.

Caregiver sendiri ada 2 macam, caregiver formal dan informal, caregiver informal merupakan sesorang yang memiliki hubungan keluarga dengan ODD, dan caregiver formal adanya transaksi jual beli jasa perawatan. Caregiver dapat memperngaruhi perubahan penting dalam kehidupan ODD, mempengaruhi frekuensi dan tipe terapi yang akan diterima oleh ODD.

Kebutuhan caregiver dalam merawat ODD, yaitu pertama caregiver harus mengetahui tentang diagnosis orang dengan demensia, sudah berada difase mana demensianya.

Kedua program pelatihan perawatan orang dengan demensia, seperti mengikuti seminar, workshop, atau pelatihan terkait cara merawat orang dengan demensia.

Ketiga dukungan emosional yang juga sangat diperlukan dan yang keempat bantuan akan jasa sosial.

Ns Hesti mengatakan “pencarian informasi melalui internet terkait informasi demensia juga diperlukan, namun kita juga harus lihat sumbernya darimana dan perlu dikonfirmasikan kepada tim Kesehatan yang menangani orang dengan demensia tersebut, jangan diterima mentah-mentah”.

Untuk melakukan perawatan orang dengan demensia dapat dilakukan dengan mengupayakan rutinitas seperti mandi, berpakaian, dan makan dilakukan pada waktu yang sama setiap harinya atau dengan membuat jadwal rutin keseharian.

Membantu orang dengan demensia menuliskan _to do list,_ janji dan kegiatan lainnya di buku catatan.

Merencanakan aktivitas yang disukai dan dilakukan pada waktu yang sama setiap harinya. Mempertimbangkan sistem pengingat yang membantu mengingatkan jadwal minum obat.

Ns. Hesti juga mengatakan “Alzheimer tidak hanya terjadi pada lansia di atas 65 tahun, dapat juga terjadi pada pra lansia”.

Untuk menangani Alzheimer pada pra lansia tersebut, pada prinsipnya sama dan dilihat juga dari kebutuhan orang dengan demensia tersebut, sedang berada di fase mana.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan ini, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang yang hadir secara langsung dan 70 orang hadir melalui daring.

Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar tema yang tengah dibahas.

RSUI berharap kegiatan Seminar Awam Bicara ini dapat terus hadir sebagai salah satu upaya promotif dan preventif kepada masyarakat luas.

(Hanny)

Berita Terkait

Wali Kota Depok Supian Suri Siapkan Penataan Jalan Raya Tapos, Ingin Wajah Perbatasan Tampil Lebih Modern
BKD Depok Targetkan Seluruh Pajak dan Retribusi Go Digital pada 2027
Baznas Depok Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H Rp45 Ribu per Jiwa
Layanan Kesehatan dan Perlindungan Sosial Jadi Sisi Humanis Depok: Dari Rumah Sakit Khusus Ginjal hingga Jaminan Sosial bagi Pengabdi Masyarakat
Solusi Macet dan Banjir: Depok Bangun Underpass UI hingga Flyover Margonda Tahap II
Investasi Pendidikan untuk Masa Depan: Wujudkan “Depok Kota Pendidikan”, Pemkot Siapkan Akses Kuliah Gratis dan Bimbel bagi Ribuan Siswa
DPUPR Depok Siapkan Strategi Atasi Banjir dan Kemacetan pada 2027
15 Posyandu di Sukmajaya Diresmikan, Dukung Layanan Dasar Lebih Optimal

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:28 WIB

Wali Kota Depok Supian Suri Siapkan Penataan Jalan Raya Tapos, Ingin Wajah Perbatasan Tampil Lebih Modern

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:27 WIB

BKD Depok Targetkan Seluruh Pajak dan Retribusi Go Digital pada 2027

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:26 WIB

Lurah Cinere Ingatkan PKL Ruko Blok A Jaga Kebersihan, Kawasan Dinilai Etalase Depok

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:25 WIB

Baznas Depok Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H Rp45 Ribu per Jiwa

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:16 WIB

Layanan Kesehatan dan Perlindungan Sosial Jadi Sisi Humanis Depok: Dari Rumah Sakit Khusus Ginjal hingga Jaminan Sosial bagi Pengabdi Masyarakat

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:15 WIB

Investasi Pendidikan untuk Masa Depan: Wujudkan “Depok Kota Pendidikan”, Pemkot Siapkan Akses Kuliah Gratis dan Bimbel bagi Ribuan Siswa

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:55 WIB

Sosialisasi di Bojongsari Depok, Qonita Lutfiyah Perjelas Fungsi Legislasi dan Penganggaran DPRD

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:48 WIB

Genjot PAD Depok, Endah Winarti Dorong Layanan Pajak Berbasis Digital

Berita Terbaru