BKKBN Jawa Barat Konsolidasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting

- Reporter

Selasa, 29 Maret 2022 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com-Stunting adalah ancaman bagi kualitas SDM Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 24,4 persen. Padahal, Presiden Jokowi telah mengamanatkan pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menurunkan stunting jadi 14 persen di tahun 2024. Dengan waktu yang tersisa 2 tahun, BKKBN merancang berbagai strategi, salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Senin, 28 Maret 2022, BKKBN Jawa Barat melaksanakan kegiatan konsolidasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kegiatan dihelat di Hotel Aston, Pasteur, Bandung, selama dua hari. Acara dihadiri oleh Kepala BKKBN Jawa Barat, Bapak Dr. Drs. Wahidin, M.Kes dan pelaksana tugas Direktur Penggerakan Bina Lini Lapangan BKKBN, Bapak I Made Yudistira, dan Asisten Deputi Bina Karir dan Talenta, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang hadir secara virtual.

Konsolidasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting mengangkat tema “Kolaborasi tim ahli dan lini lapangan dalam rangka percepatan penurunan stunting. Peserta yang hadir terdiri dari Tim Ahli Percepatan Penurunan Stunting, tenaga lini lapangan KB (Penyuluh KB), anggota Satgas Percepatan Penurunan Stunting, dinas OPD KB Kabupaten/Kota seluruh Jawa Barat, serta pengurus DPD/DPC Ikatan Penyuluh KB Jawa Barat dan kabupaten/kota.

Bapak Wahidin, dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara menyatakan, Perpres No. 72 Tahun 2021 merupakan landasan bagi kebijakan percepatan penurunan stunting. “Perpres ini merupakan landasan bagi BKKBN untuk membentuk Satgas Percepatan Penurunan Stunting mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten/kota,” ujarnya.

Di tingkat nasional, Ketua Satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dijabat oleh Wakil Presiden, di tingkat provinsi oleh Wakil Gubernur, dan di tingkat kabupaten oleh Wakil Bupati/Walikota. “Dengan ketua dijabat oleh wakil presiden dan wakil kepala daerah, TPPS diharapkan dapat bersinergi dengan instansi terkait untuk percepatan penurunan stunting,” tutur Wahidin.

Dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting, terdapat lima pilar pencegahan stunting, yaitu komitmen dan visi pemimpin tertinggi negara; kampanye nasional berfokus pada pemahaman perubahan perilaku, komitmen politik, dan akuntabilitas; konvergensi, koordinasi, dan konsolidasi program nasional, daerah, dan masyarakat; mendorong kebijakan ketahanan pangan; serta pemantauan dan evaluasi. “Dengan strategi ini, penurunan stunting kita harapkan dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan,” harapnya.

Bapak Made, dalam paparannya menyampaikan, peran BKKBN dalam percepatan penurunan stunting lebih pada aspek pencegahan. “Tugas utama BKKBN adalah mencegah lahirnya anak stunting, karena pencegahan lebih berdampak signifikan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia,” ujarnya./Naz

 

Berita Terkait

Dengungkan Kebaikan, BRI Kanca Cimanggis Salurkan Bantuan kepada Dhuafa dan Anak Yatim
Pimpinan Pesantren Leadership Primago Hadiri Undangan Dialog Kebangsaan MPR RI dan Rabithah Al-Alam Al-Islamy di Gedung Nusantara V DPR MPR RI Tahun 2025
Aneh bin Ajaib, Kemana Anggota DPRD Depok saat Ada Rumah Warga Mantan Pejuang Veteran Ambruk?
Perkuat Pembinaan Muallaf, MUI dan BAZNAS Kota Depok Sepakat Berkolaborasi
Pesantren Leadership Primago Depok & Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTik) Sepakati Tingkatkan Kerjasama Antar Lembaga
Jawa Barat Jadi Juara Nasional Pemutakhiran Data Keluarga 2025
RSUD ASA Kota Depok Bantah Isu Negatif, Ungkap Fakta CCTV dan Layanan yang Tetap Berjalan Normal
Menteri Wihaji Sambangi Desa Nagrak, Kerahkan Jajaran Kemendukbangga, Pemkab Bogor dan Warga Gotong Royong Bedah Rumah dan Intervensi Gizi untuk Tekan Stunting

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 16:52 WIB

Dengungkan Kebaikan, BRI Kanca Cimanggis Salurkan Bantuan kepada Dhuafa dan Anak Yatim

Senin, 8 Desember 2025 - 14:47 WIB

Pimpinan Pesantren Leadership Primago Hadiri Undangan Dialog Kebangsaan MPR RI dan Rabithah Al-Alam Al-Islamy di Gedung Nusantara V DPR MPR RI Tahun 2025

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:10 WIB

Aneh bin Ajaib, Kemana Anggota DPRD Depok saat Ada Rumah Warga Mantan Pejuang Veteran Ambruk?

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:22 WIB

Perkuat Pembinaan Muallaf, MUI dan BAZNAS Kota Depok Sepakat Berkolaborasi

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:17 WIB

Pesantren Leadership Primago Depok & Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTik) Sepakati Tingkatkan Kerjasama Antar Lembaga

Rabu, 3 Desember 2025 - 15:39 WIB

RSUD ASA Kota Depok Bantah Isu Negatif, Ungkap Fakta CCTV dan Layanan yang Tetap Berjalan Normal

Rabu, 3 Desember 2025 - 15:00 WIB

Menteri Wihaji Sambangi Desa Nagrak, Kerahkan Jajaran Kemendukbangga, Pemkab Bogor dan Warga Gotong Royong Bedah Rumah dan Intervensi Gizi untuk Tekan Stunting

Senin, 1 Desember 2025 - 13:32 WIB

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Hadirkan Konsultan Pendidikan Islam Alumni Gontor Pada Kegiatan Capacity Building 2025

Berita Terbaru