Depok Kembali Berstatus Zona Oren

- Reporter

Selasa, 2 Maret 2021 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com – Pada Maret 2021, virus Covid-19 sudah beredar di Indonesia selama setahun, terutama di Depok, kota pertama yang terjangkit Covid-19.

Terkait hal tersebut, Sri Utomo, Wakil Ketua 3 Satgas penanganan Covid-19 Depok, mengatakan perkembangan virus Covid-19 di Depok sangat baik. Selalu sesuaikan sesuai kebijakan melawan Covid-19.

“Semakin lama, semakin kesini kami selalu sesuaikan kebijakan. Seperti kebijakan terkait masker, pencegahan, dan sebagainya,” tutur Sri Utomo (1/3/21).

Kalaupun Covid-19 tidak bisa dicegah, Sri Utomo tetap yakin dan optimistis ada vaksin penangkal Covid-19 di Depok.

“Bisa kami lihat, sepertinya masyarakat kedepannya semakin menyadari memakai masker, menjaga diri, dan menjaga keluarga,” ucapnya.

Sri Utomo berharap bisa memanfaatkan kebiasaan dan kesadaran masyarakat agar masyarakat Depok bisa hidup bersama dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Dan berharap masyarakat tidak merasa bosan atau jenuh.

“Semoga masyarakat dan juga para petugas penanganan pasien Covid-19 tidak mengalami kejenuhan, karena kami optimis bisa memerangi Covid-19 ini,” harap Sri Utomo.

Saat ini Kota Depok sudah berada dalam zona oranye atau kondisi risiko menengah. Tingkatkan nilai 200 kasus setiap hari.

“Minggu sebelumnya Depok berstatus zona merah, sekarang kembali lagi berzona oranye,” sambungnya.

Menurutnya, ini artinya nilai Covid-19 yang berfluktuasi sangat baik. Nyatanya, setiap kelurahan mengalami peningkatan dari desa yang dijaga ketat untuk mengingatkan warganya setiap saat.

Selain itu, dari data internal yang dimiliki Satpol PP Kota Depok, Lienda, Penanggung Jawab Satpol PP Kota Depok, mengatakan jumlah pelanggaran yang terjadi di masyarakat semakin berkurang.

“Pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pertama ada pelanggaran sebanyak 4.789, kemudian PPKM kedua 4.721, dan PPKM ketiga ada 478 pelanggaran,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat Kota Depok bisa lebih tertata melalui prosedur kesehatan (Prokes) dan meningkatkan kedisiplinan dimanapun mereka berada.

 

Penulis (DL)

Editor (RR)co 19

Berita Terkait

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Nilai Kebangsaan melalui Rangkaian Pengambilan dan Pengembalian Bendera Pusaka di Pendopo Malasari
Optimalkan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, Dinsos Kota Depok Dorong Delapan Pilar Sosial Jadi Penggerak Kemandirian Warga
Pemkot Depok Siapkan Pompa Air untuk Kurangi Banjir di Taman Duta
Cinta Nabi dan Tanah Air, Pengajian ini Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Usai Pembacaan Asrokol Maulid Nabi Muhammad SAW
Tirta Asasta Depok Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Melalui Aplikasi ASASTAKu
DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Dengar Keluhan Warga Perum Kopassus Pelita 1 Sukatani soal UPS dan Wacana Kolaborasi
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:30 WIB

Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026

Rabu, 16 September 2026 - 13:20 WIB

143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Rabu, 16 September 2026 - 13:02 WIB

Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian

Selasa, 15 September 2026 - 20:37 WIB

DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik

Selasa, 15 September 2026 - 20:32 WIB

Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya

Selasa, 15 September 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 September 2026 - 20:27 WIB

Bagian dari Pendidikan, Santriwati Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Nobar Film ISTIMEWA di Bogor Trade Mall

Berita Terbaru