Alat Bertransaksi Berbeda di Kota Depok, Pasar Muamalah Mendadak Tidak Terlihat Lagi

- Reporter

Selasa, 2 Februari 2021 - 10:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Setelah viral di media karena Pasar Muamalah melakukan transaksi yang berbeda yaitu menggunakan Dinar dan Dirham. Namun pedagang setempat mulai menghindari dari media hendak mencari informasi tentang pasar tersebut.
Melansirkan dari tempo.com salah satu penjaga toko madu yang merasa tidak menginginkan kedatangan awak media langsung menyebut bahwa toko tersebut tutup.
“Sudah tutup, lihat saja,” kata pria yang diketahui bernama Parman kepada Tempo, Senin 1 Februari 2021 di Kota Depok.Parman bahkan mengaku, tidak mengetahui adanya pasar muamalah di lokasi itu. “Tidak, tidak tahu,” lanjut Parman langsung meninggalkan Jurnalis Tempo.com.
Ruko yang berada di Jalan Raya Tanah Baru, RT 03/RW 04, Kota Depok tersebut memang berubah. Ruangan yang dikhususkan menjual madu ditutup dan spanduk ‘Muamalah Mart’ dicopot.
Hanya tersisa gerai Tiki dan spanduk bertuliskan Kafe Muamalah dialokasi tersebut. Di sekitar lokasi pun ditempel berbagai selebaran tentang ancaman pidana.
“Bunda mau info : UU NO.7 TAHUN 2011 MATA UANG REPUBLIK INDONESIA, WAJIB RUPIAH BAB X : PELANGGARAN DI PIDANA PENJARA MAXIMUM 1(SATU) TAHUN DENDA MAXIMUM RP 200 JUTA,” tulis selebaran tersebut.
Pasar Muamalah di Depok ramai diperbincangkan belakangan ini karena bertransaksi menggunakan Dinar dan Dirham, tidak menggunakan mata uang sah di Negara Indonesia, yakni Rupiah.

Pasar Muamalah yang berlokasi di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok. Dua mata uang yang secara luas digunakan di jazirah Arab tersebut, diperkenankan sebagai alat transaksi di pasar tersebut. Pasar Muamalah digelar setiap hari Minggu pukul 10.00 – 12.00. Dalam sebulan pasar dilaksanakan selama dua kali di depan ruko Muamalah Mart.
Selain menggunakan koin Dinar dan Dirham, pedagang yang hendak bergabung dengan pasar muamalah tidak sama sekali dipungut biaya.

(RIZ)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

<

Berita Terkait

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju
Seminar Online Primago 2024 “Peluang Beasiswa dan Jurus Jitu Masuk Unida Gontor

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru