Kasus Covid-19 yang Meningkat, Pemkot Depok Dukung PSBB Jawa-Bali

- Reporter

Jumat, 8 Januari 2021 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com-Pemerintah Kota (Pemkot) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok mendukung penuh Instruksi yang diterbitkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Karena itu, Pemkot segera menuangkan kebijakan ini dalam Peraturan Wali Kota Depok untuk merealisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021.

“Pemkot Depok berpandangan langkah yang diambil pemerintah mengeluarkan kebijakan ini sudah tepat, di tengah peningkatan kasus Covid-19 di kota metro dan besar yang rata-rata sangat tinggi,” jelas Mohammad Idris melalui kanal youtube pribadi, Kamis (07/01/2021).

Dikatakannya, kasus Covid-19 yang kembali tinggi mayoritas dikarenakan meningkatkan aktivitas ekonomi dan sosial. Akibatnya pergerakan orang menjadi tinggi, sehingga berdampak pada ancaman penularan di klaster tempat kerja, komunitas dan keluarga.

Selain itu, sambung Mohammad Idris, hadirnya kebijakan Mendagri juga menjadi jawaban dari masalah yang dihadapi saat ini. Terutama, sulitnya mensinergikan kebijakan antar daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kehadiran instruksi Mendagri menjadi simpul integrasi kebijakan. Dan tindakan antar daerah dalam melakukan pembatasan kegiatan di masa pandemi,” tuturnya.

Untuk itu, Mohammad Idris mengajak kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait, melaksanakan kebijakan ini. Tentunya demi kesehatan dan kemaslahatan semua.

“Kemudian, mengenai informasi kebijakan siaga 1, saat ini kami belum menerima parameter dan indikator-indikator siaga 1 yang dimaksudkan. InsyaAllah, kami akan tanyakan ke provinsi terkait ini, bagi warga Depok untuk tidak resah dengan informasi ini,” terangnya.

Lalu, mengenai ketersediaan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU, ujar Mohammad Idris, saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) untuk Bed Isolasi sudah mencapai 85 persen dan untuk Bed ICU sudah mencapai 90,32 persen. Langkah yang sedang diupayakan adalah menambah tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit-rumah sakit (RS).

“Kami sudah mengumpulkan para Direktur RS yang sudah diberi amanah menangani Covid-19 untuk membahas masalah ini. Kami mohon bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan peralatan sesuai yang dibutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ungkap dia, terkait tidak sinkron data Covid-19 antara Kota Depok dengan Pusat, hal tersebut sudah dikomunikasikan sejak bulan Oktober 2020 kepada Satgas Provinsi. Sebab, pengendali data ada di Provinsi yaitu PIKOBAR.

“Kami juga sudah komunikasi dengan Pusdatin Kemenkes dan mereka siap melakukan BRIDGING data antara pusat dengan Depok. Kami mohon agar PIKOBAR dapat memberikan akses dan ikut bersama menyelesaikan masalah tersebut. Ini penting, karena fungsi data salahsatunya adalah untuk menghitung zona risiko daerah,” imbuhnya.

Sedangkan, terkait dengan vaksin, Pemkot Depok bakal mengikuti arahan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar. Karena mengenai sasaran dan mekanisme pemberian vaksin diatur oleh pemerintah.

“Bagi kami di daerah tentu sudah mempersiapkan sarana prasarana, tempat dan termasuk tenaga kesehatan untuk program ini. Jadi untuk seluruh warga, agar mengikuti arahan pemerintah, InsyaAllah apa yang sudah diputuskan pemerintah memberikan kebaikan untuk kita semua,” tutupnya.

Berita Terkait

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Nilai Kebangsaan melalui Rangkaian Pengambilan dan Pengembalian Bendera Pusaka di Pendopo Malasari
Optimalkan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, Dinsos Kota Depok Dorong Delapan Pilar Sosial Jadi Penggerak Kemandirian Warga
Pemkot Depok Siapkan Pompa Air untuk Kurangi Banjir di Taman Duta
Cinta Nabi dan Tanah Air, Pengajian ini Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Usai Pembacaan Asrokol Maulid Nabi Muhammad SAW
Tirta Asasta Depok Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Melalui Aplikasi ASASTAKu
DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Dengar Keluhan Warga Perum Kopassus Pelita 1 Sukatani soal UPS dan Wacana Kolaborasi
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:42 WIB

PKBM PRIMAGO INDONESIA Mewakili Kota Depok pada Ajang Jambore Gema Tunas V PKBM Se Jawa Barat Tahun 2026

Rabu, 16 September 2026 - 13:30 WIB

Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026

Rabu, 16 September 2026 - 13:20 WIB

143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Rabu, 16 September 2026 - 13:02 WIB

Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian

Selasa, 15 September 2026 - 20:37 WIB

DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik

Selasa, 15 September 2026 - 20:35 WIB

Penduduk Depok Tembus 2,05 Juta Jiwa, Perekaman KTP-el Capai 99,60 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 20:32 WIB

Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya

Berita Terbaru