Kasus Corona di China Naik Lagi, Pasar Bakal Panik?

- Reporter

Senin, 13 April 2020 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Depok – Pandemi virus corona (COVID-19) masih akan menjadi penggerak utama pasar keuangan global pada pekan depan. Di awal pekan ini, pelaku pasar dibuat ceria setelah penyebaran COVID-19 mulai melambat.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) penambahan jumlah kasus secara penambahan jumlah kasus COVID-19 sudah satu digit persentase sejak 30 Maret lalu. Terbaru, pada 10 April terjadi penambahan kasus 5,92% sehingga total menjadi 1,52 juta kasus.

Laju penambahan satu digit persentase tersebut menunjukkan penyebaran COVID-19 sudah mulai melandai secara global dan bisa menjadi kabar bagus.

Sementara jika melihat data dari Johns Hopkins CSSE, yang lebih real time, hingga hari Minggu (12/4) pukul 17:30 WIB, secara global ada 1,78 juta kasus.

China, yang sebelumnya sudah berhasil meredam penyebaran COVID-19 kini kembali mengalami kenaikan kasus dua kali lipat. Komisi Kesehatan China (NHC) melaporkan pada 11 April terjadi penambahan sebanyak 99 kasus COVID-19. Angka tersebut bertambah lebih dari dua kali lipat hari sebelumnya, dimana kasus baru yang dilaporkan sebanyak 46 kasus.


Dari total kasus baru kemarin, sebanyak 97 di antaranya merupakan kasus “impor” atau orang-orang yang baru datang ke China dari luar negeri. Sementara 2 lainnya merupakan transmisi lokal.

Berkaca dari Singapura, “serangan” virus corona gelombang kedua bisa terjadi akibat kasus “impor” dan mengakibatkan penambahan kasus yang sangat signifikan.

Singapura merupakan salah satu negara yang terpapar COVID-19 sejak awal kemunculannya, bahkan sempat menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua setelah China. Tetapi, Singapura mampu meredam penyebarannya, hingga pertengahan Maret total jumlah kasus sekitar 200-an orang.

Tetapi setelahnya, Negeri Merlion menghadapi “serangan” virus corona gelombang kedua. Sebabnya, warga negara Singapura yang tinggal di Eropa maupun Amerika Serikat (AS) “mudik” setelah Eropa kemudian AS menjadi episentrum penyebaran COVID-19.

Dampaknya, Singapura mengalami lonjakan kasus, hingga hari ini jumlah kasus tercatat sebanyak 2.299 kasus, naik 1.000% dibandingkan pertengahan Maret lalu.

Zhang Wenhong, pemimpin tim penanggulangan COVID-19 Shanghai mengatakan China harus mempersiapkan diri menghadapi puncak kasus “impor”.

“Meski China sudah membuat beberapa pencapaian di tahap awal, kita perlu tetap berhati-hati dan berdeterminasi untuk memerangi pandemi ini dalam beberapa waktu ke depan” kata Zhang dalam wawancara dengan Caixin, sebagaiaman dilansir Nikkei Asian Review.

Zhang memprediksi puncak penyebaran gelombang kedua bisa terjadi setelah musim gugur atau di penghujung tahun ini.

China tentunya harus bersiap meredam penyebaran COVID-19 melalui kasus impor agar tidak terjadi “serangan” gelombang kedua seperti yang dihadapi Singapura.

Penambahan kasus di China akan menjadi perhatian beberapa hari ke depan, jika terus menunjukkan peningkatan, ada kekhawatiran akan ada penyebaran pandemi gelombang kedua di Negeri Tirai Bambu berisiko benar terjadi.

Selain dari China, Tren penyebaran kasus di Indonesia tentunya juga menjadi perhatian pelaku pasar dalam negeri. Sejauh ini, Indonesia sedang mengalami tren kenaikan, sebab kasus pertama baru dilaporkan di awal bulan Maret.

Selain itu, Bank Indonesia yang akan mengumumkan suku bunga pada hari Selasa (14/4/2020) bisa juga bisa menjadi penggerak pasar keuangan dalam negeri. Rupiah bergerak lebih stabil belakangan ini, bahkan menguat tajam pada pekan lalu. Hal tersebut tentunya membuka peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga, dan bisa disambut positif oleh pelaku pasar.

Sehari setelahnya, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan data neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Maret, dan akan terlihat seberapa besar dampak pandemi COVID-19 terhadap kinerja ekspor dan impor Indonesia.

Untuk awal pekan, pasar sepertinya masih akan merespon detail stimulus yang diumumkan bank sentral AS (The Fed) pada Kamis lalu.

Bank sentral paling powerful di dunia tersebut mengumumkan detail salah satu stimulusnya berupa pinjaman lunak ke dunia usaha senilai US$ 2,3 triliun.

Program yang diberi nama main street tersebut akan diberikan kepada perusahaan dengan jumlah tenaga kerja hingga 10.000 orang, dan pendapatan kurang dari US$ 2,5 miliar pada tahun 2019 lalu. Pembayaran pokok dan bunga pinjaman tersebut akan ditangguhkan selama satu tahun.

Selain The Fed, Uni Eropa juga mengucurkan stimulus senilai 500 miliar euro guna membantu perekonomian yang tertekan akibat pandemi Covid-19.
Mayoritas pasar Asia termasuk Indonesia libur hari Jumat Agung di perdagangan terakhir pekan lalu, sehingga berpeluang baru akan direspons pada Senin .

Berita Terkait

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Nilai Kebangsaan melalui Rangkaian Pengambilan dan Pengembalian Bendera Pusaka di Pendopo Malasari
Cinta Nabi dan Tanah Air, Pengajian ini Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Usai Pembacaan Asrokol Maulid Nabi Muhammad SAW
DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Langkah Nyata Pemkot Depok Dorong Kota Ramah Anak dan Inklusif
Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk Perkuat Langkah Menuju Pasar Global
Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC
Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:30 WIB

Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026

Rabu, 16 September 2026 - 13:20 WIB

143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Rabu, 16 September 2026 - 13:02 WIB

Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian

Selasa, 15 September 2026 - 20:37 WIB

DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik

Selasa, 15 September 2026 - 20:32 WIB

Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya

Selasa, 15 September 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 September 2026 - 20:27 WIB

Bagian dari Pendidikan, Santriwati Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Nobar Film ISTIMEWA di Bogor Trade Mall

Berita Terbaru