Jumlah Kematian di Italia Akibat Virus Corona Lampaui Tiongkok

- Reporter

Jumat, 20 Maret 2020 - 10:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Depok – Sebanyak 3.405 orang meninggal dunia akibat virus corona di Italia, sedangkan total kasus kini mencapai 41 ribu.

Jumlah kematian di Italia akibat virus corona kini melampaui Tiongkok yang menjadi epicentrum awal wabah tersebut. Hingga Kamis (19/3), terdapat 3.405 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Negara Pizza itu. Angka korban tewas tersebut lebih banyak 156 orang dibandingkan Tiongkok.  Berdasarkan data Universitas John Hopkins, total korban tewas di Tiongkok mencapai 3.249 orang.

Badan Perlindungan Sipil Italia mencatat total kasus bertambah 5.322 menjadi 41.033. Angka suram tersebut muncul beberapa jam setelah Tiongkok menandai tonggak utama dalam upaya membatasi penyebaran Covid-19. Negara yang menjadi asal virus itu kini melaporkan tak ada kasus yang ditransmisikan secara lokal untuk pertama kalinya sejak wabah merebak. Peningkatan kasus membuat Italia memberlakukan pembatasan nasional serupa dengan yang terlihat di Tiongkok, memaksa lebih dari 60 juta orang terisolasi di rumah. Sistem kesehatan kelas dunia di Italia kini berada di tepi jurang, terutama di wilayah Utara yang menjadi pusat utama penyebaran pandemi. Orang-orang dirawat di lapangan rumah sakit dengan dokter dan perawat terinfeksi karena kurangnya perlindungan yang memadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak berwenang Italia kini tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang penutupan sekolah hingga lewat dari 3 April. “Saya pikir akan diperpanjang,” kata Menteri Pendidikan Lucia Azzolina. Namun, Juru bicara Perdana Menteri Corriere della Sera mengatakan belum ada keputusan resmi yang diambil. Para ahli medis Tiongkok yang membantu Italia menangani krisis ini mengatakan langkah-langkah yang ditempuh Lombardy-wilayah dengan kasus terbanyak- tidak cukup ketat. “Situasinya sebenarnya mirip dengan yang kami alami dua bulan lalu di Wuhan,” kata Wakil Presiden Palang Merah Tiongkok Sun Shoupeng dalam konferensi pers di Milan.

Ia menjelaskan sejak satu bulan penerapan kebijakan lockdown di Wuhan, terdapat tren penurunan setelah puncak penyakit. Namun di Milan, daerah penyebaran Covid-19 yang paling parah, tidak ada isolasi yang ketat. Transportasi umum masih berfungsi dan orang-orang masih bergerak. “Anda masih makan malam dan berpesta di hotel dan Anda tidak menggunakan masker. Kami membutuhkan setiap warga negara untuk terlibat dalam pertarungan Covid-19 dan mengikuti kebijakan ini,” kata dia. Italia diminta untuk menghentikan seluruh kegiatan ekonomi dan memangkas pergerakan orang dengan hanya tinggal di rumah. Total kasus positif virus corona di seluruh dunia kini telah mencapai lebih dari 220 ribu. Lebih dari 10 ribu orang tewas akibat penyakit tersebut. Namun, sebanyak 87 ribu orang berhasil sembuh, mayoritas berada di Tiongkok.

 

<

Berita Terkait

DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna Tuk Peringati HUT Depok Ke-25
Cak Imin Ungkap PKB Ingin Terus Menjalin Kerjasama dengan Gerindra
Supian Suri Diprediksi Menang Dalam Pilkada 2024 Karena Bakal Diusung Koalisi Parpol Besar
KUA Cipayung Kota Depok Gelar Tadarus Bareng Ibu-Ibu Majlis Ta’lim
Angkutan Lebaran 2024 Masih Cukup Tersedia, KAI Daop 1 Jakarta Tambah 344 Perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Rumah Hijabers | Supplier Baju Muslim & Muslimah Anak & Dewasa di Kota Depok
5 Menu Yang Biasa Nabi Muhammad Makan Untuk Sahur Dan Berbuka Puasa
Kue Kering Lebaran 2024 Cookies Bomboloni, Belum Ada Yang Bikin

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 17:29

Bangun Potensi dan Karakter Santri, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adakan Pembukaan Kegiatan Ekstrakurikuler

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:16

1 Windu Berkiprah, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adakan Syukuran dan Seminar Online

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:58

Grand Syaikh Al-Azhar Apresiasi Pondok Pesantren Darunnajah Dalam Memperkuat Pendidikan Agama Islam di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:01

Ulama Besar, Grand Syaikh Al-Azhar Bakal Hadir di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Senin, 8 Juli 2024 - 18:38

Madina Muharram Festival 1446 H, Ramah Keluarga, Beribu Manfaat

Sabtu, 6 Juli 2024 - 12:19

Aliansi BEM PTMA-I Zona 3 Minta Polisi Usut Tuntas Sejumlah Kasus Represifitas

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:08

Keluarga Besar SDIT & SMPIT ARRAHMAN DEPOK 2024 Adakan TRIP Ke Pangandaran bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:04

Hj Nurhayati: Stunting Ini Bisa Diselesaikan Asal ….

Berita Terbaru