Lestarikan Alam dengan Kemasan Minuman Ramah Lingkungan dan Aman dari Suryasukses

- Reporter

Selasa, 17 Maret 2020 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Depok- Seiring dengan maraknya bisnis minuman di Indonesia, semakin meningkat pula penggunaan kemasan plastik. Tak hanya dari bisnis minuman, penggunaan plastikpun sangat beragam mulai dari kemasan makanan hingga produk kebutuhan sehari-hari lainnya. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 7,2 juta ton per tahun. Jumlah ini dapat meningkat setiap tahunnya dan menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan. Plastik konvensional memiliki sifat yang tidak mudah terurai di alam sehingga akan mencemari lingkungan. Butuh waktu hingga ratusan tahun untuk mengurai plastik, sehingga hal ini akan mengakibatkan penumpukan sampah.

Di tengah maraknya isu terkait sampah plastik, PT Suryasukses Abadi Prima (SAP) berusaha memberikan terobosan baru yang akan membantu pelestarian alam. Dengan pengalaman lebih dari 3 dekade di industri manufaktur plastik, SAP yang berdiri pada tahun 1989 menciptakan inovasi sebagai solusi dari permasalahan sampah plastik di Indonesia. SAP mulai memproduksi kemasan plastik berupa gelas plastik yang ramah lingkungan dengan teknologi oxo-biodegradable. Dengan demikian, produk kemasan plastik yang dihasilkan dapat terurai lebih cepat daripada proses penguraian plastik biasa. Untuk mengurai plastik ini dibutuhkan waktu 2-5 tahun, jauh lebih cepat daripada plastik biasa yang memerlukan ratusan tahun untuk dapat terurai.

Apa itu teknologi Oxo-Biodegradable Plastic?

Produk plastik oxo-biodegradable dibuat dengan menambahkan bahan additive oxo-biodegradable sehingga produk yang dihasilkan akan lebih mudah terurai menjadi karbondioksida, air, dan biomassa. Dengan teknologi ini, produk plastik yang dihasilkan dapat terurai dalam waktu 2-5 tahun setelah dibuang sehingga akan sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya untuk bumi. Waktu penguraian plastik tergantung dari penggunaan plastik dan cara pembuangannya. Plastik yang mengandung oxo-biodegradable additive akan terurai dengan bantuan oksigen, sinar UV, dan panas yang tersedia secara alami di alam bebas. Produk yang terpapar panas dan sinar UV lebih intens akan lebih cepat terurai di alam menjadi mikropartikel yang aman untuk dikonsumsi mikroba.

Dengan terobosan kemasan plastik oxo-biodegradable ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Seperti yang kita ketahui, sangat banyak bisnis kuliner yang menggunakan plastik untuk kemasan produk. Tak jarang, para pemilik bisnis makanan dan minuman menggunakan kemasan plastik secara berlebihan dengan alasan supaya lebih aman untuk pesanan takeaway. Apabila para pemilik bisnis kuliner semakin tergerak untuk menggunakan kemasan plastik ramah lingkungan, tentunya hal tersebut akan sangat membantu pelestarian lingkungan dan pengurangan sampah plastik.

Keunggulan produk SAP

SAP memberi penekanan kuat pada kualitas. Pelaksanaan manufaktur terbaik terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas yang lebih baik. SAP telah memiliki FSSC 22000 dan sertifikasi ISO 9001, mengikuti standarisasi tinggi dari keamanan pangan internasional. Dengan menggunakan material food grade, produk yang dihasilkan sangat aman untuk makanan dan minuman sehingga tidak akan mempengaruhi rasa. Selain itu, produk kemasan yang dihasilkan juga terbukti kuat, aman, serta memiliki bentuk yang presisi. SAP juga mempunyai tim desain yang merancang produk dengan menggabungkan kreatifitas dan fungsionalitas agar dapat selalu memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website resmi di https://www.suryasukses.com/

 

 

Berita Terkait

Kiai Hasan Sebut Kehadiran Prabowo Beri Kenyamanan di Syukuran 100 Tahun Gontor
Prabowo Soroti Empat Moto Gontor, Kaitkan dengan Nilai di Akmil
PKBM PRIMAGO INDONESIA Mewakili Kota Depok pada Ajang Jambore Gema Tunas V PKBM Se Jawa Barat Tahun 2026
Bagian dari Program Pendidikan, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Depok Ajak Santri Nobar Film ‘Istimewa’ di Margo City Depok
Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026
143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan
DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:57 WIB

Antisipasi Tawuran dan Curanmor, Tiga Pilar Pengasinan Gelar Patroli Gabungan

Senin, 21 September 2026 - 09:44 WIB

Atasi Banjir Jalan Raya Cinere, Dinas PUPR Depok Rancang Pembuatan Sodetan ke South City

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Guyuran Hujan Berkah Sholat Istisqa Bersihkan Sisa Abu Vulkanik di Kota Depok

Minggu, 20 September 2026 - 20:19 WIB

Pemkot Depok Genjot Pembangunan Jalan di Sawangan, Camat Imbau Warga Bersabar

Sabtu, 19 September 2026 - 22:27 WIB

Sah Dilantik, Ketua HIPMI Depok Ardian Fajar Siap Tingkatkan Perekonomian Daerah

Sabtu, 19 September 2026 - 22:11 WIB

Hendra Macx Siap Jadi Agen Perubahan di Lingkungan RT 003 RW 009 Sukatani

Sabtu, 19 September 2026 - 19:23 WIB

Kiai Hasan Sebut Kehadiran Prabowo Beri Kenyamanan di Syukuran 100 Tahun Gontor

Sabtu, 19 September 2026 - 19:17 WIB

Prabowo Soroti Empat Moto Gontor, Kaitkan dengan Nilai di Akmil

Berita Terbaru