Dua Faktor Ini Bikin Anthony Ginting Juara di Indonesia Masters 2020

- Reporter

Kamis, 23 Januari 2020 - 16:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Setelah tahun lalu harus menderita lima kekalahan di babak final, kini pemain Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting  meraih gelar juara di Daihatsu Indonesia Masters 2020. Kelima turnamen itu adalah Australia Open, Singapore Open, Fuzhou China Open, Hong Kong Open, BWF World Tour Finals 2019.

Kepala Pelatih Tunggal Putra PP PBSI, Hendry Saputra, mengataka bahwa sebetulnya ia mengharapkan terjadi partai all Indonesian final antara Anthony dan Jonatan Christie di Indonesia Masters 2020, namun Jonatan dihentikan Anders Antonsen (Denmark) di laga perempat final.

“Kalau saya sebetulnya sudah berharap dari tahun lalu, karena kan kita harus jadi tuan rumah yang baik dengan menyumbang gelar. Saya malah maunya all Indonesian final, kalau Jonatan ketemu Antonsen bisa menang, saya optimis bisa ketemu Anthony di final,” ujar Hendry dalam situs resmi PBSI, Rabu (22/1/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gagal lima kali, setiap orang belajar dari kesalahannya. Malah menurut saya seharusnya nggak boleh gagal sampai lima kali di final, karena dia berjuang bukan cuma di 2019, tapi dari 2016 sudah berjuang di level elit. 2019 seharusnya sudah memetik hasilnya. Tapi saya tetap bersyukur atas gelar yang sudah diraih Anthony,” sebut Hendry.

Dalam pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2020, Anthony merebut tahta juara setelah menundukkan Antonsen, dengan skor 17-21, 21-15, 21-9. Hendry mengatakan bahwa dalam pertandingan tersebut, Anthony bisa menerapkan dua hal yang menjadi evaluasi utamanya yaitu fokus dan ketenangan di lapangan.

“Ketenangan dan fokus, adalah dua hal yang paling sering saya diskusikan dengan dia. Dia harus punya kematangan, bisa baca situasi dari pengalaman dia. Dia harus yakin kalau dia itu pemain bagus, dari segi apa dia yang nggak bagus? Dan kita harus akui, Anthony itu memang pemain bagus,” ujar Hendry.

“Tapi kalau dia nggak tenang, kan bisa kacau. Kedua, kalau nggak bisa fokus, hasilnya pasti jauh dari harapan. Dia mesti terima, harus perbaiki dan tingkatkan standard kualitas fokus dan ketenangannya, dua hal ini,” lanjutnya.

Selain itu, menurut Hendry, Jonatan juga memiliki masalah yang kurang lebih sama dengan Anthony. Di Daihatsu Indonesia Masters 2020, Jonatan juga dalam kondisi fisik yang tidak fit. Hendry juga mengingatkan bahwa jangan sampai ini terjadi di olimpiade nantinya, hal ini bisa dijadikan pelajaran, agar kondisi tak lagi menjadi isu yang sama penyebab kekalahan.

“Setelah dicek, memang ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, dikuatkan. Ini bagus supaya dia lebih siap, bayangkan kalau kejuaraan itu olimpiade, kan sayang. Sekarang ini jadi pelajaran, nanti di kejuaraan penting terlepas hasilnya menang atau kalah, yang penting bukan karena masalah yang sama, karena kami sudah coba perbaiki,” tutur Hendry.

Menurut ia, sebetulnya hal yang sangat disayangkan absennya Kento Momota, pemain nomor satu dunia di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2020. Dikatakan Hendry, DIM merupakan salah satu ajang ujian bagi anak-anak didiknya jelang panggung olimpiade.

“Banyak yang bilang, Anthony bisa juara karena Momota absen dan Chou Tien Chen (Taiwan) sudah kalah. Kalau dari saya, justru saya maunya Momota datang dan Chou masih ada di babak akhir, karena bisa diuji lagi jelang olimpiade. Mereka adalah pemain-pemain top. Bisa saja di turnamen yang tinggal beberapa lagi jelang olimpiade, nggak ketemu lagi, maunya kan di sini (DIM),” pungkas Hendry.

Saat ini baik Anthony dan Jonatan akan fokus ke turnamen selanjutnya yaitu Badminton Asia Team Championships 2020 yang akan berlangsung di Manila, Filipina, pada 11-16 Februari 2020.

<

Berita Terkait

Bukan hanya Ganda Putra, Ganda Putri Indonesia ini pun Rontok gagal melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2024
Mengulik Kedalaman Pasukan Tim Atalanta dan Leverkusen Jelang Final Liga Eropa 2024
Punya Skema Permainan Sama, Sanggupkah Tim Liga Italia Atalanta Patahkan Rekor Tim Liga Jerman Leverkusen di Final Liga Eropa 2024 ?
Kenapa Klub Seri-A Como 1907 Tidak Tertarik Rekrut Tom Haye ? ini Alasannya
Andalkan Pemain Muda, PBSI Berhasil Raih Prestasi Maksimal diajang Thomas dan Uber Cup 2024
Kenalin nih, Komang Ayu Cahya Dewi Atlet Bulutangking Putri Indonesia yang Bersinar di Tim Uber 2024
Tidak Pernah Kalah Dalam Game Piala Thomas 2024, Jojo Diwaspadai Tim Bulutangkis China
Siapa saja 4 Pemain timnas Indonesia Yang di Prediksi Roberto Mancini Layak bermain di Liga Italia ?

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:36

Depok Berbenah: PKBM Primago Indonesia Depok Jadi Pionir Transformasi Pendidikan Kesetaraan

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:34

PKBM Primago Indonesia Kota Depok Siap Implementasikan Kurikulum Merdeka Setelah Mengikuti Bimtek

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:30

Mengenal Sosok Founder Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:21

Dibutuhkan Bimbingan Teknis Implementasi Pemenuhan dan Pengasuhan Hak Anak

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:18

Teladan KB Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Digital DP3AKB Jabar Terus Tingkatkan Kapasitas Teladan KB 

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:38

Ada lagi….Tokoh pemuda Gandul elemen relawan Idris Mantap Dukung SS Jadi Walikota Depok

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:35

Duet Supian Suri dan Intan Fauzi Paket lengkap tuk Menangkan Hati Rakyat Kota Depok

Senin, 10 Juni 2024 - 19:29

Pilkada Depok Semakin Dinamis, Alumni Muda Gontor Dukung Supian Suri

Berita Terbaru