Belajar Ikhlas Dari Seorang Guru

- Reporter

Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com— Salah satu guru sekolah menengah atas (SMA) di kota Depok Tatang Cahyadi, bisa jadi salah satu contoh baik untuk kita semua, Tatang Cahyadi sudah menjadi guru sudah lumayan lama mulai dari guru sekolah dasar(SD), sekolah menengah pertama(SMP), sampai saat ini menjadi guru sekolah menengah atas(SMA), walau demikian Tatang Cahyadi masih bersetatus guru honorer.

Guru honorer adalah guru yang bersetatus belum menjadi pegawai negeri sipil (PNS), dalam istitusi pendidikan di kenal guru tidak tetep(GTT), penggajian guru honorer di itung per jam mengajar atau sukarela berdasarkan keputusan resmi lembaga terkait.

Guru honorer terdiri atas beberapa kelompok, 1 berdasarkan naungan kementian di antaranya, guru honorer kemendikbud, Guru honorer kemenag, 2 berdasarkan tempat pengabdiannya diantaranya, guru honorer di sekolah negeri, guru honorer di sekolah suasta, 3 berdasarkan kategori honorer yang pengabdiannya sebelum tahun 2005, diantaranya guru honorer kategori satu , mayoritas sudah di angkat menjadi (CPNS/PNS) , guru kategori ini penghasilannya di bayar oleh (APBD/APBN), guru honorer kategori dua, sebagian sudah di angkat menjadi (CPNS/PNS) dan sebagain lain tengah menunggu pengangkatan, guru kategori ini penghasilannya bukan di bayar oleh (APBD/APBN), 4 berdasarkan kategori honorer yang pengabdiannya setelah tahun 2005,diantaranya guru honorer non kategori yang mengabdi di sekolah negeri, guru honorer non kategori yang mengabdi di sekolah suwata.

Banyak harapan harapan yang di inginkan oleh guru honorer salah satunya pak Tatang Cahyadi, belaupun berpendapat

“ke guru honorer lebih di perhatikan, jangan semua pengajaran di tujukan ke honor, tapi ketika pengangkatan kita tidak di perhatikan”ujarnya

Menjadi seorang guru adalah profesi yang cukup berat, mulai dari menghadapi murid yang berbeda beda karakter sampai gajih yang kurang setimpal.

“kalo jadi guru mah jangan nyari duit, tapi nyari berkahnya”, kata Tatang Cahyadi

 

Penulis : Ilham Ramadhan

Berita Terkait

MUI Depok Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Milad 10th Pergerakan PRIMAGO, 1 Dekade Tumbuh Berkembang dan Bermanfaat Tanpa Batas
Urgensi Penataan Regulasi Tonase Truk demi Keamanan dan Ketertiban Jalan
Pemkot Depok Peringati 1 Muharram 1448 H dengan Pengajian Al-Hikam dan Santunan Anak Yatim
Menjaga Keasrian Pondok Cina: Langkah Nyata Merawat Wajah Kota Depok
SMA PGRI 1 Jakarta Gelar Family Gathering 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok
Primagen Genetic Mapping Program Sosialisasikan Program Pemetaan SDM & Pengembangan Minat, Bakat dan Potensi Diri Santri di Pondok Pesantren Daarul Muttaqien Parung Bogor
Bunda Forum Anak Depok Ajak Anak Jaga Kesehatan Mental dan Bijak Manfaatkan Teknologi

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:10 WIB

MUI Depok Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:47 WIB

Milad 10th Pergerakan PRIMAGO, 1 Dekade Tumbuh Berkembang dan Bermanfaat Tanpa Batas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:13 WIB

Wajah Baru Taman Meruyung: DLHK Depok dan Warga Gotong Royong Molekkan Ruang Terbuka Hijau

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:48 WIB

Diduga Tabrak Site Plan dan Area Sempadan Danau, Kolam Renang Shila at Sawangan Disegel Satpol PP Depok

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pemkot Depok Peringati 1 Muharram 1448 H dengan Pengajian Al-Hikam dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:09 WIB

Akses Kesehatan Makin Mudah, 711 Buruh di Depok Terima Kartu Bhayangkara Prioritas

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:43 WIB

Bunda Forum Anak Depok Ajak Anak Jaga Kesehatan Mental dan Bijak Manfaatkan Teknologi

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:29 WIB

Ketua RW 15 Kemirimuka Tegaskan Dana RW Rp300 Juta Digunakan untuk Kepentingan Warga

Berita Terbaru