Papua Tak Mungkin Berkhianat Kepada Jokowi

- Reporter

Selasa, 3 September 2019 - 01:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Risky Alvin (Aktivis Forum Pegiat Media Sosial Independen, FPMSI)

Perlakuan Presiden Jokowi terhadap rakyatnya dari Papua dan Papua Barat jelas bisa digambarkan sebagai perlakuan orang tua terhadap anak emas-nya, maka tak mungkin rasanya jika Papua berkhianat kepada Jokowi.

Lantaran perhatian Presiden Jokowi terhadap dua daerah di ujung Timur Indonesia itu bagai memperlakukan anak kesayangan dengan begitu sering ia mengunjunginya dan membangun berbagai fasilitas yang luarbiasa guna memajukan kedua daerah tersebut.

Namun begitu, betapapun arif dan bijaksananya Jokowi toh tetap saja ada orang-orang yang terus menjadi provokator dan menggangunya untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

Maka, tak heran juga ketika Presiden Jokowi yang dalam periode pertama pemerintahannya begitu sering berkunjung ke Papua dan Papua Barat serta banyak menggelontorkan program dan infrastruktur, tetap saja ada benalu yang mencoba menggerogoti kewibawaannya melalui provokasi dan upaya adu domba antar anak bangsa yang aering kali menggunakan berbagai isu SARA. Disinilah kita mengapa.harus berdama dan.dukung Jokowi untuk mensukseskan niat baiknya membangun Indonesia khsusunya bumi Papua

Maka, Jokowi pun menghadapi tantangan yang tidak ringan betapapun ia berupaya sekuat tenaga menjadikan Papua dan Papua Barat yang berkeadilan seperti halnya daerah-daerah lain di nusantara ini. Maka, upaya Jokowi membangun Indonesia maju dengan SDM yang unggul dari Sabang sampai Maeroke, termasuk di dalamnya ada Papua dan Papua Barat, juga dalam kenyataannya ada yang seperti sengaja menghambatnya.

Menganalogikan Papua Barat dan Papua sebagai anak emas Presiden Jokowi tidak berlebihan karena memang perhatiannya begitu nyata mulai dari Tol Udara, Tol Laut, BBM Satu Harga, Bangga Papua (BANGGA merupakan akronim dari Bangun Generasi dan keluarga Papua Sejahtera yang digagas oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe), hingga program Papua Terang.

Sebagai anak emas pemerintahan Presiden Jokowi, Papua dan Papua Barat juga telah menunjukkan mereka bukanlah “anak durhaka” yang tak tahu berterimakasih. Perolehan suara Jokowi di Papua yang mencapai 90 persen dan di Papua Barat hampir mencapai 80 persen menunjukkan betapa rakyat di daerah ujung Timur Indonesia itu sangat mencintai Jokowi

Lalu, kenapa sampai ada situasi yang begitu menyeramkan bisa terjadi di Tanah Papua?

Apakah kesalahan oknum rasis yang sekarang sedang diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan ke-rasis-annya itu mampu menjadi penyulut rasa cinta antara bapak dan anak, antara rakyat dan pemimpin, menjadi rasa benci yang membuncah seolah tanpa menyisakan rasa empati dan cinta?

Tentu, cinta yang bersemayam di masyarakat Papua terhadap Jokowi sulit untuk dicampakkan. Pun demikian, atas apa yang belakangan ini terjadi tak akan jadi penyulut bagi Jokowi untuk mengatakan bahwa rasa cinta terhadap Papua sebagai bagian dari Nusantara sudah hilang. Karena dengan tipikal dan komitmen kepemimpinannya, Jokowi tetap mencintai Papua selamanya dan tetap menjadikan bumi Papua sebagai prioritas dalam program pembangunannya. Papua adalah Indonesia, dan Jokowi adalah Bapak Pembangunan Papua.

Berita Terkait

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial
Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?
Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?
Wali Kota Depok, Supian Suri Tegaskan Filosofi “SS” dan Komitmen Bangun Kota Maju
Presiden Iran Langsung Telepon Putin usai Negosiasi dengan AS Mandek
Satu Abad Gontor: Forbis IKPM Gontor Siapkan National Economic Summit & Expo 2026
BERIKAN KULIAH BAGI 2.000 MAHASISWA UIN, MENDUKBANGGA WIHAJI TEKANKAN PENTINGNYA PERAN KELUARGA DALAM INVESTASI SDM
Trump Ngamuk! Iran Tarik ‘Tarif Tol’ di Selat Hormuz, Sebut Langgar Gencatan Senjata

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:01 WIB

Harga Avtur Meroket, Presiden Prabowo Pasang Badan: Tambahan Biaya Haji Tak Boleh Bebani Jemaah!

Rabu, 15 April 2026 - 12:47 WIB

Pahit! Drama Metropolitano: Barcelona Menang di Kandang Atletico, Namun Gagal ke Semifinal

Rabu, 15 April 2026 - 09:32 WIB

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 April 2026 - 09:29 WIB

Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?

Rabu, 15 April 2026 - 08:04 WIB

2.423 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Enam Kloter Diberangkatkan Mulai 22 April 2026

Rabu, 15 April 2026 - 08:01 WIB

Diskarpus Depok Genjot Digitalisasi Buku Letter C di 17 Kelurahan Tahun 2026

Rabu, 15 April 2026 - 07:59 WIB

Jelang HUT ke-27, PUPR Depok Masifkan Penataan Kabel Udara di Berbagai Titik Strategis

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:32 WIB