RI-Belanda Berkolaborasi Genjot Daya Saing Industri dan Ekspor

- Reporter

Kamis, 23 Mei 2019 - 12:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perindustrian RI dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI)

Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perindustrian RI dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI)

Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda sepakat untuk terus berkolaborasi dalam upaya peningkatan daya saing industri nasional dan perluasan pasar ekspor produk lokal ke kawasan Eropa. Kerja sama ini telah dituangkan melalui penandatananan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perindustrian RI dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI), yang merupakan badan di bawah Kementerian Luar Negeri Belanda.

MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Restu Yuni Widayati bersama Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Ferdinand Lahnstein yang mewakili pihak CBI Belanda. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Mei 2019 di Kemenperin, Jakarta.

“Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama periode sebelumnya, antara CBI Belanda dengan Ditjen KPAII Kemenperin tentang MoU on Industrial Technical Cooperation berikut juga Technical Arrangement untuk Engineering Sector dan Food Ingredients Sector yang ditandatangani pada April 2013 dan telah berakhir pada April 2018,” kata Sekretaris Ditjen KPAII Kemenperin Restu Yuni Widayati di Jakarta, Rabu (22/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Restu, MoU ini akan berlaku selama lima tahun (2019–2023) dan fokus pada kelompok produk seaweed extracts, essential oils, dan plant extracts yang akan menyasar pasar kosmetik dan makanan (suplemen) di Eropa. “Jadi, kali ini terkait peningkatan daya saing ekspor produk industri di sektor natural ingredients,” jelasnya.

Produk natural ingredients Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan pasar Eropa, mengingat Indonesia memiliki kapasitas produksi yang tidak dapat diabaikan. Namun di sisi lain, daya saing masih menjadi tantangan bagi produsen natural ingredients Indonesia untuk memasuki pasar Eropa.

“Tantangan daya saing ekspor inilah yang coba dijawab melalui inisiasi kerja sama antara Kemenperin dengan beberapa lembaga mitra internasional seperti CBI Belanda,” tutur Restu.

Natural ingredients digunakan secara luas di berbagai produk makanan (suplemen) dan produk kosmetik. Salah satu pasar utama di dunia untuk produk makanan dan produk kosmetik adalah Eropa. “Kawasan Eropa, secara tradisional, telah bertumbuh sebagai pasar potensial bagi produsen natural ingredients dengan tingginya tingkat permintaan untuk berbagai variasi produk yang dibuat dari bahan tersebut,” ungkap Lahnstein.

Plt. Direktur Jenderal KPAII Kemenperin Ngakan Timur Antara menyatakan, Belanda merupakan mitra penting Indonesia untuk kerja sama ekonomi di kawasan Eropa. Untuk itu, keduanya terus berupaya meningkatkan kemitraan dan kerja sama ekonomi yang komprehensif.

“Ke depannya, untuk mendorong penetrasi produk natural ingredients, utamanya ke pasar Eropa, kolaborasi dengan mitra internasional seperti ini akan terus diperkuat. Kemenperin juga akan mengembangkan program-program pendampingan sebagai dukungan pemerintah bagi pelaku industri,” paparnya.

Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-16 di dunia merupakan salah satu mitra ekonomi utama bagi Belanda. Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD5,1 miliar pada tahun 2018 dengan surplus di sisi Indonesia sebesar USD2,6 miliar.

<

Berita Terkait

DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna Tuk Peringati HUT Depok Ke-25
Cak Imin Ungkap PKB Ingin Terus Menjalin Kerjasama dengan Gerindra
Supian Suri Diprediksi Menang Dalam Pilkada 2024 Karena Bakal Diusung Koalisi Parpol Besar
KUA Cipayung Kota Depok Gelar Tadarus Bareng Ibu-Ibu Majlis Ta’lim
Angkutan Lebaran 2024 Masih Cukup Tersedia, KAI Daop 1 Jakarta Tambah 344 Perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Rumah Hijabers | Supplier Baju Muslim & Muslimah Anak & Dewasa di Kota Depok
5 Menu Yang Biasa Nabi Muhammad Makan Untuk Sahur Dan Berbuka Puasa
Kue Kering Lebaran 2024 Cookies Bomboloni, Belum Ada Yang Bikin

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:58

Grand Syaikh Al-Azhar Apresiasi Pondok Pesantren Darunnajah Dalam Memperkuat Pendidikan Agama Islam di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 - 13:01

Ulama Besar, Grand Syaikh Al-Azhar Bakal Hadir di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Senin, 8 Juli 2024 - 18:38

Madina Muharram Festival 1446 H, Ramah Keluarga, Beribu Manfaat

Senin, 8 Juli 2024 - 18:30

Alumni Muda Gontor Sambut Baik Sejumlah Pendukung Idris Balik Arah Jagokan Supian Suri

Sabtu, 6 Juli 2024 - 12:19

Aliansi BEM PTMA-I Zona 3 Minta Polisi Usut Tuntas Sejumlah Kasus Represifitas

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:04

Hj Nurhayati: Stunting Ini Bisa Diselesaikan Asal ….

Kamis, 4 Juli 2024 - 14:51

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Hadiri Tajamuk Kader Pesantren & Kiai Muda FPAG se Indonesia di Pondok Modern Darussalam Gontor

Selasa, 2 Juli 2024 - 22:12

Buka Workshop Pemutakhiran PK-24, Fazar: Jaga Kualitas Data!

Berita Terbaru