RI Berpotensi Pacu Daya Saing Sektor Hasil Perkebunan Melalui Industri 4.0

- Reporter

Jumat, 3 Mei 2019 - 21:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dinilai memiliki sejumlah potensi untuk memanfaatkan momentum revolusi industri 4.0. Potensi yang menguntungkan itu, antara lain jumlah angkatan kerja yang banyak atau bonus demografi, permintaan domestik yang besar, pertumbuhan ekonomi yang stabil, memiliki struktur produksi manufaktur yang dalam, serta ketersediaan sumber daya alam yang melimpah.

“Oleh karena itu, melalui implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang sudah berjalan satu tahun ini, banyak inisiasi yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung penerapan industri 4.0 di sektor industri,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara ketika menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Inovasi Litbang Hasil Perkebunandi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/5).

Ngakan menyebutkan, industri kakao misalnya, salah satu sektor hasil perkebunaan ini memiliki potensi pertumbuhan yang besar di Indonesia karena didukung oleh sumber daya pertanian yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar. Menurut data BPS, sepanjang tahun 2018, nilai ekspor lemak dan minyak kakao mencapai USD824,05 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia telah menjadi penyuplai bahan baku kakao terbesar ketiga di dunia. Diharapkan, di masa depan, Indonesia bisa menjadi negara unggulan eksportir barang jadi produk kakao, bukan lagi eksportir bahan baku,” paparnya.

Guna lebih memacu daya saing produk sektor hasil perkebunan, menurut Ngakan, pihaknya telah mendorong pelaku industrinya untuk memanfaatkan teknologi terbaru dalam proses produksinya. “Dengan memanfaatkan teknologi terbaru khususnya yang mengarah ke industri 4.0, efisiensi dan produktivitas perusahaan akan meningkat sehingga dapat pula mendongkrak profit perusahaan dan pendapatan pekerja,” tegasnya.

Sejak tahun 2018, dalam upaya menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung industri 4.0, telah dilakukan kegiatan penelitian dan perekayasan di beberapa unit di bawah BPPI sebagai proyek percontohan. Misalnya, litbang industri pengolahan kakao berbasis industri 4.0 oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) di Makassar.

Selanjutnya, memperbarui proses Modified cassava flour (Mocaf) berbasis industri 4.0 oleh Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor serta penerapan Internet of Things (IoT) untuk Melted Aluminium Thermographic Inspection dan Paper Glass Inspection oleh Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Bandung.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBIHP Abdul Rachman Supu menyampaikan, pihaknya menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Inovasi Litbang Hasil Perkebunan dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan di Era Industri 4.0” ini  tidak hanya untuk menyosialisasikan hasil litbang, namun juga diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi dan wadah bertemunya peneliti, akademisi, pemerintah dan pelaku industri dalam rangka meningkatkan teknologi dan inovasi industri hasil perkebunan.

“Melalui pemanfaatan teknologi terkini, komoditas lokal dapat diolah menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing. Untuk itu, diperlukan inovasi teknologi hasil perkebunan dan partisipasi ahli teknologi dalam mendorong hilirisasi industri,” paparnya.

Peserta seminar tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Makassar, Mamuju, Manado, Ambon, Gorontalo, Pontianak, Samarinda, dan Medan. Adapun narasumber yang hadir, yakni Arie Nauval Iskandar, Corporate Affairs Director PT. Mars Symbioscience Indonesia, kemudian Wednes Aria Yuda, Co Founder, serta Chief Tecnology Officer Cokelat nDalem terkait pengelolaan industri kakao skala industri besar maupun industri kecil dan menengah (IKM).

<

Berita Terkait

DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna Tuk Peringati HUT Depok Ke-25
Cak Imin Ungkap PKB Ingin Terus Menjalin Kerjasama dengan Gerindra
Supian Suri Diprediksi Menang Dalam Pilkada 2024 Karena Bakal Diusung Koalisi Parpol Besar
KUA Cipayung Kota Depok Gelar Tadarus Bareng Ibu-Ibu Majlis Ta’lim
Angkutan Lebaran 2024 Masih Cukup Tersedia, KAI Daop 1 Jakarta Tambah 344 Perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Rumah Hijabers | Supplier Baju Muslim & Muslimah Anak & Dewasa di Kota Depok
5 Menu Yang Biasa Nabi Muhammad Makan Untuk Sahur Dan Berbuka Puasa
Kue Kering Lebaran 2024 Cookies Bomboloni, Belum Ada Yang Bikin

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:19

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:31

Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terbaru