Pancaroba, Pergantian Musim yang Bisa Timbulkan Penyakit ke Tubuh

- Reporter

Sabtu, 27 April 2019 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pergantian musim membuat terjadinya anomali pada suhu dan temperatur yang menyebabkan perubahan hawa panas dan dingin secara bergantian. Pada pergantian musim seperti ini, perubahan suhu yang mendadak dan rasa yang tidak nyaman ini menyebabkan banyak orang mudah menjadi sakit.

Namun, perubahan suhu yang dramatis ini bukan penyebab langsung dari timbulnya penyakit ini. Dr. Benjamin Kaplan dari Orlando Health di Florida menyebut bahwa perubahan suhu menyebabkan munculnya sejumlah jenis virus yang berkembang dan menimbulkan penyakit ke sejumlah orang ini.

“Banyak penelitian menunjukkan bahwa rhinovirus dan coronavirus merupakan dua penyebab utama dari kasus demam,” jelas Kaplan.

“Menariknya, mereka berkembang pada cuaca yang lebih dingin seperti pada musim dingin atau gugur,” sambungnya.

Pada kondisi yang dingin dan kering ini, virus influenza bakal berlipat ganda dan menyebar sangat efektif.

“Oleh karena itu, orang cenderung untuk menderita flu pada musim dingin,” jelasnya.

Penyakit musim panas bisa muncul karena kombinasi dari sejumlah faktor. Orang yang memiliki alergi musiman mungkin mengalami pilek dan mata gatal ketika mereka dekat dengan serbuk sari, jamur, dan pasir. Sistem kekebalan tubuh mereka mungkin bekerja terlalu keras karena mereka bereaksi pada alergi sehingga mereka lebih rentan terhadap persebaran virus.

Walau begitu, kadang orang sering mengira alergi yang mereka alami sebagai demam. Paparan terhadap sejumlah hal yang memicu alergi mereka ini menimbulkan masalah yang serupa demam sehingga sering dianggap sama.

Pada situasi Indonesia sendiri, penyakit perubahan musim ini umum terjadi pada pergeseran musim hujan ke musim kemarau. Temperatur yang silih berganti dari panas ke dingin menyebabkan banyak orang sering sakit pada perubahan musim ini.

Untuk menghindari munculnya penyakit karena perubahan musim, terdapat sejumlah saran yang diberikan Dr. Kaplan.

“Lakukan cuci tangan dengan baik, berolahraga cukup banyak, konsumsi makanan sehat, dan pastikan kamu tidur setidaknya enam hingga delapan jam setiap malam,” jelas Kaplan.

Penulis: Ardiansyah Septian

Editor: Faisal Nur Fatullah

 

Berita Terkait

Harga Avtur Meroket, Presiden Prabowo Pasang Badan: Tambahan Biaya Haji Tak Boleh Bebani Jemaah!
Pahit! Drama Metropolitano: Barcelona Menang di Kandang Atletico, Namun Gagal ke Semifinal
Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial
Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?
Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?
Isu Geopolitik Memanas, Pemerintah Pastikan Keamanan Jemaah Haji 2026
2.423 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Enam Kloter Diberangkatkan Mulai 22 April 2026
Diskarpus Depok Genjot Digitalisasi Buku Letter C di 17 Kelurahan Tahun 2026

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:01 WIB

Harga Avtur Meroket, Presiden Prabowo Pasang Badan: Tambahan Biaya Haji Tak Boleh Bebani Jemaah!

Rabu, 15 April 2026 - 12:47 WIB

Pahit! Drama Metropolitano: Barcelona Menang di Kandang Atletico, Namun Gagal ke Semifinal

Rabu, 15 April 2026 - 09:32 WIB

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 April 2026 - 09:29 WIB

Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?

Rabu, 15 April 2026 - 08:04 WIB

2.423 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Enam Kloter Diberangkatkan Mulai 22 April 2026

Rabu, 15 April 2026 - 08:01 WIB

Diskarpus Depok Genjot Digitalisasi Buku Letter C di 17 Kelurahan Tahun 2026

Rabu, 15 April 2026 - 07:59 WIB

Jelang HUT ke-27, PUPR Depok Masifkan Penataan Kabel Udara di Berbagai Titik Strategis

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:32 WIB