Peristiwa 4 April

- Reporter

Kamis, 4 April 2019 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Banyak pelajaran berharga dan layak dikenang dalam peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di dunia setiap harinya. Seperti pada 4 April, banyak momen penting yang menarik untuk kembali diulas.

Sebut saja terjadinya gempa di India yang menewaskan hingga 20 ribu orang. Kemudian dibunuhnya aktivis hak asasi manusia (HAM) Martin Luther King.

Selain kejadian-kejadian tersebut, masih peristiwa penting lainnya yang patut disimak. Berikut ini momen bersejarah yang terjadi pada 4 April :

1905 – Gempa di India Tewaskan 20 Ribu Orang

Gempa dahsyat di wilayah Kangta, India, ini terhadi pada 1905. Akibat gempa tersebut sebanyak 20 ribu orang meninggal dunia.

Setelah gempa ini, sejumlah pihak langsung melakukan langkah-langkah preventif agar korban jiwa tidak bertambah banyak.

1928 – Pulau Miangas Dimiliki Hindia Belanda

Miangas adalah pulau terluar Indonesia yang terletak paling utara dekat perbatasan Indonesia dengan Filipina. Pulau ini termasuk ke Desa Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Miangas adalah salah satu pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan terorisme serta penyelundupan. Belanda menguasai pulau ini sejak 1677. Filipina sejak 1891 memasukkan Miangas ke wilayahnya. Miangas dikenal dengan nama La Palmas dalam peta Filipina.

Belanda kemudian bereaksi dengan mengajukan masalah Miangas ke Mahkamah Arbitrase Internasional. Mahkamah Arbitrase Internasional dengan hakim Max Huber pada 4 April 1928 memutuskan Miangas sah menjadi milik Belanda (Hindia Belanda) kini Indonesia.

1949 – Perjanjian NATO Ditandatangani

Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization atau NATO adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada 1949. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap persetujuan Atlantik Utara yang ditandatangani di Washington DC pada 4 April 1949.

Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V yang berisi: Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.

Selanjutnya mereka setuju bahwa jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota akan menggunakan hak mempertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti tertuang dalam Pasal 51 Piagam PBB yakni membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

1952 – Koalisi Partai Masyumi dan PNI di Pemerintahan

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Council of Indonesian Muslim Associations) atau disingkat menjadi Masyumi adalah sebuah partai politik Islam terbesar di Indonesia selama era demokrasi liberal. Partai ini dilarang pada 1960 oleh Presiden Soekarno karena diduga mendukung pemberontakan PRRI.

Tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 7 November 1945, sebuah organisasi baru bernama Masyumi terbentuk. Dalam waktu kurang dari setahun, partai ini menjadi parpol terbesar dan berada di pemerintahan.

Pada 1952, saat itu Wilopo dari Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi perdana menteri dan Sultan Hamengkubuwono IX menjabat menteri pertahanan.

1968 – Aktivis HAM Martin Luther King Jr Dibunuh

Martin Luther King Jr adalah pendeta baptis dan aktivis hak asasi manusia (HAM) asal Amerika Serikat yang menjadi juru bicara dan pemimpin gerakan hak sipil pada 1954 sampai 1968. Ia dikenal karena menuntut hak sipil dengan cara non-kekerasan dan ketidakpatuhan sipil sesuai ajaran Kristen dan terinspirasi oleh aktivisme damai Mahatma Gandhi.

Pada 14 Oktober 1964, King dianugerahi nobel perdamaian atas jasanya melawan kesenjangan ras melalui perlawanan damai. Pada 1965, ia ikut memimpin Pawai Selma ke Montgomery.

Tahun selanjutnya, King dan SCLC membawa gerakan ini ke Chicago untuk menyoroti persoalan segregasi perumahan. Menjelang akhir hayatnya, ia mulai menyoroti kemiskinan dan perang Vietnam.

Pada 1968, King merencanakan pendudukan rakyat di Washington DC dengan judul Poor People’s Campaign, tetapi ia dibunuh oleh James Earl Ray pada April 4 di Memphis, Tennessee.

 

 

Berita Terkait

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Nilai Kebangsaan melalui Rangkaian Pengambilan dan Pengembalian Bendera Pusaka di Pendopo Malasari
Penyerapan KUR di Depok Belum Maksimal, Pemkot Diminta Perkuat Akses Permodalan UMKM
150 KK di Sawangan Baru Terima Bantuan Air Bersih
Komisi VII DPR RI Dalami Penyaluran KUR bagi UMKM di Depok
Pemkot Depok Siapkan Masjid hingga Lahan untuk Kantor Kementerian Haji dan Umrah
Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School
220 Bangunan di Jalan Raya Keadilan Depok Ditertibkan, Berdiri di Atas Bantaran Kali
Polres dan Kodim Depok Semprot Jalan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:39 WIB

Pemkot Depok Gerak Cepat Tangani Ibu Rita, Ojol Janda Lima Anak yang Motornya Rusak Akibat Kecelakaan

Selasa, 15 September 2026 - 18:16 WIB

Pemkot Depok Serahkan Uang Ganti Rugi Sebesar Rp58 Miliar untuk 93 Bidang Tanah untuk Pelebaran Jalan Parung Bingung

Selasa, 15 September 2026 - 18:11 WIB

Bawa Inovasi Sakeling dan Prosesa, PIK-R Sacerba Sawangan Tembus Tiga Besar Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 16:50 WIB

Seminggu Usai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, DLHK Pastikan Udara Depok Aman

Selasa, 15 September 2026 - 13:57 WIB

Warga Depok Bisa Uji Emisi Gratis Cukup Bawa Fotokopi STNK, Ini Dua Lokasinya

Senin, 14 September 2026 - 19:41 WIB

Wujudkan Hunian Layak, Pemkot Depok dan Bank BJB Bedah Rumah Warga Cimanggis

Senin, 14 September 2026 - 19:17 WIB

Mengenal Toca dan Toci, Maskot Porprov XV Jabar dari Kesenian Khas Depok

Senin, 14 September 2026 - 19:14 WIB

Didampingi Wali Kota Depok, Pekerja Hotel Bumi Wiyata Adukan Nasib ke Kang Dedi Mulyadi

Berita Terbaru