oleh

Apakah Sering Selingkuh Itu Gangguan Mental?

Siarandepok.com – Perselingkuhan seringkali jadi isu klasik dalam hubungan romantis, ngga cuma yang masih pacaran aja, yang udah nikah pun banyak kasusnya. Ya siapa sih yang ngga patah hati ketika mendapati si belahan jiwa ternyata membelah jiwanya dengan orang lain lagi? Apalagi kalau doi membelah jiwanya jadi banyak kaya jurus bayangannya Naruto… bedanya, doi malah menyebar hatinya kepada banyak fakir asmara lain, bukan memberantas musuh.

Kalau selingkuh sekali sih, oke, mungkin doi khilaf. Tapi kalau berkali-kali, itu tentu perlu dipertanyakan. Apakah sering mengingkari komitmen pasangan itu jadi salah satu jenis hobi baru? Atau malah gangguan mental? Psikolog Pingkan Rumondor menjelaskan, kalau sering  selingkuh itu bukan gangguan mental kok, tapi bisa jadi salah satu symptom atau gejala dari gangguan kepribadian, seperti:

 

Borderline Personality Disorder (BPD)

Seseorang yang memiliki BPD memiliki masalah dengan emosi dan pikirannya, sehingga punya resiko sering selingkuh yang lebih tinggi. Ia seringkali mengalami ketidakstabilan emosi dan selalu berusaha supaya ngga diabaikan sama lingkungan sekitarnya. Nah, kalau pasangannya cuek dikit, maka dia bisa jadi mencari orang lain sebagai penggantinya.

Bipolar Disorder

Bipolar itu artinya dua kutub, jadi seseorang yang punya gangguan bipolar ini menunjukkan dua kutub emosi yang sebetulnya sangat berbeda. Bipolar ditandai dengan munculnya manik atau episode ketika dia bahagia maka dia bisa bahagia banget sampai mledak-ledak. Dan kutub lainnya, adalah kebalikan yang drastis dari bahagia (sedih yang teramat sedih sampai stress bahkan depresi). Ketika bipolar mengalami episode manic, biasanya dia bisa melakukan hal-hal yang ngga terduga. Misalnya muncul sexual promiscuity, atau selingkuh karena alasan seksual, bukan karena perasaan.

Narcisstic Personality Disorder (NPD)

Ngeliat nama gangguannya, pasti udah tau dong gangguan mental ini kaya gimana gejalanya? Yass, gangguan kepribadian narsistik. Seseorang yang punya gangguan ini cenderung egois, merasa dirinya punya pesona luar biasa di hadapan orang lain, dan ya biasa kita kenal dengan sebutan narsis. Dia juga cenderung haus akan perhatian, tapi ngga semua NPD ini merasa perlu untuk ngebalas perhatiannya ke orang lain. Tapi, seorang NPD juga bisa rentan terhadap perselingkuhan.

Itulah beberapa gangguan mental yang salah satu gejalanya bisa jadi ditunjukkan dengan seringnya berselingkuh. Tapi, perlu digaris bawahi di sini adalah ‘bisa jadi’karena ngga semua orang yang berselingkuh itu berarti bisa di klaim punya gangguan mental seperti yang disebut di atas.

Ibaratnya kaya orang batuk-batuk. Apa semua orang batuk berarti dia punya masalah paru-paru? Bisa aja dia keselek biji nangka, atau gara-gara lagi musim pancaroba. Sama kaya selingkuh juga, ngga semua bisa dipukul rata punya label gangguan mental. Untuk temukan jawabannya, tentu harus melalui proses pemeriksaan yang valid lewat psikolog atau psikiater.

 

Penulis: Hanna Dwi Fajrini

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru