Istana Buckingham Larang Sedotan dan Botol Plastik

- Reporter

Rabu, 20 Maret 2019 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Istana Buckingham, Ratu Elizabeth II mengeluarkan aturan larangan penggunaan sedotan dan botol plastik. Sementara yang bekerja dan tinggal di dalam Istana Buckingham, Kastil Windsor, dan Istana Holyroodhouse di Edinburgh hanya akan dapat menggunakan barang pecah belah dan gelas, atau cangkir yang dapat didaur ulang.

Ratu Elizabeth II mengeluarkan aturan baru di kalangan Istana Buckingham untuk mengurangi sampah. Salah satunya larangan penggunaan sedotan dan botol plastik.

Aksi tersebut dimulai saat Ratu Elizabeth II bekerja dengan Sir David Attenborough dalam pembuatan sebuah film dokumenter tentang satwa liar di Persemakmuran sebagai upaya konservasi. Dari sinilah Ratu Inggris mulai menerapkan perilaku hijau di Istana.

Untuk mengurangi jumlah sampah plastik, Sang Ratu menangani menetapkan aturan baru bahwa “Di seluruh organisasi, rumah tangga kerajaan berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungannya,” kata juru bicara Istana Buckingham kepada Telegraph.

“Sebagai bagian dari itu, kami telah mengambil sejumlah langkah praktis untuk mengurangi penggunaan plastik.” Langkah sadar lingkungan ini termasuk dalam 15 aturan baru bagi kerajaan.

Istana juga melarang penggunaan sedotan plastik di kafe-kafe umum dan melarang mereka sepenuhnya dari ruang makan staf.

Wadah makanan Royal Cafe sekarang dapat dibuat kompos atau dapat terurai secara hayati, sementara yang bekerja dan tinggal di dalam Istana Buckingham, Kastil Windsor, dan Istana Holyroodhouse di Edinburgh hanya akan dapat menggunakan barang pecah belah dan gelas, atau cangkir yang dapat didaur ulang.

“Di semua tingkatan, ada keinginan kuat untuk mengatasi masalah ini,” kata juru bicara istana.

Hampir 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, tetapi dibutuhkan lebih dari 400 tahun untuk terurai.

Selama 60 tahun terakhir, hanya sembilan persen plastik yang telah didaur ulang, sementara 79 persen atau 5,5 miliar ton berada di pembuangan sampah atau mengotori lingkungan.

Inisiatif ini muncul setelah Uni Eropa mengumumkan rencana untuk membuat semua plastik di Eropa dapat didaur ulang atau dapat digunakan kembali pada tahun 2030.

Berita Terkait

Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
TPS Liar di Sukatani Depok Dikeluhkan Warga, Tumpukan Sampah di Jalan Kapitan 3 Tak Kunjung Teratasi
Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati
Rambu Rawan Laka di Jalan Raya Bogor Ditata Ulang, Pelajar Jadi Perhatian Utama
PRIMAGO CONSULTING GELAR ROADSHOW 2026: Solusi Lengkap Peningkatan Mutu Sekolah & Pesantren!
Pekerjaan Sodetan Jalan Cinere Raya ke South City Mulai Dikerjakan
Jelang Bubaran CFD Margonda, Antrean Kendaraan Mulai Memular Jalur Protokol Depok

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:57 WIB

SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Video Dugaan Aktivitas Sabu di Rutan Depok Ramai di Medsos, Netizen Heboh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:50 WIB

TPS Liar di Sukatani Depok Dikeluhkan Warga, Tumpukan Sampah di Jalan Kapitan 3 Tak Kunjung Teratasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sidak KTR di Kantor Pemkot Depok, ASN Jalani Pemeriksaan Kadar Karbon Monoksida

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Rambu Rawan Laka di Jalan Raya Bogor Ditata Ulang, Pelajar Jadi Perhatian Utama

Berita Terbaru