Songsong Era Digital, Kemenperin Beri Pengarahan 375 CPNS Milenial

- Reporter

Jumat, 18 Januari 2019 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Perindustrian menyambut kehadiran 375 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil rekrutmen tahun 2018. Jumlah tersebut terdiri dari 184 pria dan 191 wanita, meningkat dari rekrutmen tahun 2017 yang menerima 280 CPNS.

“Dengan mulai aktifnya CPNS baru ini diharapkan dapat mendorong Kemenperin untuk menyongsong penerapan teknologi digital di sektor industri karena mereka sangat melek teknologi,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar dalam kegiatan Pengarahan dan Orientasi Penguatan Kompetensi Bidang CPNShasil rekrutmen 2018 di Kemenperin, Selasa (15/1).

Menurut Haris, para CPNS yang merupakan generasi milenial dan Z ini diyakini memiliki keunggulan dalam kompetensi tertentu karena perkembangan zaman. “Tetapi kita harus tetap menghargai, menghormati dan bisa belajar dari pengalaman para senior,” ujarnya.

Dalam menghadapi era digital ini, Kemenperin sendiri telah menyusun peta jalan Making Indonesia 4.0 dengan menetapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan dan prioritas dalam pengembangannya. Kelima sektor tersebut adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronika, serta kimia.

Hal tersebut, selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 2015. “Kelima sektor industri yang diunggulkan untuk memasuki Industri 4.0 tersebut, selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional,” ungkap Haris.

Salah satu contohnya adalah industri otomotif. Pada Januari hingga Oktober 2018, industri otomotif di Indonesia mengekspor kendaraan roda dua dengan total nilai sebesar USD1,3 miliar. Sedangkan, untuk kendaraan roda empat, dengan nilai USD4,7 miliar.

Haris pun menegaskan, para CPNS wajib mengetahui tugas dan tanggung jawab Kemenperin secara keseluruhan, terutama dalam membangun bangsa melalui penguatan sektor industri. “Jadi misalnya ada yang bertugas di Biro Umum, terus ditanya tentang pengembangan mobil listrik, tentunya juga harus bisa menjawab,” ucapnya.

Tenaga Pendidik

Haris menambahkan, dari 375 CPNS yang diterima di Kemenperin, sebagian besar adalah tenaga pendidik. Formasi tersebut memang diutamakan untuk mendorong program kerja prioritas Kemenperin di tahun 2019, salah satunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri.

“Program tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung produktivitas dan daya saing sektor industri dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian,” tuturnya.

Para tenaga pengajar baru tersebut akan mengisi kebutuhan di sejumlah unit pendidikan yang dimiliki oleh Kemenperin, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik. “Sebanyak 212 formasi pengajar akan ditempatkan sebagai dosen, guru, instruktur dan pranata laboratorium pendidikan bagi SMK dan Politeknik di lingkungan Kemenperin,” imbuhnya.

Haris menegaskan, peta jalan Making Indonesia 4.0 mengisyaratkan peningkatan kualitas SDM bagi industri di era digital. Karena itu, Kemenperin fokus dan semakin gencar mendorong peningkatan kompetensi SDM melalui berbagai pendidikan dan pelatihan vokasi. “Sebab, SDM terampil menjadi kunci penting untuk kesuksesan dari implementasi industri 4.0,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan, untuk menyongsong era industri digital, Indonesia membutuhkan 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi pada tahun 2030. Hal tersebut, sejalan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 yang kian merata.

“Tentunya, itu dapat terwujud dengan adanya bonus demografi yang dinikmati Indonesia hingga tahun 2030,” kata Menperin. Momentum ini yang harus dimanfaatkan dengan baik agar dapat mengantarkan Indonesia masuk pada jajaran 10 kekuatan ekonomi di dunia.

Studi McKinsey menyebutkan, Indonesia bisa meraih posisi tersebut dengan syaratkontribusi ekspor neto 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), produktivitas naik dua kali lipat, dan anggaran riset sebesar dua persen dari PDB.

“Ini merupakan tugas pemerintah untuk mendorong gernerasi muda, terutama generasi milenial supaya mengambil peranan penting dalam perekonomian di 2030,” ujar Airlangga.

Berita Terkait

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren
SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok
Dilema Trump: Ingin Akhiri Perang Iran, Tapi Teheran Menolak Takluk
2 Wanita Joki UTBK Unsulbar Ditangkap, Modus Pakai HP Jadul dan KTP Palsu
Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu
Mayor Windra Sanur yang 8 Tahun Jadi Paspampres Jokowi Pindah Tugas Jadi Kasdim Tigaraksa Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:19 WIB

Wakil Rakyat Depok Kompak Tampil Retro, Fashion Show Jadul Lebaran Depok Banjir Gelak Tawa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:56 WIB

Wali Kota Depok Supian Suri Tampil Nyentrik, Dorong ASN Ramaikan Produk UMKM di Lebaran Depok 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:42 WIB

PKBM Primago Indonesia Menampilkan Tari Saman di Event Lebaran Depok & HUT Kota Depok 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:59 WIB

Lebaran Depok 2026 Dinilai Semakin Semarak, Edi Masturo: Warga Kini Lebih Merasa Memiliki

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:16 WIB

Wali Kota Depok Supian Suri Ajak Warga Jaga Tradisi Lewat Lebaran Depok 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:31 WIB

Arrahman Islamic School Gelar Kegaitan Employee Appreciation Day (EAD) 2026 ke Yogyakarta

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:55 WIB

PKBM Primago Indonesia Gelar Kunjungan ke PKBM Generasi Juara: Penguatan Mutu, Sistem, dan Outcome Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:25 WIB

KDM Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas Puja dan Sayyid

Berita Terbaru