Persetujuan dari BI kepada PT Fintek Karya Nusantara

- Reporter

Selasa, 26 Februari 2019 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Bank Indonesia sudah menyetujui PT Fintek Karya Nusantara sebagai penyelenggara transfer dana atau pengelola uang elektronik LinkAja. Persetujuan dari BI kepada PT Fintek Karya Nusantara itu dikeluarkan pada 21 Februari 2019.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, di Jakarta, Senin (25/2).

Warga mencoba aplikasi mobile money LinkAja di Jakarta, Senin (25/2/2019). Layanan keuangan elektronik milik Telkomsel yakni TCASH resmi berubah menjadi menjadi LinkAja mulai tanggal 22 Februari yang lalu. LinkAja merupakan layanan uang digital sinergi dari berbagai Badan Usaha milik Negara (BUMN). LinkAja menggabungkan produk TCASH milik Telkomsel, Yap! milik BNI e-Cash milik Bank Mandiri dan T- Bank BRI. Penggabungan ini diharapkan BUMN dapat bersaingan dengan OVO dan Go-Pay dandapat secara maksimal menggarap nasabah dan pelanggan Telkomsel.
KOMPAS/ALIF ICHWAN (AIC)
25-02-2019

LinkAja adalah penggabungan pengelolaan uang elektronik berbasis server yang dikeluarkan sejumlah perusahaan BUMN, seperti TCash dari Telkomsel, E-Cash dari Bank Mandiri, BRI T-Bank dari Bank BRI, dan BNI Uniqu dari Bank BNI.

Menurut Gatot, jumlah nasabah LinkAja akan cukup besar. Selain itu, konsumen atau pelanggan dari perusahaan BUMN lain, seperti Pertamina, Kereta Api Indonesia, dan Garuda Indonesia juga dapat mengakses LinkAja.

Gatot menambahkan, saat ini jumlah nasabah TCash sekitar 3 juta. Jika terjadi penggabungan dalam LinkAja, jumlah nasabah bisa menjadi lebih besar.

“Meskipun kepemilikan saham berkurang, jumlah nasabah bisa bertambah lebih besar,” katanya.

Menurut Gatot, saat ini BUMN yang terlibat dalam pembentukan LinkAja menyiapkan strategi pemasaran untuk menarik pelanggan. Produk uang elektronik tersebut dinilai masih memiliki potensi pasar yang besar.

“Sekarang, yang terpenting, bagaimana menarik pelanggan sebanyak-banyaknya dan menjaga keberlangsungan pelanggan,” katanya.

Berdasarkan data di laman Bank Indonesia, sebanyak 173,825 juta uang elektronik beredar di Indonesia per Januari 2019. Pada Januari 2019, terjadi 274,687 juta transaksi menggunakan uang elektronik dengan nilai Rp5,817 triliun.

Adapun pada 2018 terjadi 2,922 miliar transaksi dengan total nilai Rp47,198 triliun. Transaksi pada 2018 melonjak dibandingkan 2017 yang sebanyak 943,319 juta transaksi dengan nilai Rp12,375 triliun.

BI membagi uang elektronik berdasarkan cip dan server.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Dadang Setyabudi yang dihubungi Senin (25/2), mengatakan, proses migrasi data uang elektronik dari masing-masing bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sedang disiapkan. Menurut rencana, pada tanggal 1 Maret 2019 akan dilakukan proses migrasi bersama-sama.

Menurut Dadang, sejauh ini tidak ada kendala teknis dalam migrasi data, terutama berdasarkan pengalaman BNI.

Mengutip laman uang elektronik BNI, fitur-fitur yang semula tidak tersedia pada uang elektronik BNI akan tersedia di LinkAja. Misalnya, fitur pembayaran tagihan (listrik, air, jaminan sosial, dan internet), pembelian pulsa seluler, dan paket data internet. Pelanggan juga bisa melakukan isi ulang saldo LinkAja langsung dari empat anggota Himbara dan bank swasta lainnya. Namun, pelanggan tidak lagi dapat bertransaksi menggunakan UnikQu setelah LinkAja diluncurkan.

“Pastinya akan ada strategi pemasaran khusus, tetapi kita lihat nanti biar menjadi kejutan dan pilihan bagi pasar,” ujar Dadang.

Sebelumnya, pada Jumat (22/2), layanan keuangan elektronik milik Telkomsel, TCash, memulai perubahan menjadi LinkAja. Perubahan ditandai dari konversi otomatis aplikasi TCash menjadi LinkAja. Namun, proses tersebut terkendala sehingga ditunda.

Menurut rencana, LinkAja akan dirilis secara resmi pada 3 Maret 2019.

 

Penulis : Dian Mutia Sari

Editor : Faisal Nur Fatullah

 

Berita Terkait

Harga Avtur Meroket, Presiden Prabowo Pasang Badan: Tambahan Biaya Haji Tak Boleh Bebani Jemaah!
Pahit! Drama Metropolitano: Barcelona Menang di Kandang Atletico, Namun Gagal ke Semifinal
Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial
Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?
Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?
Isu Geopolitik Memanas, Pemerintah Pastikan Keamanan Jemaah Haji 2026
2.423 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Enam Kloter Diberangkatkan Mulai 22 April 2026
Diskarpus Depok Genjot Digitalisasi Buku Letter C di 17 Kelurahan Tahun 2026

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:01 WIB

Harga Avtur Meroket, Presiden Prabowo Pasang Badan: Tambahan Biaya Haji Tak Boleh Bebani Jemaah!

Rabu, 15 April 2026 - 12:47 WIB

Pahit! Drama Metropolitano: Barcelona Menang di Kandang Atletico, Namun Gagal ke Semifinal

Rabu, 15 April 2026 - 09:32 WIB

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 April 2026 - 09:29 WIB

Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?

Rabu, 15 April 2026 - 08:04 WIB

2.423 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Enam Kloter Diberangkatkan Mulai 22 April 2026

Rabu, 15 April 2026 - 08:01 WIB

Diskarpus Depok Genjot Digitalisasi Buku Letter C di 17 Kelurahan Tahun 2026

Rabu, 15 April 2026 - 07:59 WIB

Jelang HUT ke-27, PUPR Depok Masifkan Penataan Kabel Udara di Berbagai Titik Strategis

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:32 WIB